#AksaraAgustus2017 · Ospek

Maba Rawan Terpica

Setelah mengarungi KBBI di ponsel juga bantuan dari Om Gugel, akhirnya aku memilih kata pica sebagai kata pertama untuk membuka #AksaraAgustus2017 di sini. Ternyata agak sulit juga ya, terlebih aku harus paham cara memakai kata tersebut dalam sebuah kalimat. 😂

Nah, menurut hasil salin-tempel dari KBBI, pica atau terpica bermakna lengah, lalai, atau meleng. Dan entah kenapa sejak satu tahun yang lalu aku membuat hipotesis bahwa maba (mahasiswa baru) itu rawan terpica.

Satu tahun yang lalu ketika aku menjalani kegiatan OSPEK kedua dalam hidupku di kampus yang baru, aku menambahkan sebuah akun pelaporan barang hilang (Lost and Found) di sekitar kampus di daftar teman. Untuk jaga-jaga semisal aku kehilangan barang, atau menemukan barang hilang milik orang lain yang di-share secara meluas melalui sosial media. 

Kebetulan kampusku mempunyai rangkaian OSPEK yang cukup panjang dan padat, hampir sebulan penuh. Di saat yang sama, aku memperhatikan selama OSPEK akun Lost and Found sering sekali mengirimkan pesan broadcast barang hilang atau barang ditemukan―mayoritas hilang. Umumnya disebabkan oleh individunya yang gampang terpica. Bahkan di pertengahan hingga akhir bulan, pesan broadcast-nya bukannya berkurang justru semakin bertambah, dan informasi kehilangan barang itu didominasi oleh barang milik maba. Dari payung, ponsel, dompet, kartu ATM, hingga kunci kamar asrama/indekos―alamat numpang tidur sementara di kamar teman. Ada juga yang kehilangan tugas atau atribut OSPEK, kalau yang ini biasanya membuat hidup maba jadi tidak tenang dan dihantui senior, khususnya tim disiplin.

Aku cukup yakin mengenai asumsi bahwa maba rawan terpica karena semenjak OSPEK selesai dan perkuliahan dimulai, intensitas laporan kehilangannya justru baru berkurang drastis. Bahkan aku sempat mengira akun itu nggak beroperasi lagi karena pernah beberapa hari berturut-turut nggak ada laporan kehilangan atau barang ditemukan. 😂

Aku bisa maklum dan paham kalau maba yang gampang terpica. Sebagiannya anak indekos baru, dan hampir semuanya sedang masa beradaptasi―nggak berlaku bagi mahasiswa veteran (yang ngulang SBM). Apalagi kegiatan OSPEK tingkat universitas kami sering mengharuskan ribuan maba berkumpul di satu area. Ramai, riuh, rusuh. Sekali terpica, hilang sudah barang kita. Apalagi kalau yang hilang yang berharga. Harapan terakhir cuma bisa berdoa, kalau nggak kembali ya cuma bisa berlapang dada.

Dimulainya rentetan laporan barang hilang sejak tiga hari yang lalu dari akun Lost and Found itu menyadarkanku bahwa rangkaian OSPEK kampusku sudah dimulai lagi. Ini masih awal-awal, belum semua maba berteman dengan akun Lost and Found itu. Lihat saja besok-besok, kalau sudah pada add akun itu pasti mulai banyak laporan kehilangan lagi. :”)

So, wankawan, jangan lupa jaga barang dan jangan terpica sama barang sendiri. Tapi kalau telanjur hilang dan nggak ada harapan kembali, ikhlaskan saja. Toh, semua yang kita miliki ini bukan milik kita, dan pasti akan kembali kepada-Nya, Maha Pemilik Segalanya. Positive thinking!

.

.

rufindhi

Depok, 1 Agustus 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s