#BPN30daysChallenge [2018], Trivia

Another “Facts about Me”

For your information, ini adalah tulisan Facts about Me ketiga di blog ini. Makanya kunamain judulnya Another “Facts about Me”. 😂 Mungkin ada beberapa fakta yang mengulang (karena itu semacam fakta uwow versi Rifina), yang jelas sih kali ini bakal aku bahas lebih panjang biar dapet 300 kata.

Penulis yang Suka Ngetik

Dengan status sudah menerbitkan 2 buah novel (+ 1 novel indie yang cuma cetak 1 eksemplar; personal literature waktu umrah sekeluarga) dan menjadi kontributor dalam 4 buku antologi, izinkan saya memklaim diri sebagai penulis. 😂 Ini fakta yang sangat uwow dalam hidup seorang Rifina. Bisa dibilang ini adalah hasil dari mimpi yang tercapai dan tentu saja perjuangannya sudah berlangsung sejak lama (kalau tidak salah ingat sejak aku kelas 6 SD).

Ada fakta lain yang membersamai fakta pertama ini, yaitu aku senang mengetik di keyboard dan aku juga seorang fast typer. Jadi, jangan kaget kalau aku bilang pernah kelar bikin 1 naskah novel dalam 1 bulan (kalah sih 😂😂😂). Novel keduaku, The Man Who Plays Piano, pun diketik―sekaligus riset―dalam 2 bulan, faktor dikejar deadline lomba juga sih. Pengetik cepat biasanya identik sama shortcut―karena maunya cepat, pasti lebih suka pakai keyboard shortcut. Saking sukanya aku dalam mengetik, aku pernah bilang begini ke temanku yang pernah dimintain tolong dosen untuk bantu mengetik,

“Wah, kalau tau ngetik harusnya kamu panggil aku. Aku pasti langsung bantuin tanpa mikir panjang. Kamu tau kan aku suka ngetik?” ujarku―1/3 bercanda dan 2/3 serius. Kemudian tawaranku itu langsung diiyakan olehnya.

Temanku yang satu itu memang agak penurut sih, padahal lebih tua dia 2 tahun daripada aku. 😅

Hobi Penpalling dan Postcrossing

Penpalling dan postcrossing! Aku benar-benar tidak pernah bosan membahas dua hobi paling baruku ini di blog! 💛

“Kami yang bosan nih!”

Aduh, maaf ya, hahaha. 😂 Namanya juga lagi usaha menghasut kalian untuk melestarikan hobi serupa, hehe. Soalnya di Indonesia udah terancam punah nih, wankawan.

Aku pribadi sudah lama diiming-imingi hobi ini―sejak … SD gitu ya―oleh ibu yang dulu seorang filatelis. Koleksi prangkonya bahkan sudah diwariskan ke aku. Awalnya tertarik sih, tapi wacana melulu. Baru di awal tahun 2018 aku mulai merealisasikannya. Trigger-nya adalah giveaway kartu pos Totoro asli Jepang. Aku gagal dapet, tapi temanku yang ku-mention (karena syarat giveaway) justru menawariku kartu pos Jepang gratis yang dia miliki dan akan dia kirim lewat pos.

Setelah kartu itu datang, aku mulai tertarik mencari informasi tentang berkirim kartu pos di Google. Ketemulah situs web Postcrossing. Langsung cobain dan menulis ulasannya di blog ini sekalian hasut teman-temanku biar main juga. Alhamdulillah ada yang kehasut, salah satunya adalah partner-in-crime aku, sipa lagi kalau bukan Rana. 😂 Sampai-samapi keaktifan dia berkirim kartu pos di Postcrossing melebihiku yang menghasutnya…. Sasuga.

Aku baru kecebur di hobi surat-suratan (penpalling) waktu lihat temanku dari Yogyakarta yang mengunggah koleksi surat dari sahabat penanya yang super buanyak. Jadi kepengen dong, mana udah pengen dari lama juga kan. Dan akhirnya hobi ini terealisasi juga! 😆 Saat ini aku sudah punya lebih dari 10 sahabat pena, baik dari Indonesia maupun negara lainnya. 💛

Keliling Toko Buku/Mall Sendirian

Aku suka menyengajakan diri pergi ke toko buku atau mall sendirian. Biasanya dalam rangka: (1) refreshing mumet abis UTS/UAS, (2) refreshing sebelum UTS/UAS, (3) lagi pulang siang dan pengen keliling aja, (4) mau beli buku, (5) me-time untuk mengembalikan mood.

