#NulisRandom2018, Opini, Ramadhan Bercerita [2018]

Bukber di Margo City, Recommended?

Saat awal bulan Ramadan, ibu sering mengatakan lebih enak buka puasa di rumah dari pada di luar. Aku sudah lebih dari tahu apa alasannya: Ramai, susah cari tempat makan, susah sholat dengan nyaman, dan lain-lain.

Namun, entah mengapa kemarin aku mendadak mengajak teman untuk bukber berdua saja di Margo City, sebuah mal paling ‘mewah’ dan nyaman di Depok yang membuatnya jadi ramai pengunjung. Lokasinya ada di Jalan Margonda, persis di seberang Detos (Depok Town Square). Mal ini punya atap yang khas yang membuatnya mudah dikenali.

hasil tangkapan layar dari Google Maps

Lantas, setelah aku merasakan bukber di sana, recommended tidak, ya?


Parkiran (motor) penuh. Pukul 4 sore aku tiba di parkiran motor Margo City, dan aku sudah kesulitan mendapatkan tempat parkir. Agak heran sih karena itu hari Selasa, hari reguler kerja, tapi juga tidak terlalu heran karena anak sekolah dan mahasiswa sudah memasuki musim liburan. Parkiran yang penuh ini juga disebabkan oleh oknum-oknum yang parkirnya renggang sih, area yang seharusnya masih cukup satu motor lagi jadi tidak berguna.

Karena masih dua jam sebelum waktu berbuka, mal jadi ramai sekali. Beberapa mungkin sudah duduk di kursi suatu restoran atau foodcourt di lantai tiga agar tidak perlu kesulitan mencari tempat lagi nantinya.

Untuk foodcourt, pukul 4 sore masih cenderung sepi, tapi sudah ada beberapa orang yang duduk di meja. Ini jam-jam yang kusarankan untuk mencari meja sih walaupun Maghribnya masih lama juga. Kalau bukber bersama teman, biasanya menunggu dua jam tidak semembosankan yang kita kira. Beda kalau sama keluarga, mungkin ibu mulai mengomel karena bosan menunggu, hahaha.

Masih di foodcourt, pukul 4.30 orang yang memesan makanan masih sedikit. Aku dan temanku bahkan bela-belain pesan makanan satu setengah jam lebih awal. Enaknya, aku tidak perlu mengantri panjang karena masih cenderung sepi. Tidak enaknya, makananku akan mendingin lebih cepat―terlebih di mal kan pendinginnya mantep pol. Saranku sih kalau mau pesan makanan jauh sebelum jam berbuka, pesan yang panas atau dingin rasanya masih enak, atau setidaknya masih mendingan. Kalau pesannya bakso atau soto yang berkuah … aku tidak jamin akan enak sih, tapi ya semuanya kembali ke selera dan keputusan masing-masing. 😐

Pukul 5 sore―sesuai tebakanku―antrian di tiap kios mulai tampak mengular. Orang-orang mulai mengantri untuk memesan makanan 60 hingga 45 menit sebelum waktu berbuka. Rasanya semua kios punya antrian, termasuk kios minuman hedon yang khas dengan bubble pearl-nya―di Margo ada dua, you know what-lah ya, hahaha. Aku saja menahan diri dan memesan minuman itu jauh setelah berbuka, mungkin sejam setelahnya―karena sudah sepi, dan … sudah banyak yang habis juga sih.

Sepertinya selama bulan Ramadan semua mal akan memberikan pengumuman atau tanda ketika adzan sudah tiba. Itulah yang kurasakan ketika berbuka di Dmall dan Margo City. Ini cukup membantu sih agar kami lebih yakin saat ingin berbuka puasa di luar.

Salah satu hal yang tidak enak ketika bukber di mal adalah waktu dan tempat sholat yang kurang nyaman karena bakal penuh. Oleh karena itu, aku dan temanku menyiasatinya dengan bergantian sholat. Aku sholat lebih dahulu, jadi tepat setelah adzan Maghrib berkumandang aku hanya membatalkan puasa dengan minum dan langsung pergi ke mushola.

Mushola yang kudatangi adalah mushola lantai tiga, di sebelah Electronic City dan zona main anak (aku lupa namanya). Ternyata, tepat setelah Maghrib, musholanya tetap ramai, mengantri, dan penuh sekali. Kalau di dekat parkiran, aku kurang tahu―tapi karena sempitnya sama, kupikir tetap penuh dan ramai juga. Sayang sekali, saat kupikir siasat ini ampuh―karena di Dmall sangat ampuh―ternyata tidak berlaku di Margo City yang notabene pengunjungnya memang lebih banyak.

Aku juga melihat banyak dari pengunjung yang duduk di pinggiran dan membatalkan dengan minuman atau makanan seadanya yang mereka beli sebelumnya. Mereka adalah sebagian pengunjung yang tidak mendapat meja untuk makan di restoran maupun di foodcourt.

Buka puasa di luar rumah memang benar-benar butuh pengorbanan dan perjuangan. 😅

Saat kembali dari mushola dan gantian menjaga meja serta tas, aku baru makan. Saking ramai dan penuhnya mushola lantai tiga, setelah adzan pukul 17.45 aku baru tiba di meja kami pukul 18.10. Berapa menit tuh? 😂 Padahal aku sudah tanpa acara ambil wudhu karena masih ada wudhu sebelumnya. Mungkin ditambah itu bisa tiga puluh menit untuk perjuangan sholat itu sendiri.

Saat menjaga meja sambil makan, aku melihat banyak orang yang menunggu di pinggiran sambil memperhatikan orang-orang yang sedang makan. Terlihat sekali dari wajah mereka yang berharap agar kami dapat menyelesaikan makan lebih cepat dan mereka bisa menduduki meja kami setelahnya. Perjuangan bangetlah.

Bahkan informasi dari temanku yang pernah buka puasa juga di Margo City saat awal Ramadhan, di lantai dasar dekat tempat jual baju di tengah (depan Breadtalk, Jco, dll.), itu super ramai dan penuh. Wah, aku tidak bisa membayangkan sih, tapi dia lupa itu hari apa. Kutebak sih hari Jumat karena esoknya banyak yang libur kerja. Mal sudah penuh oleh mahasiswa dan pelajar yang sudah libur, ditambah pekerja yang besoknya libur, penuh deh malnya. 😅 Kali ini lebih sepi, mungkin pada menyesal dan kapok. 😌

Hari Senin kemarin, temanku itu juga ke Margo City, dia ke sana pukul 20.00 bersama temannya. Dan katanya, jam segitu pun masih ramai. Mungkin mereka yang baru makan jam segitu adalah orang-orang yang tidak mendapat meja saat berbuka yang akhirnya baru masuk setelah lama mengantri untuk makan malam.

Setelah melihat dan melewati semua itu, pendapatku masih sama seperti sebelumnya: Buka puasa di luar rumah, khususnya di Margo City, tidak direkomendasikan.

Aku membawa pendapat ini tentu tidak tanpa argumen yang kuat. Sudah kujabarkan fakta yang kutemukan di lapangan. Sisanya, keputusan ada di tangan kalian. 😂

Kalau aku sih menyesal. Lebih enak bukber di rumah. ✨

.

Depok, 6 Juni 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s