Postcrossing

Surat Kedua dari Wakaba

Bisa dibilang, sapenku dari Jepang ini benar-benar sapen sejati (?). Surat balasan keduanya sudah datang 21 September kemarin! Kali ini aku sangat antusias karena suratnya agak tebal. 😳

Oh iya, prangkonya lucu, lo! Kayaknya itu prangko edisi hubungan internasional gitu antara Jepang sama Switzerland. Yang bikin lucu adalah ilustrasinya bukan foto, tapi gambar. Lucunya jadi meningkat!

Oke, kembali ke suratnya!

Isi suratnya benar-benar … super mood booster. :””)) Aku tidak bisa berhenti tersenyum mendapati apa yang diberikan Wakaba padaku. Kurang lebih sama seperti yang kuberikan padanya.

Suratnya ada 3 lembar, tertulis 5 halaman penuh. Ilustrasinya selalu lucu seperti biasa. Aku naksir sama kertasnya, omong-omong. Lucu banget, warnanya kuning kalem dan tipe grid gitu. Di Indonesia kok susah ya cari kertas model gini (dan yang murah juga). 😅

Wakaba juga memberikanku stiker-stiker yang lucu! Ada yang berbahan washi paper juga dan ada gold foil-nya gitu. Duh, lucu banget. Stiker-stiker itu dimasukkan ke dalam amplop kecil bergambar cokelat yang tentu saja dia buat sendiri dan direkatkan dengan washi tape.

Selain stiker, alhamdulillah, kali ini mail tag-ku ditanggapi! Selain itu, Wakaba juga memberikan pertanyaan baru yang akan aku balas di surat balasanku padanya!

Ada sebungkus teh yang terselip di dalam amplop. Bungkusnya lucu banget, katanya sih teh rasa Rose & Berry … entah bagaimana rasanya, hahaha. Kayaknya isinya daun teh gituu, nanti deh kalau udah coba aku review. Kalau teh mah halal aja kan ya? 😅

Selain itu, washi tape sepertinya sudah menjadi benda wajib yang dia berikan pada sapen-sapennya. Aku dapat washi tapes sample lagi, kali ini katanya bertema musim gugur!

Yang mengejutkan pertama adalah sebuah amplop kecil dari washi paper yang dilipat seperti omamori (jimat). Kupikir dia memberiku jimat handmade gitu, coba tebak isinya apa? Used stamps alias prangko Jepang bekas! Kutebak itu adalah prangko-prangko yang dia dapatkan dari sapennya di Jepang. Aku tidak menduga bahwa dia akan memberikan prangko padaku. Mungkin dipicu oleh mail tag-ku yang mengatakan kalau aku mengoleksi prangko? Aku memang sedikit kode sih saat menulisnya, hehe.

Yang mengejutkan kedua adalah … aku dikasih koin Jepang! Ini sih yang bikin terharu banget. :”””)) Tebakanku di surat sebelumnya ternyata benar dan terwujud: aku memberinya koin, dan dia memberiku koin juga. Ada tiga koin yang dia berikan, yaitu koin 1 yen, 5 yen, dan 10 yen. Tentu saja aku tidak melihat nominalnya, tetapi niatnya untuk memberiku ketiga koin itu. Ini kali pertamanya aku memegang koin yen setelah sekian lama kode ke ibu untuk menukarkan rupiah ke yen dan malah ditanggapi dengan guyonan.

Jadi punya PR baru nih, hahaha. Kalau sudah surat kedua, ternyata begini ya rasanya. Sudah mulai bingung mau kasih apa lagi. Kalau itu-itu aja kan nanti dia bisa bosen. :”)

Mungkin sudah saatnya aku memberikan souvenir khas Indonesia. Washi tapes sample sih udah pasti yaa, dan karena di Indonesia lagi mulai suka hujan, mungkin kukirimkan warna-warna adem kayak hijau, biru, dan ungu (filosofi apa pula ini, hahaha). Lalu … oh! Di mail tag dia bilang suka mengoleksi stiker, sepertinya aku akan memberikannya stiker.

Kalau kayak gini, kadang aku berharap sedang tidak ada tugas yang menumpuk, huft.

.

Depok, 23 September 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s