#BPN30daysChallenge [2018], Opini

Personal Experience

Aku paling suka personal experience. Bukan cuma tema untuk bahan tulisan di blog, tapi juga tema bahan bacaan yang kusuka. Jatuhnya memang kayak curhat, dan entah kenala curhat tuh asyik!

Kalau udah ngomongin personal experience, itu cakupannya super duper luas! Kenapa aku suka tema yang luas? Karena aku emang rada maruk sih kalau soal informasi. Pengen tau banyak hal. 😂

Personal experience tuh luas banget karena bisa mencakup pengalaman apa aja, dari traveling, wisata kuliner, bahkan sampai personal experience masa kecil. Kalau traveling, aku suka menuliskan hal-hal yang kutemui di perjalanan. Misalnya, kondisi cuaca saat itu (yang tidak bisa dirasakan semua orang), hal-hal lucu yang tercetus, dan kenangan perjalanan.

Bisa dibilang, menulis bisa menjadi rekaman kenangan, dan aku senang merekam kenangan lewat menulis. 😆

Kalau mencakup wisata kuliner, jatuhnya kayak review restoran, misalnya review makan di suatu restoran saat momen tertentu, seperti bulan Ramadan yang kondisinya jelas berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Hasil tulisanku bisa jadi pertimbangan orang lain juga saat ingin bukber di luar. Ngomongin masa kecil juga asyik, sekalian nostalgia dan memanggil kembali kenangan masa kecil. Apalagi zaman dulu sama sekarang kan lumayan berbeda kondisinya. ☺

Lewat personal experience, aku juga bisa mengambil hikmah dari suatu kejadian. Bukan cuma cerita pengalaman dari orang lain, tapi juga dari pengalaman yang kita alami sendiri. Tidak perlu pengalaman yang muluk-muluk, dari kejadian sehari-hari juga udah bisa―bahkan terasa lebih akrab dan gampang dibayangin. Contohnya, personal experience-ku waktu kehujanan super kuyup, berusaha khusnudzon, dan ternyata akhirnya berbuah manis. Dari situ aku belajar untuk selalu berprasangka baik, terutama sama hujan yang sering dianggap kesialan bagi sebagian orang. 🌧🌧🌧

Terus, karena pada dasarnya aku orang yang kepo, aku juga suka baca-bacain personal experience-nya orang lain. Apalagi kalau personal experience-nya yang bersifat khusus dan mustahil kualami, misalnya cerita masa co-ass seorang dokter. Sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan, nyaris mustahil aku bisa merasakan “masa co-ass” itu. Makanya, aku udah senang banget kalau bisa merasakan pengalaman mereka walau cuma lewat baca atau dengar cerita dari dokter yang bersangkutan. 😁

Jadi, bisa disimpulin kalau personal experience dari orang lain tuh bisa bikin kita ‘mencicip’ apa yang mereka rasakan walau cuma dalam imajinasi. 😂 Contohnya, aku pernah baca pengalaman orang yang traveling ke Jepang, salah satu negara yang ingin kukunjungi sejak lama. Aku udah cukup senang walau cuma baca tulisan orang lain. :”)) Yah, walau bakal lenih senang lagi kalau menjadi personal experience-ku sendiri sih, hehe. //ngarep

Untuk saat ini, mungkin personal experience yang aku tulis melingkupi hobi dan cerita sehari-hari. Walaupun cuma hal-hal remeh, aku berharap tulisan-tulisan itu bisa bermanfaat buat orang lain. Atau minimal bisa menghibur orang lain dan mengisi kekosongan waktunya. 🌟

.

Depok (14.00)

#BPN30dayChallenge2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s