Curhat

Good Bye and Welcome

Detik-detik bergantinya bulan baru di tahun Masehi. Setiap berada di penghujung bulan, yang terucap di lidah selalu kata, “tidak terasa, ya!”

Padahal, sebulan penuh ini kita punya banyak cerita yang menyimpan berbagai rasa; baik senang, sedih, kalut, jenuh, maupun takut. Dan Agustus tahun ini sudah habis masanya, ia harus pergi selama sebelas bulan lamanya untuk bertemu lagi di kesempatan yang lain.

Selamat tinggal, Agustus. Kuharap kita masih bisa bertemu tahun depan.

Lalu untuk September, selamat datang. Dari titik ini aku sudah melihat tagihan desain kepanitiaan yang melambai-lambai, juga tugas-tugas kuliah yang berlari mengarah ke mari. Bulan yang penuh kesibukan kepanitiaan; bulan pertama kuliah semester ganjil; bulan adaptasi kampus lagi; bulan penuh rapat.

Sedih karena Agustus diakhiri dengan tugas kepanitiaan dan kuliah yang datang bersamaan. Namun, kabar baiknya, di penghujung Agustus ini sudah ada Idul Adha yang siap menyambut di gerbang September.

Yup, tanggal 1 September besok (yang tinggal beberapa menit lagi) adalah hari Idul Adha. Lebaran lain yang juga tidak kalah ramai dengan lebaran Idul Fitri. Sanak keluarga berkumpul, undangan silaturahim berdatangan, makanan enak dikeluarkan, dan yang paling membahagiakan adalah … hari Idul Adha jatuh pada hari Jumat.

Semi-long holiday!

Yah, tapi tidak ada kata libur untuk tagihan tugas kepanitiaan … dan sialnya, itu juga untuk tugas kuliah. :”)

.

.

yang maso lagi,

Depok, 31 Agustus 2017

Advertisements
Curhat, Opini

Belajar Ikhlas

Ketika orang lain berlomba-lomba menumpuk deretan kepanitiaan dan organisasi di riwayat hidupnya, aku justru tidak mendapat dukungan secara penuh dari kedua orang tua.

“Kamu tuh capek-capek rapat, pulang malam, terus ikut jualan danus (dana usaha) juga nggak dapat apa-apa. Udah, nggak usah ikut organisasi.” Begitu kata Ibu pada suatu hari ketika aku baru pulang rapat pukul 7 malam.

“Organisasi itu belajar banyak hal kok. Kepemimpinan, pengalaman, bersosialisasi, dll,” sanggahku, berusaha menyebutkan hal-hal yang bisa kudapatkan dari sebuah organisasi atau kepanitiaan.

Sayangnya, argumenku masih saja dibantah.

Continue reading “Belajar Ikhlas”

Curhat, Islam

9 Hal Menarik di Tanah Suci

Sampai hari ini aku masih mengingat perasaan empat bulan yang lalu ketika pertama kali menginjakkan kaki di tanah suci Madinah dan Mekkah. Pun dengan panasnya yang ekstrem, tetapi itu nggak serta-merta menyurutkan jamaah umrah untuk tawaf mengelilingi Kakbah di bawah sinar terik matahari.

Selama tujuh hari di sana aku menemukan hal-hal yang menarik dan mungkin baru kurasakan terutama di Mekkah dan Madinah―yang selanjutnya akan kusebut Arab saja.

Nomor satu sampai sembilan, semuanya bikin tercengang! 😀

Continue reading “9 Hal Menarik di Tanah Suci”

Curhat, Kuliah

Libur Usai, Kuliah Mulai

Sedang kehilangan motivasi? Butuh membentuk semangat baru? Mungkin kamu berada di tempat yang tepat! ☻

Setelah melewati libur panjang yang baru pertama kali kurasakan, hilangnya semangat kuliah itu kupikir hal yang wajar. Apalagi hari ini adalah hari pertama dimulainya semester baru.

Nah, sebagai mahasiswa yang kehilangan semangat itu, aku tentu butuh motivasi. Dan ada satu hal yang membuatku semangat berangkat ke kampus hari ini.

Nasi padang kansas.

