#JumblingJuly2017, Menulis

Wattpad, FFn, dan AO3

Tiga kata di atas adalah nama website kepenulisan yang cukup digemari, baik sebagai lapak untuk menerbitkan tulisan maupun membaca cerita secara gratis. FFn sendiri merupakan singkatan dari FanFiction.net, sedangkan AO3 adalah singkatan dari Archive Of Our Own. Berbeda dengan Wattpad, FFn dan AO3 memiliki basic fanfiksi, sedangkan Wattpad memiliki cakupan yang lebih luas dan lebih umum. Ketiga website itu memiliki warna representasi yang berbeda: Wattpad warna oranye, FFn warna biru, dan AO3 warna merah.

Dan tulisan ini akan menceritakan kisahku (?) berkelana dan singgah di ketiga website kepenulisan tersebut. Continue reading “Wattpad, FFn, dan AO3”

Advertisements
#JumblingJuly2017, Curhat, Opini

Positive Thinking

Aku sangat bersyukur sejak kecil sudah sering dicekoki untuk selalu positive thinking oleh Ibu. Pola berpikir positif yang terkadang kusimpangkan menjadi positive “lazy” thinking ini cukup banyak membantuku melewati kejadian-kejadian nggak menyenangkan terasa lebih ringan, seenggaknya bisa terlewati tanpa harus menjadi beban. Aku selalu percaya, segala hal yang terasa “berat” pasti ada alasan di baliknya. Akan ada kabar bahagia, seperti ada pelangi setelah hujan.

Hal ini bahkan tertulis di salah satu ayat favoritku, Al Insyirah ayat 5 dan diulang di ayat 6.

“Maka sesungguhnya di balik kesulitan pasti ada kemudahan.”

Continue reading “Positive Thinking”

#JumblingJuly2017, Curhat

Delapan Jam di Atas Awan

20181006_214639_00011115282667.png

Kalau perjalanan darat paling lama yang pernah kurasakan memakan waktu hampir 40 jam, perjalanan udara paling lama yang pernah kurasakan adalah 8 jam. Dan ternyata, dengan perbedaan jenis kendaraan, dua-duanya sama-sama bikin tepos.

Perjalanan udaraku tentu saja dengan pesawat—nggak mungkin helikopter juga soalnya. Delapan jam perjalanan di udara itu adalah ketika aku dan keluarga hendak pergi umrah. Aku selalu amaze karena menuju negara bagian yang waktunya empat jam lebih lama dibanding Jakarta, serasa naik mesin waktu dan pergi ke masa lalu (?). Continue reading “Delapan Jam di Atas Awan”

#JumblingJuly2017, Keluarga

Mudik Rasa Touring

20181006_214708_0001-1838732024.png

Ada sebuah kebiasaan yang lama-lama terlihat seperti tradisi di Indonesia ketika hari Raya Idul Fitri (lebaran), yaitu mudik, atau biasa disebut sebagai pulang kampung. Sebagai anak dari orang tua yang dulu tinggal di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, kami pun mengikuti tradisi ini setiap tahunnya, kecuali tahun ini—sepertinya Ayahku sedikit trauma karena tahun lalu macetnya parah. Kami menggunakan kendaraan pribadi, yaitu sebuah mobil, dengan lima orang penumpang termasuk Ayah yang mengemudikan mobilnya.

Mudik itu memang nggak lengkap tanpa macet, dan nggak bisa disebut mudik kalau jaraknya cuma sejam dua jam. Sehari perjalanan itu baru mantap. Dan perjalanan mudikku menuju home base bisa memakan waktu hingga 38 jam untuk waktu normalnya.

Namun, mudikku bukan mudik yang dari kota asal X menuju kampung halaman Y, lalu kembali lagi ke kota X—mudik keluarga kami lebih terlihat seperti … touring. Continue reading “Mudik Rasa Touring”