Tapi, semester 5 ini aku baru sekali keliling toko buku sendirian, itu pun siangnya udah mau sore dan betulan cuma keliling tanpa beli apa-apa―biasanya selalu diakhiri dengan makan siang sendirian juga. Padahal waktu semester 4 aku terhitung sering me-time keliling sendirian, mulai dari jam 11 dan diakhiri makan siang sendirian. Minimal mampir ke minimarket gitulah, entah mengapa aku suka melihat deretan barang di etalase, kayak jadi terhibur(?) gitu. Aku bisa betah di sana memperhatikan tiap barang kalau saja perasaan aduh-kalau-kelamaan-nanti-dikira-aneh-lagi tidak menyergap. Tapi enakeun aja gitu walau cuma beli satu barang. Ini jenis –philia apa ya, ada yang tau? 😂😂😂

Oh, tapi ada satu kegiatan sendirisn yang udah lama pengen kucoba dan belum kesampaian: nonton bioskop sendirian. 🤔 Kayaknya asyik tuh!

Pamitan ke Ichi

“Siapa gerangan Ichi?”

Dia adalah kucing semata wayangku yang berbulu abu-abu. 🐱 Setiap berangkat kuliah, aku tidak pernah lupa menghampiri Ichi, kucingku, sambil mengambil helm di atas kandangnya. Kadang suka gemas kalau pas aku mau absen dianya lagi tidur dengan pose tak terdefinisikan, hahaha. Tapi, gemasnya tidak berkurang! Dan aku tidak tahan untuk tidak mencolek dan memanggilnya.

Walaupun setelah itu aku kayak PHP sih, mungkin dikira mau dikeluarin tapi malah kutinggal pergi kuliah. 😅 Monmaap ya, Chi. Rada trauma nih ngeluarin kucing dari kandang dalam waktu lama―apalagi kalau pagar kebuka, aku takut kejadian sama Muezza waktu itu terulang lagi…. :”

Bukan cuma berangkat kuliah, pas pulang kuliah pun aku selalu menghampiri Ichi di kandang sebelum masuk ke dalam rumah. Kadang lagi duduk anteng, kadang lagi tidur dengan pose ajaib. Kalau belum terlalu sore, kadang dia kukeluarkan dan kugendong sampai kamar, baru kulepaskan. Soalnya biasanya sore-sore pagar rumah terbuka lebar karena ayah sudah dalam perjalanan pulang kerja dan mobilnya mau masuk. Aku juga tidak mau mengambil risiko si Ichi berlarian di garasi ketika mobil dimasukkan, atau kalau keluar dari rumah karena pagar dibuka njemblang. Huft.

Ngerasain Kuliah di Unpad dan UI

Yes! Aku pernah ngerasain kuliah di Unpad sebelum pindah ke UI yang lebih dekat rumah dan disuruh orang tua. Biar tidak ngekos juga, dan supaya tidak merajut sepi sendiri. Walaupun cuma setahun (kurang malah), tentu aku belajar baaanyak hal ketika aku kuliah di Unpad juga tinggal ngekos di Jatinangor.

Dan, omong-omong, seingatku pas SMA gitu aku pernah penasaran gimana rasanya kuliah di kampus A, B, C, dst. Tidak spesifik sih menyebut kampus apa, tapi penasaran mencicipi rasanya kuliah di lebih dari satu kampus. Kurang lebih aku pernah membatin dengan tidak niat, “jadi pengen tau deh kuliah di kampus A sama B, mungkin nggak ya?”

Dan jawabannya adalah sangat mungkin. Langsung dijawab sama Allah dengan pengalaman langsungku yang diawali kuliah di Unpad dulu setahun dan kemudian pindah ke UI. :”)

Keinginan seremeh itu pun ditanggapi, lo, wankawan. Aku jadi belajar bahwa kita musti berpikir positif bahwa Allah mendengar tidak hanya yang kita lisankan, tapi juga kita pikirkan. Itulah mengapa kita musti berhati-hati ketika mendoakan yang jelek-jelek ke orang lain―jangan sampai deh, ya!

Lalu … dari sekian fakta di atas, apakah ada kemiripan fakta di antara kita? 🙈

.

Depok (07.38)

#BPN30dayChallenge2018

Advertisements

4 thoughts on “Another “Facts about Me””

  1. Sepertinya fakta nomor 3 mirip. Aku suka keliling-keliling sendirian di toko buku dan alat tulis. :3

    1. WAHH! XD
      Bagian alat tulis memang enak buat dikelilingin ya, ngeliatin doang juga udah seneng. :”) Tapi tetep bikin kepengen sih, lucu2 soalnya. :”))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s