#AksaraAgustus2017 · Permainan

Game: Raft Survival 3

mandam /man·dam/ v 1 berasa pusing krn mabuk; mabuk: — seperti mabuk kepayang; 2 ki terlampau asyik: — dalam percintaan;

Mandam yang kupakai di sini adalah mandam yang kedua, yaitu terlampau asyik

Dan inilah yang membuatku mandam hingga lupa waktu dan lupa menulis untuk #AksaraAgustus2017 yang kemarin.

Yes. Sebuah permainan di ponsel yang baru kali ini membuatku benar-benar mandam. Pas mengecek jam, tahu-tahu sudah besok. Baru ingat kalau belum nulis. Huft. Sebagai ganti lupa menulis karena bermain, menulis game review dari Raft Survival 3 rasanya menarik juga.

Dan sepertinya ini akan panjang. Silakan kebijakannya untuk meneruskan atau meninggalkan. Kebosanan nggak ditanggung, tapi bisa saja jadi tiba-tiba pingin main juga. Hehe.

Seperti judul yang tertera, namanya Raft Survival 3. Permainannya apa dan bagaimana bisa dilihat dari judulnya. Bertahan hidup di rakit, dan ini edisi ketiganya. Aku nggak tahu edisi pertama dan keduanya seperti apa, ini asal unduh saja karena terlihat menarik. 

Sistem permainan ini sebenarnya sangat-sangat sederhana, fiturnya nggak serumit permainan lain. Pemain akan disuguhi tampilan tiga dimensi dan memakai mode seolah-olah kita menjadi orang yang ada di permainan itu―dilihat dari layar yang menampakkan sudut pandang orang pertama. Susah-susah gampang. Seperti permainan pada umumnya, permainan ini juga punya tantangan: Kemampuan bertahan hidup, sistem “langsung-game-over” kalau lapar/dehidrasi, dan hiu yang suka gerogotin rakit kayu.

Permainannya dimulai dengan kita yang berdiri di sebuah rakit 2×2 di lautan yang luas tanpa kelihatan ujungnya. Ya, kita terdampar di lautan, dan harus bisa bertahan hidup. Kita hanya diberikan sebuah alat, yaitu hook (kail yang ada talinya) yang berguna untuk mengambil barang-barang yang mengambang dan bergerak di lautan karena arus. Ada grass (rerumputan), metal (logam?), dan woods (kayu). Selain itu juga ada barrel yang isinya bervariasi, random antara grass, metal, woodspalm seeds (benih pohon kelapa), dan potato. Cara bertahan hidup kita adalah dengan mengambil barang yang hanyut itu menggunakan hook yang kita miliki.

Nah, mundur sedikit dulu pembahasannya menuju tampilan home atau menu utama. Pada layar menu utama, hanya ada tulisan new game dan continue dengan suara ombak ringan serta tampilan rakit ukuran 2×2 (empat kotak). Saat mulai bermain, tampilan analog-nya akan seperti ini:

Analog-nya seperti itu, tapi untuk pertama kali main ya nggak sebesar itu rakitnya.

Menu kanan atas akan mengarahkan kita ke mrnu utama (home), di samping ada level untuk makan, minum, dan nyawa yang menjadi kunci permainan ini, sedangkan menu bag di sebelah kiri atas adalah menu untuk membuat barang. Semacam creative kit begitulah. Bulatan di kiri bawah untuk menggerakkan si “aku”, bulatan kanan untuk mengganti arah pandang (semacam menoleh begitu), dan bulatan dengan petir itu untuk melompat.

Ada tiga sub-menu di bag menu (kiri atas): Peralatan, “furnitur”, dan … yang terakhir itu tambahan saja. Kalau lima kotak yang ada di bawah itu semacam menu untuk memudahkan kita mengambil sesuatu yang ada di inventory (total inventory 20 item). Cara untuk membuka inventory: tinggal tekan bag menu di kiri atas.

Sub-sub-menu paling atas (gambar palu dan sekop).

Sub-sub-menu pertama ini isinya hook (kail), hammer (palu), axe (kapak), spear (tombak), dan fishing rod (pancing ikan). Cukup sekali buat, tetapi kadang suka nggak sengaja kebuang ke laut, jadinya harus buat lagi. Bisa di-stock juga dan disimpan di chest kalau mau.

Sub-sub-menu kedua (gambar tenda).

