#JumblingJuly2017, Curhat, Kuliah

Strategi Kemacetan

20181006_215734_0001-458576981.png

Sebagai pengendara bermotor di Kota Depok, macet sudah menjadi sesuatu yang nggak lagi bisa dihindari. Macet itu jadi momok yang … merusak mood iya, bikin telat iya, dan masih banyak lagi sisi negatifnya. Bahkan rasanya hampir nggak ada sisi positifnya―oh, dalam suatu kondisi tertentu bisa menjadi positif, sih. 

Aku selalu kena macet tiap berangkat ke kampus, bahkan aku sampai berusaha menghafal dan selalu memikirkan strategi biar mengurangi peluang kena macet yang parah.

Kuliah pagiku masuk pukul 8, dan jarak dari rumah ke kampus naik motor itu sekitar 30-35 menit tergantung tingkat kemacetan. Logikanya, berangkat pukul 7 pun sudah aman, ya? Sayangnya, logika nggak pernah berkawan sama fakta kemacetan di realita. Berangkat pukul 7 itu ibarat bunuh diri, macetnya sudah parah dan sampai di kampus bisa mendekati pukul 8. Aku paling anti sampai di kelas mepet pukul 8 karena apa-apa serba nggak enak: Kursi penuh, napas tinggal sau-dua, apalagi kalau yang kelasnya di lantai tiga … beuh, mantap. 

Tingkat keramaian jalan raya dan kemacetan kalau berangkat pukul 7 bisa membuat durasi perjalananku dua kali lebih lama dari normalnya―yang aslinya 30 menit jadi satu jam. Aku pernah mengalami ini sekali-dua kali kemudian kapok. Jadi, aku mengakali untuk berangkat 15-20 menit lebih awal, sekitar pukul 6.40 atau 6.45. Walaupun perbedaannya hanya hitungan menit, tingkat kemacetannya benar-benar berbeda. Normalnya aku berangkat pukul 6.45, itu akan tiba di kampus pukul 7.20 kalau macetnya normal. Nah, kalau berangkat pukul 6.40 biasanya aku sudah sampai di kelas pukul 7.10.

Pokoknya, logika serta keberuntunganku dalam memasang strategi ini berpengaruh terhadap waktu tibaku di kampus. 

Aku nggak pernah ragu―walaupun agak sebal juga―berangkat lebih pagi demi menghindari kemacetan. Tiba di kampus pukul 7.10 atau 7.20 begitu tentu saja membuatku sering menjadi orang pertama yang ada di kelas, aku selalu jadi yang terpagi kalau kelas pagi. Beberapa kelas bahkan sudah hafal kalau aku selalu datang duluan. Sendirian gitu di kelas sepi, untung aku bukan orang yang parnoan. Bahkan, saking bosannya sendirian, kadang aku suka iseng update instastory. Setelahnya bisa ditebak ada teman yang menanggapi, dan itu cukup membantu untuk menghabiskan waktu sendirian di kelas sampai ada yang datang. Entah ini suka atau duka. Mungkin duka yang berbuah suka?

Oh, aku jadi ingat “kegiatan berangkat ke kampusku” yang dulu, sekalian bernostalgia, hehe.

Kalau sekarang aku punya jadwal berangkat yang berbeda untuk kelas pagi dan kelas siang, dulu mah aku mau pagi atau siang jam berangkay ke kampusnya sama saja, 30 menit sebelum kelas. Bedanya cuma di alat transportasi dan jam berangkat. Kalau sekarang naik motor, sekarang naik kaki (maksudnya jalan kaki). Jalannya menanjak pula, lol. Enaknya berangkat jalan kaki itu nggak bakal kena macet! Makanya, daripada naik angkot menuju gerbang kampus untuk naik angkutan umum kampus, aku lebih suka jalan kaki lewat jalan tembus―walaupun lebih melelahkan juga. Dan … kelas pagi waktu di Unpad tuh pukul 7! Iya, sebelum pindah, aku kukiah di Unpad. Pagi banget kan, ya…. Aku yang ngekost aja berangkat pukul 6.30, gimana temanku yang pulang-pergi Bandung-Jatinangor? :”))

Tapi, kalau dibandingkan dengan aku semasa SMA, kebiasaan “lebih baik kepagian daripada kesiangan” ternyata memang sudah kulakukan sejak SMA. Apalagi waktu SMA masuk pukul 7, aku sudah harus berangkat pukul 6. Bedanya, pukul 6 masih sepi. Aku selalu senang berangkat pagi, udara belum bercampur polusi.

Eh, minus rasa kantuk yang luar biasa sih. Huft.

Pertanyaannya: Apakah aku akan bertahan dalam strategi itu walaupun kemacetan tetap nggak bisa dihindari sepenuhnya?

Jawabannya, iyia. Bahkan sampai lulus kuliah. Kupikir, itu adalah usahaku untuk menunjukkan keseriusanku untuk kuliah, minimal ya nggak terlambat masuk ke kelas. Urusan macet, Depok sudah kodratnya macet, faktor kota di pinggir ibu kota mungkin ya. Lagipula, dibawa asyik aja. Kalau dibawa beban, nanti malah capek sendiri, kan? :))

.

.

rufindhi

Depok, 13 Juli 2017

(#JumblingJuly2017 Prompt: Suka-Duka Siswa/Mahasiswa)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s