Kuliah

Kelas Eksternal: Sejarah Indonesia

Kelas Sejarah Indonesia (SI) adalah kelas favorit keduaku di semester ini.

Monmaap nih, yang favorit bukannya kelas jurusan sendiri malah kelas jurusan tetangga. 😂

Kelas eskternal, atau kalau di UI bahasa bekennya tuh kelas belanja (karena ‘blanja’ kelas dari jurusan―bahkan fakultas―tetangga), baru bisa didapatkan di SIAK War yang … yah, yang betulan perang itulah. Rebutan banget pokoknya, cepet-cepetan. :”) Selain belanja kelas Kemahiran Bahasa Isyarat, aku juga belanja kelas Sejarah Indonesia. alasannya? Diajak temenku, bisr ada temen juga. 😂

Tapi, ada alasan kenapa aku yang tadinya ngikut-temen-aja menjadi wah-ternyata-kelas-ini-menarik-juga.

Pertama―alasan standar―biar tau sejarah negara sendiri. Dan yang kudapatkan … wow, melebihi ekspektasi yang kubuat sendiri. Pelajaran sejarah pada dasarnya memang udah kita pelajarin jauh-jauh hari, bahkan dari SD, jadi kurang lebih materinya sangat familier. Bedanya, dibahas lebih mendalam―dan ternyata di situ serunya!

Kedua, cara ngajar dosennya enak. Atau akunya yang memang lebih suka metode ceramah sih, hahaha. Maafkan~ 😂 Tapi, jatuhnya kayak story-telling tentang sejarah Indonesia, dan dosenku enak banget gaya ceritanya. Kutebak nih ya, kalau dosenku ini jadi guru Sejarahku pas aku SMP dan SMA, ada kemungkinan >50% aku tertarik untuk ngambil jurusan Ilmu Sejarah pas kuliah. 😮 Sayangnya, kenyataan tidak seperti itu, Ferguso~

Ketiga, setiap keluar dari kelas SI, aku selalu merasa wawasanku nambah. Bahkan, nambahnya tuh nyantol. Biasanya mah kan keluar kelas ya menguap semua tuh materi di kelas barusan. 😂

Keempat, di kelas SI ini, selain belajar sejarah juga belajar tentang logika, terutama sebab-akibat dalam sejarah Indonesia.

Contohnya kayak … kenapa VOC bisa bangkrut? Karena masalah keuangan, banyak korupsi. Kenapa keuangannya bisa bermasalah? Karena pegawainya yang dari Belanda itu memang bukan ‘ahli’. Kenapa Belanda malah ngerekrut yang bukan ahli, bukan yang profesional? Karena yang mau ke Hindia Belanda (Indonesia saat itu) siapa lagi kalau bukan yang pengangguran, mantan narapidana, dsb. yang belum punya ilmu memadai untuk mengurus VOC? Yang profesional pasti udah kerja di Belanda, mana mau jauh-jauh dari Belanda ke Hindia Belanda….

Dan seterusnya, dan seterusnya. Panjang bangetlah. Tapi setiap hal yang terjadi tuh pasti berhubungan (you don’t say, pin) dan ada korelasinya, baik korelasi dengan yang terjadi di Hindia Belanda saat itu maupun dengan yang terjadi di tingkat dunia.

Masalah presentasi, namanya juga nax coolyeah, pastinya ada sih. 😂 Untungnya, tiap orang cuma presentasi sekali di kelas. Dibagi ke dalam 10 kelompok, dan masing-masing kedapatan materi sejarah Indonesia dari masa penjajahan Belanda, sampai masa reformasi. Untuk tugasnya mah santai kok. Asal mendengarkan dosen dan baca buku referensinya, mengerjakan tugas dan ikut semua ujian (UASnya makakah malah), insyaAllah kamu selamat sentosa. 🌟

Aku sendiri belum tau sih nasib nilaiku di akhir semester nanti gimana. Semoga aja bagus, dapet A gitu misalnya. 😂 //ngarep

.

Depok (20.30)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s