Kuliah

Dia yang Bernama Dya

Kalian kesal tidak saat membaca judulnya? Atau minimal jadi bergumam? πŸ˜‚

Aku ingin memperkenalkan seorang temanku, namanya Dya.

Kurasa sudah dua tahun lamanya sejak petama kali aku mempromosikan blog ini ke temanku yang bernama Dya. Lalu dia memintaku untuk menuliskan sesuatu tentangnya, dan aku sanggupi tapi tidak janji bisa segera. Setelah waktu berlalu (baca: bertahun-tahun), hari ini aku mendadak ingin melanjutkan tulisan yang sudah berdebu ini. Maka, akan kusanggupi permintaannya hari ini. πŸ˜‚

Namanya Dya Fariyanti, teman sekelas dan sejurusan di Ilmu Perpustakaan. Aku sudah lupa apa sebab yang membuat kami bisa dekat, tapi kutebak sih karena tempat tinggal asalnya. Seingatku dulu aku pernah bertanya padanya. Pertanyaan template waktu maba: Namanya siapa, asalnya dari mana, ngekos atau PP. Kutanya asalnya dari mana.

“Jombang,” jawabnya, aku mendengar aksen medhok khas orang Jawa yang tidak terlalu kentara.

Aku langsung antusias, “Wah, aku tiap tahun ke sana pas mudik!”

Lalu obrolan pun berlanjut ke pertanyaan Jombangnya-daerah-mana dan kalau-ke-jombang-main-ke-rumahku-ya. Inilah kesamaan yang kutebak menjadi pemicu kedekatan kami.

Bisa dibilang, Dya adalah 1 dari 3 teman dekatku dari kelas yang hampir ke mana-mana selalu bersama. Selain Dya ada yang lain lagi, namanya Rina dan Zahra. Rina dari Blitar, Zahra dari Bogor. Seingatku awalnya Rina dekatnya sama Dya, dan aku sudah kenal Zahra sejak registrasi ulang universitas. Aku lebih kenal Zahra duluan, bahkan ada rasa keterikatan karena kami sama-sama maba tua, alias maba yang lulusnya sudah dari tahun-tahun sebelumnya.

Balik lagi ke Dya. Dari kacamataku, Dya ini tipe-tipe mahasiswa ambis (baca: ambisius). Yang rajin buanget gitu, lo. Dan sangat aktif di kelas. πŸ˜‚Bahkan kayaknya sampai semester 4 kemarin IPnya masih cumlaude. Aku mah udah kepeleset dari cumlaude; hidup itu keras, dapat nilai bagus di UI juga keras, Bung. :”) Kalau presentasi, dia ini jago banget ngomong. Cocok jadi protokoler gitu, deh. Waktu SMA, Dya katanya ikut paskibra, Seingatku juga cita-citanya itu jadi polisi.

Beberapa minggu lalu aku memergokinya sedang mencari jalur pendaftatan jadi polisi lewat lulusan sarjana, sayangnya tidak ada penerimaan dari jurusan kami. Sampai-sampai Dya juga mencari semacam Unit Kearsipan POLRI, berharp bisa menemukan peluang di situ karena toh itu bidang kami banget. Aku kurang tau hasilnya gimana, yah, semoga saja yang terbaik untuk Dya. πŸ˜„

Ciri khasnya? Dya itu matanya sipit, tapi ngomongnya medhok. Iya, dia orang Jawa asli, bahkan katanya dia tidak ada keturunan Chinese. Sampai saat ini, aku masih penasaran asal-usul lengkap keluarganya. πŸ˜‚ Nama miliknya juga cukup iseng, lo. Dya saat disebutkan sangat mirip dengan kata dia. Obrolanku dengan temanku yang lain akan menjadi ambigu kalau menyebutkan namanya di dalam dialog kami.

“Dya udah ngerjain tugas, lho.”

“Dia siapa?” tanyaku yang salah dengar.

