#NulisRandom2018, Jalan-jalan

Mudik 2018: Nasi Gandul!

Alhamdulillah bisa makan nasi gandul asli Pati lagi!

Tadinya kuprediksi kami akan tiba sekitar pukul 02.00 pagi, ternyata kami lebih tiba lebih awal, yaitu pukul 00.20. Sahur yang super duper awal, hahaha. Di kawasan warung Nasi Gandul langganan kami ini tidak hanya ada satu warung saja, setidaknya ada empat warung. Namun, warung yang kami pilih tetap sama seperti warung tempat kami makan dua tahun yang lalu.

Walaupun makan di Patinya langsung cuma bisa sekali setahun, Nasi Gandul sudah kutetapkan sebagai salah satu makanan favoritku. Posisinya sejajar dengan Rendang dan Nasi Goreng.

Nasi Gandul, atau orang Jawa bilangnya Sego Gandul, merupakan makanan khas dari Kota Pati. Mirip semur daging atau gulai―tapi menurutku lebih ke gulai karena rasanya pekat dan enak. Banget. Yang membuatnya spesial adalah cara penyajiannya, yaitu diberi alas daun pisang.

Pertama, kami memesan nasi. Nasi itu ditaruh di atas piring berlapis daun pisang. Kemudian sebutkan lauk yang diinginkan. Ada telur rebus, daging empal, paru, perkedel, dan mungkin ada lagi tapi aku kurang tahu(?). Lauk itu akan dipotong-potong oleh penjualnya sehingga lebih mudah dimakan. Setelah itu, bagian spesial lainnya, nasi beserta lauknya akan disiram dengan kuah hangat yang rasanya enak banget! Semakin banjir kuahnya, semakin enak. Apalagi kalau dimakan tengah malem gini. 😁 Aku saja sampai minta tambah kuah, hahaha.

Di meja sudah tersedia kerupuk dan tempe goreng kering. Kedua pelengkap itu juga patut dicoba makan bersama Nasi Gandul. Apalagi ditambah segelas teh manis panas. Duh, sedap.

maafkan foto yang tidak ada estetikanya ini, hahaha.

Untuk harga per porsinya, sayang sekali aku kurang tahu. Tadi sih kami memesan porsi untuk 6 orang dengan pesanan 5,5 nasi (yang setengah itu porsi ibu, hahaha), 4 empal, 1 paru, 1 telur, 2 tempe, 4 kerupuk, 2 jeruk panas, 3 teh manis panas, dan 1 teh tawar panas. Totalnya Rp108.000. Termasuk murah untuk makan enam orang, sudah plus minum pula.

Ibu bilang kalau warung Nasi Gandul ini hanya buka sejak Maghrib hingga Subuh―mungkin bisa salah juga, soalnya ibu sudah lama tidak tinggal di Pati. Tengah malem begitu dia masih buka, dan jangan khawatir lauknya habis. Jadi, tengah malam makan Nasi Gandul itu enak banget, apalagi pakai kuah yang masih mengepul.

Pokoknya, kalau mampir ke Pati, jangan lupa coba makan Nasi Gandul! 😆

.

Pati, 11 Juni 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s