#BPN30daysChallenge [2018], Hari-hari, Kuliah

Penghuni Tetap Tas Rifina

Bukan cuma rumah, tas kita juga punya penghuni tetap alias barang-barang Yang senantiasa dibawa dan tak pernah dilupakan―kecuali disengaja.

Dompet

Dompet itu bisa dibilang barang wajib nomor wahid di tas Rifina. Pokoknya musti banget dibawa deh, soalnya semua kartu identitas, surat izin, sampai duit ya disimpannya di sini. Contohnya ya KTP, SIM, STNK motor, KTM (Kartu Mahasiswa), ATM, duit buat makan siang kalau-kalau lupa bawa bekal, sampai kartu Perpusnas yang hampir tidak pernah dipakai. 😂

Kutipan dari Rifina:

“Mending ketinggalan HP daripada ketinggalan dompet, aseli.”

Ketinggalan HP ya udah aja gitu kan, paling cuma kehikangan hiburan. Kalau ketinggalan dompet, wah, itu aku belum pulang kuliah pasti sudah ketar-ketir, takut ada razia dadakan sore-sore (pernah soalnya, untung aja surat-surat lengkap). Lalu mendadak jadi memanjatkan doa setiap detik kepada Allah, “Semoga pulang nanti nggak ada razia, ya Allah.” 😅

Alat Tulis

Mau judulnya pergi kuliah atau pergi ke mal sama keluarga, tasku pasti ada alat tulisnya. Maklum, tas kuliah sama tas jalan-jalannya sama, jadi aja isinya kuliah-starter-pack. 😂 Alat tulis minimal banget itu pensil, pulpen, sama brush pen. Bisa nambah drawing pen, pulpen cadangan, atau malah pulpen yang tintanya sudah habis.

Fungsi alat tulis ya buat apa lagi kalau bukan untuk mencatat materi kuliah―walau kalau sudah hilang fokus ya … malah berujung menulis-nulis hal lain atau malah menggambar sih. Tapi, jangan salah, pas jalan-jalan pun alat tulis itu berguna (dan kugunakan), lo. Biasanya kalau lagi makan di restoran dan menunggu pesanan yang lama, alih-alih main HP biasanya aku menulis surat balasan untuk sahabat pena. Itu kalau bawa notepad-nya sih … kalau lupa, yah … mentok-mentok alat tulisnya cuma buat menuh-menuhin tas. 😐

Notes/Notepad

Nah ini! Notes―sebutanku untuk buku catatan kuliah―ini kudu banget dibawa, dan hampir tidak pernah ketinggalan memang. Paling berguna saat mencatat kuliah, tapi favoritku ya waktu mencatat wawasan baru waktu kelas Sejarah Indonesia (informasinya selalu seru dan menarik). Dan buku ini paling tidak berguna saat kelas Isyarat.

Ya iyalah, kan belajarnya pakai gerakan. 😂 Kalau mau mencatat ya pakai otak, dilihat langsung. Meleng sedikit sudah ketinggalan materi. :”)

Selain notes, aku juga bawa notepad. Bisa salah satu atau keduanya. Notepad ini semacam notes ukuran A5 yang bisa dirobek di atasnya (dijilid lem gitu, bukan spiral). Notepad ini kufungsikan khusus untuk menulis surat, jadi memang bukan buat mencatat kuliah. Selalu kubawa just-in-case nanti di kampus/mal pas nunggu pesanan makanan bakal gabut alias tidak ada kerjaan, dan aku bisa membalas surat dari sahabat pena. Biar tidak hanya menghabiskan waktu dengan scrolling medsos, tapi juga bisa melakukan hal-hal yang berfaedah juga.

Buku Catatan Kecil

Oh iya, walaupun sama-sama catatan, buku catatatn kecil ini beda sama notes kuliah atau notepad. Ini buku catatan yang ukurannya kecil (you don’t say, Pin). Ukurannya berapa ya … A7 deh kayaknya. Kayak memo gitu, dan kufungsikan sebagai to-do list.

Aku tipe orang yang suka kepikiran untuk melalukan sesuatu hal di luar konteks yang sedang kukerjakan. Misalnya, kepikiran bikin naskah novel baru, tapi lagi sibuk ngerjain tugas kuliah. Kalau tidak dicatat, nit itu bisa sirna seperti ditiup angin. Fuh! Hilang gitu aja, dan naskah novel itu pun menjadi wacana…. Sampai aku sibuk nugas lagi, dan baru kepikiran nulis naskah lagi karena ingin melarikan diri dari tugas, hehe. 😌

Buku catatan kecil inilah yang berjasa di balik sifat pelupaku ini. Pas kepikiran melakukan sesuatu tapi tidak bisa segera dilakukan, pasti aku tulis di buku catatan ini dalam bentuk check-list. Jadi nanti pas lagi gabut dan iseng baca, aku bisa melihat apa yang pernah ingin kulakukan saat sedang sibuk dan bisa kulakukan saat itu juga.

Oh! Fungsi tambahan buku kecil ini: sampul plastiknya kujadikan tempat menyelipkan prangko. 😆

Air Mineral

Ini barang wajib lainnya yang musti kubawa. Saking wajibnya, kalau tidak bawa pun sampai dibela-belain beli. 😂 Fungsinya? Banyaaak.

Untuk melepaskan dahaga (eaa).

Untuk menghilangkan seret tenggorokan setelah makan siang. (?)

Untuk membantu mengenyangkan ketika makan siang kita terlalu sedikit atau cuma jajan snack dan gorengan (kayak danus gitu).

Udah sih kayaknya. Apa lagi? Masa untuk berat-beratin tas?

Oh, iya, ada satu lagi deh. Untuk menempelkan prangko surat atau kartu pos. 🙈

.

Depok (23.36)

#BPN30dayChallenge2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s