Sub-sub-menu kedua ini isinya chest (peti; untuk menyimpan barang), cooking station (untuk memasak potato/rawfish), water purifier (untuk menjernihkan air laut menjadi air siap minum), cropplot (untuk menanam potato, setiap menanam satu potato akan mendapat dua potato), tree cropplot (untuk menanam palm seed menjadi pohon kelapa; menghasilkan kayu, kelapa, dan palm seed untuk ditanam kembali), dan net (untuk menjaring barang-barang yang hanyut di laut secara otomatis).

Sub-sub-menu terakhir ini isinya rope (tambang; dari 2 grass, salah satu bahan untuk membangun rakit) dan tin can (kaleng; untuk ambil air laut).

Ada tiga aspek yang sangat krusial dan harus diperhatikan di permainan ini: Makan, Minum, Kesehatan(?). Kalau nggak makan atau minum, nanti bisa menurun dan kalau salah satunya habis bisa game over, ulang dari awal―itu sisi realistis dari permainan ini yang sekaligus menyebalkan, lol. Untuk kesehatan/nyawa/apalah itu, kita bisa menjaganya dengan nggak menceburkan diri ke ke laut.

Tips yang harus dilakukan adalah mengumpulkan barang hanyut sebanyak-banyaknya untuk membuat barang lain, seperti hammer (untuk membangun rakit menjadi lenih besar/memperbaiki yang rusak), axe (untuk menghancurkan bagian rakit yang nggak diperlukan/menebang pohon kelapa), spear (melindungi rakit dari hiu; bisa dapat daging hiu kalau beruntung), dan fishing rod (untuk memancing ikan ukuran sedang untuk dimakan/dimasak).

Hal pertama yang harus dibuat adalah untuk menopang yang paling krusial, yaitu makan dan minum. Untuk level hati/nyawa, jaga agar si “aku” nggak tercebur ke laut juga sudah cukup. Untuk minum, dibutuhkan tin can dan water purifier―bisa dilihat sendiri apa saja yang dibutuhkan untuk membuat water purifier. Caranya, buat tin can (2x metal) dan water purifier terlebih dahulu, taruh water purifier di rakit, ambil air laut dengan tin can, taruh di water purifier, lalu tunggu hingga warna airnya berubah. Habis minum, isi lagi tin can-nya dan taruh lagi di water purifier. Lakukan terus untuk menjaga agar nggak terkena dehidrasi (kalau level minumnya kosong, bisa game over).

Untuk makanan ada dua jenis makanan yang bisa dipilih: Rawfish atau potato. Kalau potato, ambil barrel yang lewat karena ada yang isinya potato.  Buat cropplot untuk menanam potato, tunggu sampai tanamannya membesar (cepat banget kok), panen jika sudah berhenti tumbuh, nanti akan dapat dua potato sekali panen (kalau panen di waktu yang benar; kalau panennya terlalu cepat nanti cuma dapat satu). Tanam lagi, tunggu, panen, makan, dan lakukan berulang kali. Bisa dibantu dengan membuat satu cropplot lagi untuk menyimpan stok makanan.

Kalau rawfish, harus punya fishing rod dan cooking station. Fishing rod gunanya untuk menangkap ikan di laut. Dipanggang di atas cooking station sampai warnanya jadi hangus, atau dimakan mentah juga bisa, tapi tingkat kekenyangannya sedikit. Kalau mau dapat daging hiu (shark meat), buat spear dulu. Serang hiu yang merusak rakit kita, kalau beruntung nanti dapat shark meat yang tingkat kekenyangannya cukup tinggi dan sedikit melepaskan dahaga.

Peralatan apa yang penting? Sebenarnya semuanya penting, tapi yang paling penting itu sudah tersedia saat pertama mulai bermain, yaitu hook. Hook bisa digunakan untuk mengambil item di laut (termasuk potato untuk makan). Setelah itu yang penting adalah spear, untuk melindungi rakit dari hiu. Dilanjutkan dengan hammer yang berguna untuk membangun rakit, lalu fishing rod untuk memancing (dengan catatan bahwa sebelumnya mengandalkan potato untuk makan), dan yang terakhir adalah axe. Jangan lupa pasang beberapa net juga untuk menjaring barang yang hanyut, itu sangat membantu―bahkan hook malah nggak lagi berguna.

