Postcrossing

Cobain Postcrossing.com

20181006_204519_0001-571480516.png

Postcrossing Main Logo.png

Semuanya berawal dari … apa, ya. Aku juga agak lupa, hahaha. Intinya, postcrossing ini tiba-tiba membuatku tergelitik untuk mencoba. Terlebih, aku orangnya memang suka banget coba-coba hal baru.

Tapi, memangnya apa sih Postcrossing itu?

Postcrossing adalah sebuah website yang juga sebuah proyek online berkirim kartu pos ke seluruh dunia.

Seluruh dunia? Memangnya ada yang dari Antartika? Ada! Mungkin tidak seluruh negara di dunia menjadi anggota website ini, tetapi anggotanya mencapai 700.000-an lho, dan anggota terbanyak ada di Rusia (90 ribuan anggota).

Lalu, apa yang kita lakukan di website itu? Sederhananya, kita akan mengirim dan dikirimi kartu pos. Oh, yang bisa mengirim dan menerima hanya anggotanya saja, ya. Yang dikirim sebenarnya bisa selain kartu pos, seperti amplop berisi kartu pos kosong atau surat. Tapi, umumnya yang dikirim adalah kartu pos karena di website-nya pun memakai istilah ‘postcard‘, bukan ‘mail‘ atau ‘letter‘.

Kartu pos yang itu? Iya, yang itu. Yang dikirimnya pakai prangko. Yang isi suratnya terpampang nyata(?) dan bisa dibaca oleh siapa saja―termasuk Pak Pos kalau beliau iseng. Yang nunggunya butuh kesabaran. :))

Terus, gimana cara kerja website itu?

Cara kerjanya, pertama tentu kita harus jadi anggota. Caranya ya daftar saja. Gratis kok, paling cuma modal kuota internet. 😁

Saat pertama kali membuka postcrossing.com, maka yang muncul adalah foto di atas. Untuk membuat akun baru, klik Create an account ― it’s free! yang ada di kotak biru. Kemudian akan muncul ke halaman yang berisi kolom-kolom data yang harus kita isi. Setelah itu, klik Sign me up!

Tampilan data yang harus diisi untuk membuat akun baru

Tampilan akun profil milik kita

Foto di atas adalah tampilan profil kita. Di bawahnya ada profil yag bisa kita isi sesuka hati. Setelah daftar dan mengisi data diri (termasuk alamat lengkap), baru kita bisa mulai kirim kartu pos yang pertama!

Di laman utama, akan ada dua ‘tombol’ penting, yaitu Send a Postcard dan Register a Postcard. Klik yang Send kalau kita mau mengirim kartu pos, klik yang Register kalau kita menerima kartu pos dan ingin mendaftarkan sekaligus ‘memberi tahu’ si pengirim bahwa kartu posnya sudah sampai. Karena kita baru pertama, jadi klik yang Send dulu, yaa.

request address

Yang muncul selanjutnya adalah halaman di atas ini. Bar panjang berwarna biru itu adalah notifikasi jumlah kartu pos kita yang sedang dalam perjalanan. Halaman itu semacam mesin yang akan memberikan sebuah alamat acak untuk kita berikan kartu pos. Baca baik-baik notes di sana, ya. Jangan lupa centang kotaknya, lalu klik Request Address. Dalam satu waktu, kita hanya bisa meminta maksimal lima alamat (dan akan bertambah jumlahnya seiring jumlah kartu yang kita terima sudah banyak―ada penjelasannya di website). Dan (mungkin) baru bisa minta lagi kalau kartu pos kita sudah diregistrasi oleh penerima (sudah sampai).

Tampilan hasil dari request address (alamatnya acak ya)

Kemudian, akan muncul sebuah halaman yang berisi alamat acak berikut nama penerimanya. Walaupun acak, itu alamat nyata kok, hehe. Di halaman yang sama, ditampilkan juga username penerima, negara asalnya, bahasa yang dia kuasai, dan tanggal lahirnya (bagi yang mencantumkan saja). Selain itu, kita juga akan diberi sebuah Postcard ID yang WAJIB kita tulis di kartu pos kita, nantinya kode itulah yang digunakan penerima untuk diregistrasi ke website dan memberi tahumu bahwa kartu posmu sudah sampai. Karena kita tinggal di Indonesia, huruf depan ID-nya adalah ID; kalau Jerman GE, Rusia RU, dsb. Intinya ID itu krusial banget, dan jangan sampai kelupaan ditulis!

Oh, ya. Selain alamat dan Postcard ID, di bawahnya akan ada peta kecil yang menunjukkan tujuan kartu pos kita nanti. Kemudian, di bawahnya ada profil atau biodata si penerima. Biasanya isinya perkenalan singkat dan dia akan menyebutkan hal-hal yang dia sukai (atau tidak sukai)―dalam konteks ‘gambar di balik kartu pos’. Biasanya di balik kartu pos suka ada gambar gitu kan ya? Nah, dari profil itu, kita akan mengetahui apa sih tipe gambar kartu pos yang dia suka. Gitu.

Notifikasi e-mail tentang calon penerima kartu pos kita

Selain mendapat informasi langsung di website-nya, kita juga akan dikirimi e-mail oleh Postcrossing yang isinya kurang lebih sama. Ada nama dan alamat penerima, juga ada profil di bawahnya.

Selanjutnya apa yang harus kita lakukan? Tentu saja mengirim kartu pos dengan segera! 😀

Tips dariku, bagi yang baru mendaftar, request address-nya sekali dulu saja (apalagi kalau baru pertama kali berkirim kartu pos). Lalu, sebaiknya sebelum request address sudah kamu siapkan kartu pos dan prangkonya (atau prangkonya bisa dibeli pas mau dikirim lewat kantor pos). Jadi, nanti tinggal tulis kartu pos, tempel prangko, lalu dikirim dengan segera melalui kantor pos.

