#NulisRandom2018, Hari-hari

PKN STAN, Talkshow Kemuslimahan, dan Trofi Pertama

Tadi siang aku pergi ke Bintaro, tepatnya ke PKN STAN, untuk menghadiri acara talkshow sekaligus pengumuman lomba yang kuikuti seminggu yang lalu.

Nama acaranya Muslimah Day STAN, ada berbagai lomba yang mereka adakan dan hari ini adalah hari puncak yang ditandai dengan acara talkshow, performance ,nasyid, plus pengumuman pemenang lomba. Aku tertarik membahas acara ini karena ada hal menarik yang bagus banget dicontoh oleh acara-acara kampus lain.

Tapi, sebelum itu aku mau cerita pembukaan dulu, hehe.

Acara talkshow-nya open gate pukul 13.30, dan aku baru berangkat pukul 13.00. Diantar oleh orang tua dan kakak yang pengin ikutan. Ibu jelas akan ikut denganku masuk ke acara talkshow, tapi ayah dan kakak laki-lakiku akan melipir ke masjid. Acaranya mulai pukul 14.00, dan aku juga tidak akan lama di sana.

Awalnya ibu malas mengantar. Jauh, katanya. Ya, memang sih, hahaha. Itulah mengapa aku berusaha mencari sesuatu yang ampuh untuk merayu orang tua agar mau mengantarku ke sana―dan ketemu! Aku ingat kalau sebelumnya aku pernah mengikuti lomba dari PKN STAN, namanya PRPN STAN. Dari acara itu, aku mengikuti lomba komik strip dan alhamdulillah meraih juara dua. Namun, sejak pengumumannya di awal Maret sampai tadi siang, aku belum mendapatkan hadiah selain hadiah uang (yang sudah ditransfer lebih dulu). Hadiah yang belum kkudapatkan adalah sertifikat dan trofi. Aku benar-benar mendambakan trofi itu karena itu adalah trofi pertamaku sejak pertama kali aku ikut lomba waktu SMP.

FYI, salah satu motivatorku untuk mengikuti banyak lomba dan tidak lelah walau sering kalah adalah trofi. Sejak SD aku iri dengan temanku yang sudah punya banyak trofi di rumahnya, dan itulah yang menjadi pemacuku untuk aktif ikut banyak lomba. Trofi dari PRPN STAN ini adalah trofi pertamaku dari sekian prestasi yang pernah kuraih―umumnya hanya mendapat sertifikat dan/atau uang tunai.

Nah, trofi inilah yang kujadikan bahan rayuan agar ayah mau mengantarku―dan berhasil. 😂 Soalnya ibu juga kerap menanyakan hadiah lomba komik strip itu sampai aku yang peserta lombanya malah sebal karena ditanyai terus, sedangkan pihak panitia lombanya memang masih ada sesuatu yang harus mereka lakukan sebelum bisa mengirim hadiahnya, entah apa.

Setelah menanyakan perihal hadiah trofi itu dan dikonfirmasi bahwa bisa ketemu untuk diambil langsung, keesokan harinya berangkatlah kami pukul 13.00 dari rumah. Kami tiba pukul 14.15. Acaranya benar-benar baru dimulai dan sudah cukup ramai.

Nah, pembahasan mengenai acara Muslimah Day STAN akan kumulai dari sini.

Acara di hari puncak ini diadakan di Gedung G PKN STAN, kata ayahku yang alumni STAN gedung G ini GOR. Yah, aku sih percaya saja setelah beliau menambahkan ada gedung P dan itu Perpustakaan. Mungkin sistem penamaan gedungnya memang memakai inisial huruf depan. Aku pribadi tidak asing dengan gedung ini karena tahun 2016 lalu pernah mendaftar STAN dan melakukan semacam verifikasi berkas di gedung ini―FYI saat itu hari Senin dan siang setelah mengurus berkas itu pun aku langsung ke Jatinangor karena aku masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di Unpad. 😁

Karena acaranya muslimah, tentu panitianya perempuan semua. Tidak seperti ‘seragam’ panitia pada umumnya yang berupa kaos dengan logo acara, ‘seragam’ panitia Muslimah Day STAN ini berupa outer. Ada yang warna merah marun, ada juga yang warna merah muda. Unik, itu yang pertama kali kupikirkan. Outer-nya pun bisa dipakai juga untuk jalan-jalan, tanpa harus kelihatan kalau itu seragam panitia (eh tapi aku kurang tahu sih outer panitianya ada logonya juga atau tidak, hehe). 😁

Di bagian registrasi, aku dan ibu lancar-lancar saja karena aku sudah mendaftarkan kami berdua melalui formulir daring. Tinggal sebut nama, kemudian kami diberi sovenir bros bunga dari pita yang lucu. Setelah itu kami melepas sepatu, lalu ke bagian tengah untuk duduk dan memperhatikan acara.

Nah, hal utama yang menarik perhatianku adalah tempat duduk hadirin. Bukan memakai kursi, tetapi lesehan di atas karpet merah marun yang senada dengan warna latar belakang panggung. Aku dan ibu langsung dapat menyimpulkan bahwa acara ini akan dipotong sholat Ashar dan kami akan sholat Ashar berjemaah di ruangan ini.