Continue reading “Libur Usai, Kuliah Mulai”

Cerita Fiksi

Cerita Fiksi: Sekuntum Mawar Putih

Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Sebut saja ada si Cantik dan si Buruk Rupa. Jika ada yang mendapat peran si Buruk Rupa, itu pasti aku.

Aku hanyalah sekuntum mawar putih yang membosankan. Kelopakku masih kuncup, tidak menarik. Di antara teman-temanku yang lain, akulah si Buruk Rupa―dan aku memilih untuk menjadi demikian. Kalian tahu? Karena setelah kelopakku, yang juga mahkotaku, merekah, maka aku akan mati. Dan aku tidak mau mati lebih cepat demi menuai pujian dari manusia. Manusia yang memisahkanku dari keluargaku di salah satu semak-semak di depan rumah, kenapa aku harus berkorban demi menuai pujian darinya?

Namun, kekeraskepalaanku itu justru menyulitkan diriku hari ini.

Continue reading “Cerita Fiksi: Sekuntum Mawar Putih”

Ospek, Unpad

FIKOM Unpad: Dedikasi 2015

Setelah OSPEK universitas, sekarang OSPEK fakultas! Berhubung aku berada di FIKOM (Fakultas Ilmu Komunikasi), jadi bahasan ini aku berfokus ke OSPEK FIKOM saja, yaitu Dedikasi 2015.

OSPEK ini kalau nggak salah berlangsung sekitar 3-4 hari (oke, lagi-lagi aku lupa). Langsung lanjut setelah OSPEK universitas selesai tanpa ada jeda hari untuk istirahat. Sayangnya, mungkin karena agak drop juga (plus homesick, maybe?), jadinya untuk rangkaian intinya aku cuma hadir hari pertama dan terakhir. Satu hari sakit, satu hari penyembuhan. Jadi … aku agak clueless dengan rangkaian OSPEK dan juga teman kelompokku. 😅

Dan di sinilah aku, kembali mengingat kisah mengenaskan dua tahun yang lalu, ketika baru pertama kali merasakan yang namanya OSPEK fakultas.

Continue reading “FIKOM Unpad: Dedikasi 2015”

Ospek, Unpad

PRABU UNPAD 2015

Prabu Unpad adalah nama OSPEK atau rangkaian penerimaan mahasiswa baru di Universitas Padjadjaran. Sudah menjadi rahasia umum kan ya kalau OSPEK di universitas itu ada tiga? OSPEK universitas, fakultas, dan jurusan. Nah, Prabu ini OSPEK tingkat universitasnya.

Sebenarnya aku sudah lama mau nulis tentang ini, tapi … entah kenapa nggak jadi melulu dan baru jadi sekarang. 😂

Continue reading “PRABU UNPAD 2015”

Unpad

Jatinewyork, Jatinanger, dan Jatinangor

Dari sini, mungkin aku akan memulai rangkaian nostalgia dua tahun yang lalu. Ketika aku pertama kali melangkahkan kaki, masuk ke dunia kuliah.

Tahun 2015 aku lulus dari semua SMA swasta islam terpadu di Kota Depok. Namun, ternyata aku justru ditakdirkan untuk melanjutkan studi di sebuah kecamatan di Kota Sumedang. Mungkin sulit dibayangkan kalau disebut “kampus di Kota Sumedang”, tapi kalau kusebut “kampus di Jatinangor” pasti ada sebagian besar dari kalian yang menyadarinya.

Jatinangor sering diplesetkan menjadi Jatinanger (nanger-nya dibaca seperti ranger di Power Ranger) atau Jatinewyork. Setahun di sana nggak lantas membuatku tahu asal-usul plesetan itu. Pada kenyataannya, Jatinangor hanya sebuah kecamatan dan dipadati jasa sewa indekos. Tidak heran kalau banyak anak rantau di dalamnya yang umumnya mahasiswa karena ada deretan empat kampus di Jatinangor, yaitu IKOPIN, IPDN, ITB, dan Unpad. Aku sendiri sempat mencicip studi selama satu tahun di kampus yang terakhir, yaitu Unpad.

Continue reading “Jatinewyork, Jatinanger, dan Jatinangor”