Personal tips from me:

  • Pertama kali main, segera ambil item hanyut dengan hook. Kumpulkan bahan untuk membuat tin can dan water purifier (+ cropplot). Tin can dan water purifier untik kebutuhan minum, sedangkan cropplot untuk “menggandakan” potato untuk kebutuhan makan.
  • Biarkan bagian bawah rakit menjadi area lapang (hanya ada pilar-pilar saja tanpa barang-barang). Kalau mau ada barang selain water purifier, taruh di lantai atas. / (+) untuk memudahkan pandangan kita mengawasi pinggir rakit yang diserang hiu. Optional sih.
  • Buat chest untuk menyimpan stok bahan membangun rakit dan stok makanan. Kalau bisa, satu chest untuk satu jenis item. / (+) punya stok 10×10 per item, isi chest jadi rapi sehingga mudah diingat. / (-) butuh bahan untuk membuat banyak chest, menuntut untuk hafal isi tiap chest, butuh space khusus untuk menaruh chest.
  • Pasang net di sepanjang satu sisi rakit (depan/belakang). Satu net untuk permulaan, dua untuk lanjutan. Sebenarnya tiga juga sudah cukup, bahkan item-nya menumpuk (lihat foto di bawah).
  • Jangan ragu untuk membuang item yang terlalu banyak, biasanya yang banyak itu grass, rope (olahan grass), dan woods. Maksimal 10×10 buah per item juga sudah sangat mencukupi. Kalau punya net, pengumpulan item yang kedua kalinya akan lebih mudah lagi jika habis dipakai membangun rakit atau lainnya. 
  • Langsung perbaiki bagian rakit yang dimakan hiu. Periksa hp-nya dengan hammerrepair. Usahakan jangan sampai 0 hp karena akan hilang. Kalau hilang ya … bikin lagi. :”)
  • Kumpulkan metal dan hematlah dalam pemakaiannya. Metal cukup sulit dikumpulkan karena sekali ambil hanya dapat +1, berbeda dengan grass dan woods yang sekali ambil dapat +10 (nilai max untuk tiap kotak item). Jangan ragu buang grass dan woods (setelah re-stock persediaan, tentunya).
  • Pas mancing ikan, posisikan pemainnya di dekat cooking station. Jadi, habis mendapat ikan, langsung dimasak. Begitu terus sampai banyak. Bisa mancing di mana saja, mau rakit paling bawah, lantai dua, dst. Benang pancingnya panjang. Tapi jangan lupa makan sama minum karena mandam memancing.
  • Water purifier letakkan di dekat air untuk memudahkan isi ulang air lautnya, bisa di pinggir rakit atau di dekat net. Direkomendasikan dekat net, biar water purifier-nya masih aman ketika hiu menyerang net (karena hiu umumnya menggerogoti bagian pinggir, tapi sesekali juga agak ke tengah kalau hiunya bala, huh).
  • Kalau dapat shark meat, berbahagialah! Lalu segera panggang. Santap sebagian (dua buah saja sudah kenyang, tapi masih butuh minum sih), lalu simpan sebagian lagi di chest. Cara dapat shark meat? Hoki-hokian sih, yang jelas kita harus melindungi rakit dari serangan hiu dengan melakukan attack memakai spear. Kalau beruntung, bisa dapat shark meat.
  • Catatan lain untuk mendapat shark meat, pastikan minimal ada 2 kotak kosong di inventory ketika akan menyerang hiu. Kebanyakan grass/woods? Buang aja, lol. Karena kalau dapat shark meat tapi inventory-nya penuh, shark meat-nya nggak tersimpan. 😦
  • Apa lagi, ya? Lupa euy. Nanti ditambah lagi kalau inget.
Ceritanya lagi mancing sambil masak ikan. Sangkil dan mangkus!

Intinya, stok banyak makanan dan jangan sampai dehidrasi. Kalau ketiga level krusial tadi sudah stabil dan aman, baru deh bisa bebas membangun rakit jadi rumah―bahkan jadi kota (?), menanam pohon dengan tree cropplot (sebagai hiasan atau mau panen kelapa), sambil menyerang hiu yang menggerogoti rakit kita.

Ironisnya, saking menjaga si “aku” biar nggak kelaparan dan dehidrasi, aku―yang main―malah sampai lupa waktu dan lupa makan, lol.

.

.

masih berusaha menulis di tengah gempuran tagihan “tugas” dadakan kepanitiaan

Depok, 12 Agustus 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s