Kupikir jarang sekali ada acara talkshow atau seminar yang menyediakan jeda khusus untuk sholat tepat waktu, berjemaah pula. Mungkin faktor beberapa tuntutan juga ya, acara ini adalah acara muslimah, lalu dimulai sebelum Ashar dan selesai menjelang Maghrib, dan sedang bulan puasa pula. Sholat tepat waktu harus menjadi prioritas utama, tidak seperti acara kampus lain seperti OSPEK yang … yah, sengaja menghabiskan acara karena nanggung dan menyebabkan pesertanya sholat mepet adzan. 😓

Intinya, aku sangat mengapresiasi upaya yang satu ini. Termasuk inisiatif untuk sholat di tempat yang sama karena akan ribet ya kalau musti ke mushola dulu atau gimana. 😅

Acara pertama setelah sambutan ketua panitianya ternyata langsung pengumuman lomba, salah satu tujuan utamaku datang ke acara ini setelah mengambil hadiah lomba komik strip. Sayangnya, aku tidak memenangkan lomba apa pun walau mengikuti dua lomba, yaitu cerpen dan desain poster. Kuakui sih, aku mengerjakan keduanya memang di hari terakhir pengumpulan, kecuali untuk posternya sudah kucicil sejak sehari sebelumnya (sama saja ya, hahaha). Bahkan cerpennya baru kubuat dua jam sebelum garis mati. 😂 Asli ini mah jangan ditiru.

Selain faktor internal, jumlah pemenang yang diambil juga sedikit. Cerpen dan poster hanya mengambil dua pemenang, bahkan salah satu juara poster adalah juara favorit yang berdasarkan like terbanyak bagi poster yang sudah di-repost oleh akun Instagram acara ini. Karena mengumpulkan mepet pada waktunya, aku menjadi salah satu dari sekian banyak peserta yang tidak di-repost karyanya. 😂 Kupikir juga tidak akan berpengaruh banyak sih, toh yang di-repost lebih dulu akan lebih banyak mendapatkan jumlah like.

Setelah pengumuman lomba, ada penampilan dari grup nasyid Dazzling. Aku mendengarnya sambil menemani ibu yang akhirnya tidak bisa menahan diri untuk mampir ke stand jualan di dalam gedung. Stand-nya sederhana saja, hanya meja dengan barang dagangan di atasnya. Kami memboyong beberapa kerudung wolfis (yang memang sudah lama ingin kami beli lewat online tapi entah mengapa tidak jadi terus, hahaha) dan bros kain. Setelah itu kami duduk lagi, itu pun karena aku yang meminta. Ibu maunya pengin cepat pulang saja, ingin buka puasa di rumah, katanya. 😅

Tepat sebelum adzan Ashar berkumandang, acara dijeda selama beberapa menit untuk melaksanakan sholat Ashar berjemaah. Setelah itu, acara tidak langsung dilanjutkan, dan aku serta ibu memanfaatkan momen itu untuk keluar dari gedung. 😅 Kebetulan kami memang sudah janjian dengan panitia dari PRPN STAN untuk pengambilan hadiah di depan gedung tersebut.

Setelah beberapa menit menunggu dan acara di dalam gedung pun sudah mulai, panitia yang sudah janjian denganku itu pun datang. Dia memberikan map cokelat berisi sertifikat dan sebuah trofi―yang paling kunantikan sejak tiga bulan lalu! 😭 Saat itu sudah hampir pukul 16.00, setelah mengucapkan terima kasih karena sudah mau diajak bertemu dan mengantarkan hadiahnya, kami pun pulang ke habitat masing-masing. (?)

Di jalan, sempat kena hujan deras dan macet di tol. Adzan Maghrib berkumandang saat kami masih di jalan walaupun sudah di Depok, sekitar 10-15 menit dari rumah setelah dihitung dengan macet. Di dekat persimpangan menuju perumahanku, tepatnya di Jalan Raya Bogor, jalanan agak tersendat padahal sudah dekat. Ternyata banyak yang berhenti untuk berbuka puasa, dan di dekat sana ada beberapa anak muda yang membagikan takjil. 😇 Mereka membawa takjil dengan mobil yang diparkir di bahu jalan. Semoga kebaikan mereka dibalas kebaikan pula. Sayang sekali kami tidak ikut mengambil, hahaha.

Hari ini aku menemukan banyak kebaikan yang dapat dijadikan pelajaran. Walaupun sengaja pulang duluan agar bisa berbuka di rumah dan ayah juga bilang ingin bisa sholat tarawih di masjid dekat rumah. Walaupun aku tidak mendapatkan sesi talkshow yang merupakan acara utamanya. Dan, walaupun hari ini aku gagal memenangkan dua lomba, setidaknya kami pulang dari PKN STAN tidak tanpa membawa apa-apa. Alhamdulillah masih tetap membawa trofi juara walaupun ini untuk lomba yang pengumumannya sudah tiga bulan lalu. 😂

.

Depok, 2 Juni 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s