#JumblingJuly2017, Curhat

Dulu, Kini, dan Nanti

20181006_214325_0001473689202.png

Dulu, aku suka sekali difoto. Aku selalu peka kalau ada kamera yang sedang membidikku, sedetik kemudian pasti aku langsung pasang pose terbagus untuk difoto.

Tapi, itu dulu. Sekarang nggak lagi.

Kini sebenarnya tingkat kepekaanku terhadap kamera yang sedang mengarah padaku masih cukup tinggi. Bedanya, kemampuan(?) ini kumanfaatkan untuk menghindar atau menutup wajah sebelum shutter itu ditekan oleh si Tukang Foto. Sesekali gagal sih karena benar-benar nggak sadar, tapi lebih sering berhasilnya karena aku peka sekali. Ahey.

Kegiatan shoot-and-dodge (?) itu cuma berlaku kalau aku sedang bad mood untuk difoto sih. Iya, aku masih terpengaruh mood untuk urusan foto-memfoto. Sebenarnya … aku lebih kepada nggak ingin menjadi sebuah titik fokus saja sih. Itulah alasan kenapa aku prefer foto ramai-ramai daripada sendirian atau berduaan.

Maka, timbullah suatu kekhawatiranku di masa depan yang berhubungan dengan foto dan pusat perhatian. Coba tebak apa?

Pernikahan.

Tahu kan, kalau pengantin tuh sering difoto-foto untuk album pernikahannya? Apa saja difoto, bahkan disuruh pose yang romantis, semacam suap-suapan, dsb (yah, sebenarnya nggak salah sih pan udah halal). Tapi … jadi pusat perhatian-nya itu lho….

Sepertinya untuk yang satu itu, kuserahkan kepada Yang Maha Kuasa saja. Semoga di masa depan nanti aku diberi kekuatan untuk menghadapi rintangan itu….

.

.

rufindhi

Banjarbaru, 27 Juli 2017

Advertisements

2 thoughts on “Dulu, Kini, dan Nanti”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s