Cerita Fiksi

Cerita Fiksi: Sekuntum Mawar Putih

Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Sebut saja ada si Cantik dan si Buruk Rupa. Jika ada yang mendapat peran si Buruk Rupa, itu pasti aku.

Aku hanyalah sekuntum mawar putih yang membosankan. Kelopakku masih kuncup, tidak menarik. Di antara teman-temanku yang lain, akulah si Buruk Rupa―dan aku memilih untuk menjadi demikian. Kalian tahu? Karena setelah kelopakku, yang juga mahkotaku, merekah, maka aku akan mati. Dan aku tidak mau mati lebih cepat demi menuai pujian dari manusia. Manusia yang memisahkanku dari keluargaku di salah satu semak-semak di depan rumah, kenapa aku harus berkorban demi menuai pujian darinya?

Namun, kekeraskepalaanku itu justru menyulitkan diriku hari ini.

Continue reading “Cerita Fiksi: Sekuntum Mawar Putih”

Advertisements