#JumblingJuly2017

Banjarbaru, Kalimantan Selatan

20181006_214807_00011464664225.png

Rasanya baru kemarin membuka prompt Ruang Tamu untuk #JumblingJuly2017, tapi sekarang sudah ganti prompt baru lagi. Tiga hari ternyata cepat berlalu, ya. Dan hari ini #JumblingJuly2017 memulai prompt Perjalanan Jauh. Bahkan aku terlambat sehari karena kemarin pas ngetik tiga kalimat langsung diterjang rasa kantuk yang disebabkan rasa bosan luar biasa.

Oke, itu cuma alibi di balik “lupa” sih. Hehe.

Perjalanan jauh. Sebenarnya aku nggak pernah mengingat-ingat perjalanan jauh yang pernah kulakukan, tapi prompt kali ini membuatku kembali berpikir dan lebih peka dengan segala hal yang pernah kulakukan, contohnya ya … perjalanan yang jaraknya nggak sedekat rumah ke kampus.

Sebenarnya sudah seminggu ini aku nggak berada di rumah. Seminggu yang lalu, tepatnya hari Sabtu tanggal 15, aku pergi ke luar Pulau Jawa menuju pulau tempat aku dilahirkan, yaitu Pulau Kalimantan. Jauh kan ya, dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan, kalau naik becak sampainya tahun depan. Namun, kali ini aku bukan mau mengunjungi kota kelahiran, Pontianak di Kalimantan Barat, tetapi ke Banjarbaru di Kalimantan Selatan.

Perjalanan ini awalnya karena ingin menemani Tante dan kedua anaknya yang masih 3 dan 6 tahun untuk pulang ke Kalimantan naik pesawat. Suaminya, yaitu Omku, sudah pulang lebih dulu H+7 lebaran karena sudah masuk kerja. Berhubung pada waktu masih ditawari ikut ke Kalimantan aku masih libur sekitar dua bulanan, akhirnya aku mengiyakan tawaran untuk mengantar Tante beserta kedua anaknya sambil aku liburan di Kalimantan.

Kami naik pesawat dan memakan waktu sekitar satu setengah jam. Perjalanan yang dihiasi delay dua jam plus satu jam di pesawat itu cukup berkesan, aku punya sebuah cerita yang mungkin akan kutuliskan di post berbeda karena fokus tulisannya berbeda. Perbedaan waktu satu jam kupikir nggak akan membuatku bingung. Tetapi sempat sekali waktu ingin mengikuti lelang novel online tertulis bahwa lelang diadakan live di Instagram pada pukul 14.00. Aku dengan semangat memasang alarm pukul 13.30, merelakan tidur siang walaupun sudah ngantuk. Pukul 14.00 tepat, live belum muncul. Berpikir positif, mungkin agak ngaret. Tapi, sudah 10 menit berlalu masih nggak muncul juga. Aku pun merenung, dan baru sadar kalau jadwalnya tertulis 14.00 WIB, sedangkan aku berada di WITA yang artinya … di tempatku baru mulai pukul 15.00 WITA.

Ternyata ini suka duka tinggal di wilayah indonesia bagian selain barat tetapi disuguhi berbagai informasi yang menuliskan WIB—termasuk acara di televisi.

Aku baru seminggu di sini, dan menemukan banyak hal yang menarik—yang mungkin akan kubahas di post lain. Alibi aja ini mah biar post-nya banyak, hahaha. Tapi aku memang berniat akan membahas tempat liburanku kali ini di Kalimantan Selatan, tepatnya di Banjarbaru, yang sepertinya akan lebih membahas lingkungan dan pritilan-pritilan yang sering diabaikan oleh orang-orang. Kalau membahas tempat wisata rasanya biasa gitu, mainstream.

Nggak deng, itu alasan aja soalnya aku belum jalan-jalan ke tempat menarik selain mengantar adik-adik sepupuku ke sekolah. :”)

.

.

rufindhi

Banjarbaru, 23 Juli 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s