Postcrossing

Suratku “Pulang”

Akhir bulan Oktober, aku mengirim surat ke salah seorang sahabat pena di Jakarta Selatan. Tepatnya di Pasar Minggu. Itu kalau aku lagi di kampus, tinggal naik kereta juga udah sampai kurang dari 10 menit.

Dan suratku ini, setelah nyaris dua minggu berkelana, akhirnya hari ini dia tiba juga…

… di kotak surat rumahku. 😌

Iya, suratku ‘pulang’ ke aku lagi. Kalau dipikir-pikir rasanya pengin ketawa, lucu aja gitu malah balik lagi. :”)) Aku sendiri kurang tau kenapa, alamat penerima juga udah jelas banget, ukurannya besar. Badigz kalau kata temenku yang orang Sunda. Dan dia malah ‘dipulangin’ ke alamat rumahku….

Dugaanku sih karena aku tidak mencantumkan kata kepada dan dari. Tapi, kupikir itu bukan hal yang krusial karena alamat yang ada di dekat prangko dipastikan alamatnya penerima surat, yang di baliknya―udah kutulis lebih kecil pula―adalah alamat pengirim. Pun kurasa kantor pos sudah ‘membantuku’―walau aku rada mencelos melihatnya―dengan menuliskan kata kepada di alamat yang berada di sisi yang sama dengan prangko, dan memberi tanda silang di alamatku.

Tapi surat itu malah ada di kotak suratku…. :”)

Walaupun begitu, tetap harus positive thinking! Aku jelas bersyukur karena kembalinya surat ini menunjukkan kalau suratnya baik-baik saja. Aku pernah sekitar lima surat (bahkan lebih) yang kukirim itu tidak berkabar berbulan-bulan. Ada yang dari bulan Februari, bulan Juli, dst. Yang bisa kulakukan cuma ikhlas saja. Mungkin belum rezeki temanku. Mungkin hanya masalah waktu―bukan tidak mungkin surat itu baru sampai setahun kemudian entah karena apa.

Makanya, aku memutuskan untuk mengirim kembali suratku itu. Karena prangko di surat hijau udah dicap (tidak bisa dipakai lagi), aku bikin amplop baru warna coklat―aku hampir selalu bikin amplop sendiri pakai kertas kado. Menghias sebisa mungkin, menulis alamat dengan jelas, dan menempelkan prangko baru.

Rencananya akan kukirim besok siang, semoga aja sempat ke kantor pos di perpusat.

Dan semoga aja kali ini sampai di tujuan dengan selamat. :”)

.

Depok (23.20)

Advertisements

4 thoughts on “Suratku “Pulang””

      1. oalah, I see. terus ada bau-bau daging ayam gitu yaa XD
        nice idea! *two thumbs up*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s