Perihal kesegeraan ini juga krusial, bahkan diwanti-wanti oleh website-nya sendiri, karena jika kita tidak mengirim kartu pos setelah mendapat alamat, yang rugi adalah si calon penerima itu. 😦 Menurut analisis ngawurku dengan riset seadanya, website itu menganut hukum aksi-reaksi(?). Kita kirim (dan sudah diterima) 1 kartu, maka akan mendapat kesempatan menerima 1 juga. Kita kirim 10, maka kita akan mendapat 10 kesempatan menerima kartu juga. Jadi, kalau calon pengirim sudah mendapat alamat si X tapi tidak mengirim kartu pos sama sekali, si calon penerima akan kehilangan 1 kesempatan menerima sebuah kartu pos dalam waktu tertentu. Nantinya alamat itu akan kadaluwarsa sih, aku lupa (mungkin setelah 3 bulan tidak dikirim), tapi si X ini jadi musti menunggu lebih lama lagi. 😦

Saranku, kalau ini berat, biar aku saja tetap kirim saja. Kita harus bertanggung jawab. Tidak punya kartu pos? Bisa beli di kantor pos. Tidak punya uang untuk membelinya? Bisa buat sendiri. Jangan bikin alasan untuk lari dari tanggung jawab, toh harga prangko untuk ke Rusia sekalipun kemarin aku cuma kena Rp10.000 (adanya perangko Rp5.000, ya sudah beli dua). Jadi, jangan lari, ya! Zaman sekarang banyak yang doyan instan, mengirim kartu pos yang notabene tidak instan itu biasanya terlihat merepotkan dan tidak sedikit yang memilih kabur saja. 🙂

Kenapa aku harus coba kirim-kiriman kartu pos di Postcrossing?

  1. Kamu bakal merasakan esensi deg-degan (kalau bahasa Jepangnya, doki-doki) beberapa kali; saat request address acak, saat menyampaikan kartu posmu di kantor pos/kotak pos, dan saat menerima kartu pos dari negeri antah-berantah.
  2. Buat generasi Y akhir yang tidak terlalu akrab dengan kegiatan filateli, postcrossing bisa menjadi hobi yang unik dan seru!
  3. Duh, ayolah, apa kamu tidak bosan dengan segala sesuatu yang kini sudah serba instan? Aku saja bosan. Tidak ada salahnya mencoba berkirim kartu pos menggunakan prangko. Esensinya beda lho sama mengirim paket dengan jasa kurir yang sehari tiga hari sampai.
  4. Website ini levelnya internasional, jadi kemungkinan besar alamat tujuan kita pasti luar negeri! Lumayan kan, kalau berlanjut dengan obrolan atau malah jadi penpal (sahabat pena), kita jadi punya teman baru.
  5. Berkirim kartu pos itu murah. Paling mahal mungkin pakai prangko senilai Rp10.000 agar kartu posmu sampai ke negara tujuan (sebenarnya tiap zona dan benua berbeda-beda sih harganya; yang kutemukan di internet juga beda sama waktu nanya di kantor posnya langsung, hmm).
  6. Yuk, buat sendiri hal-hal yang membuatmu harus cobain postcrossing!

Apa sih, aku sok banget padahal baru juga sekali ini kirim kartu pos, hahaha.

Tapi, karena aku tahu ini menyenangkan, makanya aku jadi mempromosikan kegiatan ini. Jangan sampai kebiasaan filateli (mengumpulkan prangko) jadi langka lalu musnah. Aduh, rasanya sayang banget kalau hobi seseru ini tidak dilestarikan lagi.

Memangnya kebiasaan ini sudah musnah di Indonesia? Tidak, masih ada, tapi hanya segelintir orang saja. Di website Postcrossing sendiri, anggota dari Indonesia, terhitung 19 Februari 2018, hanya ada 7.150 anggota (dari total 261.115.456 populasi di Indonesia). Kalah rasio dengan Rusia, ada 90.777 anggota Postcrossing dari total 144.342.396 penduduknya. Atau Taiwan dengan jumlah 83.313 anggota dari total 22.894.384 penduduk. Perbandingannya jauh banget, ya. Sisanya bisa dilihat di sini. Fyi, itu hanya yang terdaftar di Postcrossing, belum sama yang di luar itu.

Keberadaan teknologi bukan berarti kita melupakan keseruan filateli. Memang sih membutuhkan waktu yang tidak sebentar, tapi proses itulah yang membuat hasilnya begitu berkesan (yang instan jarang sekali ada yang berkesan). Mirip pedekate, prosesnya lama, kalau di-notice setelah melewati proses panjang pasti bakal girang kan? Sama seperti ini. Toh, tidak ada salahnya untuk mencoba. 😁

Oke, kenapa tulisan ini jadi panjang banget, ya. Hahaha. 😂

Ya, sudahlah. Happy postcrossing! 📮

.

.

Depok, 19 Februari 2018

Advertisements

17 thoughts on “Cobain Postcrossing.com”

  1. Yay! Happy postcrossing juga mbak n salam kenal 😀 Saya juga sedang mengaktifkan kembali hobi yang sudah saya tinggal selama setahun lebih. Saya setuju banget dengan betapa doki-doki nya nungguin kartu pos nyampe dan betapa ureshii nya ada kartu pos yang sampe di rumah. Btw, saya pernah dapat poster A4 dari postcrosser Rusia lho =D

    1. Wah, berarti udah lama ya main di Postcrossingnyaa, hehe. Bener banget tuh, doki-doki dan ureshii. :”) Wah, ukuran A4? Sampai dengan selamat tanpa lipatan kan? :”))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s