“Dya Fariyanti. D-y-a, Pin. Bukan d-i-a.”

“Oalah.” 😌

Bukan cuma kami korbannya, bahkan Dya sendiri jadi korban keambiguan namanya. Dulu, waktu masih tahun pertama, aku dan kedua temanku yang lain sering menceletuk tentang namanya.

“Namamu tuh ambigu, Dy. Kita panggil Fari aja gimana?”

“Nggak mau aku.”

“Yanti, deh.”

“Iiih, Dya aja.”

Dan saat ini Dya harus bersyukur karena kami masih menurut untuk memanggilnya Dya, bukan Fari atau Yanti. πŸ˜‚

Apa lagi ya? Yang kutahu sih Dya ini sukanya jajaaan terus. Kalau ditanya hobi, mungkin hobinya jajan. Kalau lihat orang jualan, mungkin dia merasa tidak afdol kalau tidak jajan. πŸ˜‚

“Eh, Pin, jajan itu, yuk!”

“Pin, susu murni n*sional itu apa sih?”

“Pin, kamu nggak jajan, ta?”

Mungkin kalau dihitung, frekuensi jajan di antara kami berempat yang paling sering jajan, ya, Dya. Yang paling malas jarang jajan? Aku. πŸ˜‚ Aku paling susah disuruh jajan, kelamaan di mikirnya, dan ujung-ujungnya batal jajan.

“Apa lagi, Pin?” Aku membayangkan Dya bertanya demikian, menagih fakta dirinya yang kuketahui. Oke, shiyap.

Makanan favoritnya itu kentang. Yang tidak dia sukai adalah keju. Kebiasaan buruk yang sering kali kukomplain darinya adalah … hobi jajannya yang tidak ketulungan dan kalau kenyang suka menyisakan makanan. πŸ™ƒ Suatu hari, kami sama-sama pernah beli makan siang di kantor (baca: kantin motor) dan kami membeli Ayam Geprek Mozarella Menggoda (serius, namanya persis begitu). Lahdalah aku baru inget dia kan tidak suka keju, tapi ya kenapa masih dibeli? πŸ˜… Akhirnya makanannya nyisa, termasuk kejunya.

“Buat aku aja kejunya,” sahutku yang memang menyukai itu, sekaligus berusaha agar makanan Dya tidak terbuang percuma walau cuma kubantu kejunya aja. Ternyata tidak didengar, dan telanjur dibuang…. Sayang kejunya, Dy, huft. //fokusmukesitupin

Apa lagi ya? Segitu aja deh. Ada lagi sih, tapi fakta malu-maluin, aku tidak setega itu membocorkan fakta konyol teman sendiri~ πŸ˜‚

Semoga kamu senang, Dy. Anggap aja hadiah ulang tahu selama dua tahun ini. πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ //gimanapin.

.

Depok (11.42)

Advertisements

7 thoughts on “Dia yang Bernama Dya”

  1. Wkakakaka menarik. Bener bgt sih kalo dia suka jajan dan nyisain makanan. Hadeeh. Mending suka jajan dan slalu habisin makanan yang dibeli, ya kaya aku lah minimal.

    Oya, cerita dya nanya soal susu n*sional, is that true? Ngakak sih kalau itu emg nyata wkwkw

    1. Wah, ada pengunjung gelap. πŸ˜‚
      Nah, iya, kalau abis mah gapapa~

      Beneran, wkwkwk. Konfirmasi aja langsung ke orangnya. πŸ˜‚

      1. WKAKAKA terima kasih sudah mengungkap fakta ini ya:))) saya jadi punya bahan untuk ngatain wkwk

    2. Wkwk thank you ipin :* akhirnya kamu memenuhii ucapanmu pin. πŸ˜‚ aku ketawa sendiri bacanya.
      #bigLoveYouPin hehe πŸ˜€

    3. Wkwk πŸ˜€ dilarang ngakak jar aku sekarang udah tau susu murni n*sional πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s