#NulisRandom2018, Postcrossing

Postcrossing, Hobi ‘Antik’ yang Patut Dicoba

20181006_204803_0001-953981481.png

Surat-suratan, snailmailing, postcrossing―sebutkan semua hal yang sejenis―menjadi hobiku sejak Februari lalu. Hobi yang erat dengan prangko ini memang punya tantangan tersendiri, terutama di zaman sekarang.

Terlebih, di Indonesia.

Aku tidak sembarangan mengatakan ‘punya tantangan tersendiri’ karena toh postcrosser Indonesia punya banyak keluhan mengenai hobinya. Super minimnya bus surat yang masih beroperasi, rendahnya animo postcrossing atau snailmailing di kalangan generasi muda karena sudah dibuai kecanggihan berkirim pesan dengan teknologi internet, sulitnya mencari kartu pos, kurangnya variasi desain prangko, dan masih banyak lagi. Sulit mendapatkan sahabat pena juga menjadi kendala lain, disebabkan oleh peminatnya yang memang tidak sebanyak dahulu. Itulah mengapa aku sempat menuduh dengan seenak jidat bahwa postcrosser di Indonesia akan sedikit dan sulit ditemui, serta tidak banyak generasi muda yang tertarik dengan hobi yang mensyaratkan kesabaran ini.

Namun, setelah terjun ke dunia ini, tuduhanku dibantah seketika. Oleh apa yang kulihat dan kudapatkan sendiri.

Postcrosser Indonesia di zaman sekarang masih terhitung cukup banyak. Bahkan ada komunitasnya di Facebook, namanya Komunitas Postcrossing Indonesia. Anggotanya ada ribuan, dan yang menjadi anggota di sana biasanya sudah menjadi member juga di Postcrossing―sebuah website yang menjadi wadah para postcrosser seluruh dunia untuk saling kirim kartu pos. Website tersebut juga sekaligus melestarikan hobi ini. Alih-alih digerus oleh kemajuan teknologi, ada yang justru memanfaatkan teknologi untuk memudahkan hobi postcrossing, khususnya bertukar kartu pos.

Aku pernah menuliskan tentang website itu di blog ini. Kalau ingin tahu lebih lanjut sekaligus ingin tahu cara mendaftarnya, bisa baca langsung di sini! 😁

Tuduhanku bahwa generasi-muda-tidak-banyak-yang-berminat-pada-postcrossing juga dibantah telak oleh apa yang kutemukan di Instagram. Aku sengaja membuat sebuah akun khusus postcrossing di Instagram. Ketika mencari sahabat pena di akun yang mempromosikan orang-orang yang memiliki niat serupa, aku menemukan cukup banyak orang Indonesia yang mempromosikan dirinya. Terlebih, usianya banyak yang 17 tahun ke bawah!

Sejak saat itu, setiap menemukan mereka yang masih berusia 12 tahun (sekitar SMP awal), kadang aku membatin,

“Aku ketinggalan banget baru tahu hobi seru kayak gini di umur 20 tahun….”

Kurang lebih, begitulah animo postcrossing di Indonesia. Dapat kusimpulkan bahwa masih cukup banyak yang berminat pada hobi ini, sudah termasuk dengan mereka yang memang bukan termasuk ‘generasi muda’ dan masih awet sama hobi uniknya ini. 😂

Oleh karena itu, hobi ini kurekomendasikan untuk kalian yang mencari hobi ‘vintage‘, yang suka mengoleksi prangko atau sekedar suka melihat prangko luar negeri, yang kepingin punya prangko dari luar negeri berstempel, yang suka mencari kenalan baru, yang tidak masalah dengan kegiatan menunggu, dan yang sedang bosan dengan kecanggihan teknologi. Serius, hobi ini patut dicoba! =))

.

Depok, 27 Juni 2018

Advertisements

10 thoughts on “Postcrossing, Hobi ‘Antik’ yang Patut Dicoba”

  1. wah kayaknya asyik~
    duluu banget pas SD aku juga suka banget kirim surat.
    kadang sama sepupu kadang sama teman beda sekolah. tapi sekarang udah nggak soalnya nggak pandai nulis:”(
    ohya, biasanya kartu pos yang sudah didapat disimpan di mana?
    apakah dalam map atau dipajang?
    maaf kalau pertanyaannya kurang berkenan

    1. Iya, asyik bangettt, hehe. Wah, beruntung dong, Mbak, udah suka kirim surat dari SD. x)) Aku taunya udah lama sih tentang surat-suratan gitu, ibu juga mantan filatelis, tapi aku sendiri baru terjun ke dunia pos pas awal tahun 2018. :”)

      Kalau pandai nulis dalam konteks “merangkai kalimat panjang”, kartu pos boleh dicoba tuh, Mbak! Nggak perlu panjang2, seringnya aku dapet pesan cuma 2-3 kalimat malah. x))

      Ada beberapa yang kupajang, ada juga yang disimpan di boks gitu. Penginnya di map, tapi belum nemu map yang pas, hehe.

      Santai aja, Mbak. Makasih udah mampir dan ninggalin komentar. 😊

  2. Duh, jangan dipanggil mbak. Panggil aja Phi. Aku boleh panggil kamu Ru?

    Wah, asik ya pasti banyak koleksinya.
    Aku nggak sampe jadi filatelis sih, soalnya kirimnya gak lewat pak pos hehe. Ada mak comblang lainnya. Jadi jarang make prangko.

    Hohoho. Kalo postcard sama prangkonya mahal mana?

    Aku juga makasih udah dikasih tulisan bermanfaat banget 🙂

    1. “Mbak” itu panggilan cari aman sebenernya, heuheu. Oke, Phi. Boleh kok, tapi panggil Pin juga boleh, biasa aku dipanggil Ipin. 😆

      Iya, koleksi prangko ibu super duper banyakk. Aku termotivasi karenanya, hehe. Tapi kalau koleksi kartu pos sih baru aku yang memulai, karena udah dari Februari jadi jumlahnya sekarang udah lumayan. =))

      Tergantung. Kalau prangko, harganya menyesuaikan angka di prangkonya. Kalau postcard dari Pos Indonesia, rata-rata Rp3.000. 😊 Di luar Posindo, kisaran Rp3.000-Rp10.000 per lembarnya.

      Kembali kasih! Senang bisa menulis yang bermanfaat. x))

      1. Oke Ipiin. Salam kenal yaak

        Rajin bangeets, semoga aku bisa serajin kamu :DD

        Besok deh, insya Allah mau ke kantor pos ah~

  3. Halo kak ipin hhehe
    Mau nanya kak, tapi oot boleh ya hhehe
    Aku salah fokus sama stamp Peta Indonesianya, itu beli dimana ya kak? Makasii:)

    1. Halo, Caca! (eh bener kan ya? 😂)
      Aku bingung lho pas kamu bilang stamp peta Indonesia, terus baru ngeh, hahaha. Itu bukan stamp btw, tapi stiker bening gituu, kalau di foto jadinya kayak stamp ya? 😆 Aku gambar sendiri di laptop, terus kucetak sendiri hehe. 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s