#BPN30daysChallenge [2018], Curhat, Jepang, Nostalgia

Japan, Always

Kalau ditanya negara wisata impian, jawabanku Jepang. Selalu.

Sebenarnya aku selalu dilema pada dua negara: Arab (Mekkah-Madinah) dan Jepang. Tapi, alhamdulillah yang Arab sudah dikabulkan sama Allah melalui umrah sekeluarga lebih dari setahun yang lalu. Masih tetap ingin ke sana, tapi yang masih ngimpi itu ya ke Jepang. ๐Ÿ˜

Keinginan pergi ke Jepang ini bermula sejak SD. Masa kecilku sukses diracuni oleh segala hal berbau Jepang, dari kartun Doreamon di hari Minggu pagi, komik Doraemon di toko buku, dan majalah komik Nakayoshi langgananku waktu SD. Aku sudah tidak terlalu asing dengan Jepang dan budayanya. Hasilnya, aku jadi punya keinginan untuk mengunjungi negara di mana Doraemon dan Nobita ‘dilahirkan’.

Masuk masa akhir SD hingga masa SMP, aku mulai mengenal yang namanya anime selain Doraemon, yaitu K-On!. Makin pengen lagi untuk bisa ke Jepang. Dan niat itu kusalurkan dalam bentuk belajar bahasa Jepang bersama teman sekelas yang tidak tega memberi tugas yang sulit untukku. Tapi, berkat dia pula aku hafal mati hiragana dan katakana sejak SMP secara semi-otodidak.

Eh, yang katamana kadang suka agak lupa, sih. Hurufnya kaku sih, tidak enak dilihat, hahaha. ๐Ÿ˜‚

Masuk ke masa SMA, aku mulai realistis. Impian ke Jepang bukan lagi sekadar wisata saja, tetapi juga ingin menuntut ilmu. Dulu itu aku rajin sekali mencari informasi beasiswa ke Jepang. Aku antusias sekali ketika pihak sekolah mengajak beberapa siswa yang tertarik untuk menghadiri seminar di hotel Jakarta tentang beasiswa kuliah ke Jepang. Aku juga sangat bersemangat ketika pergi ke pameran studi Jepang di Japan Foundation, Sudirman. Bahkan aku sama temanku sampai bela-belain naik KRL dan metromini. Itu kali pertamaku naik metromini yang … ternyata ngebut sekali ya. ๐Ÿค”

Aku pun mengenal APU, Asia Pasific University. Sebuah International University di Beppu (pokoknya Jepang bagian bawah gitu). Pamfletnya kutempel di dinding kamar dan masih ada sampai sekarang. Ketika guru Ekonomiku meminta kami menyampul buku tulis dengan kalender bekas dan menggambar/menempel dua logo kampus impian, aku menggambar logo UI dan APU sebagai kampus impianku. Seniat itu, lho. Dan teman-temanku waktu itu tau semua karena masing-masing dari kami memang disuruh menyebutkan kedua kampus itu di hadapan anak sekelas.

Sayangnya, karena suatu syarat yang gagal kupenuhi, impianku masuk APU pupus. Terlebih, itu swasta, aku sangat sadar diri kalau biaya kuliahnya mahal sekali. Jadi, aku pun mundur teratur. Belok ke beasiswa Monbukagakusho.

Niatku ikut Monbukagakusho sudah sebesar: mengunduh semua soal ujian tahun sebelumnya, mencetak semuanya, mengajak teman yang tertarik juga untuk meminta guru MTK mengajari soal tes MTKnya, dan mencari segala informasi terkait Monbukagakusho. Sayangnya, hidupku berkata lain. Aku gagal sebelum berperang dengan sangat nyaris sekali. Nilai rata-rata UNku tidak mencapai minimal persyaratanโ€•kalau dalam angka nem, cuma beda satu poin. Dan aku gagal begitu saja karena itu.

Sakit banget nggak sih. :”)

“Sekian kali gagal, apa kamu akhirnya berhenti berjuang?”

Belum. Aku masih melihat peluang Monbukagakusho lain, yaitu beasiswa jalur mahasiswa Sastra Jepang. Kamu bisa tebak kelanjutannya: aku daftar SNMPTN Sastra Jepang UI.

Qadarullah, SNMPTN gagal. Aku ikut SBMPTN dengan urutan Sasjep UI, Sasjep Unpad, dan Ilpus Unpad. Takdir Allah menjadikanku lulus SBMPTN di pikihan ketiga. Kuliah setahun, masih ingin mencoba. Ikut SBMPTN kedua dengan formasi Psikologi, Sasjep, dan Ilpus. Semuanya di UI. Kabar gembiranya … aku lolos. Kabar kebalikannya … aku gagal dapat Sasjep lagi. Aku justru dapat Ilpus lagi.

Kecewa jelas ada. Namun, terus aku bisa apa? Ujung-ujungnya kan kalau mau impian itu terwujud ya berjuang lagi. Aku berpikir, mungkin usahaku kurang keras. Mungkin memang belum saatnya. Aku merasa Allah mengatakan padaku, “Ilmu Perpustakaan itu yang terbaik bagimu, Rifina.” Yah, dapat Ilpus dua kali, kurang takdir apa lagi? InsyaAllah itu yang terbaik. ๐Ÿ˜†

Sampai saat ini, impianku masih sama: aku ingin ke Jepang. Toh, bermimpi itu gratis kan? ๐Ÿ™ˆ Terkait impian yang tidak kunjung dikabulkan, entah ya … aku berpikir kalau Allah sengaja kasih kabul lama biar pas diijabah tuh senangnya luar biasa karena ditahan bertahun-tahun. Yah, seperti itulah pokoknya, heh.

Saat ini perjuanganku untuk bisa ke Jepang memang tidak sebesar saat SMA, kurasa aku akan mengikuti alur hidup ini saja. Menjalaninya dengan hidup positif, sambil menerka-nerka apa kejutan yang akan Allah berikan padaku pada waktunya.

.

Depok (22.40)

#BPN30dayChallenge2018

Advertisements

13 thoughts on “Japan, Always”

  1. ikut pertukaran pelajar udah? atauโ€ฆ konferensi ke negara tetagga?
    Soalnyaโ€ฆ SENIOR kamu yang angkatan aku ada yang ke JEPANG karena KONFERENSI looooooh! Serius! *,*

    1. Nah, belum nih kak. Belum memberi effort lagi sih untuk melengkapi berkas2 kayak TOEFL, dsb. Harus upgrade score dulu soalnya yang terakhir ada tuh belum mencapai syarat minimum. :”))

      Konferensi sempet kepikiran, mungkin bakal coba cari informasi lebih lanjut tentang ini. ๐Ÿค” Wah, iya kak? Keren ih, pengen! xD

      1. iyaa.. ayo coba ayo cobaa..
        coba deh cari alumni kamu inisialnya KSL (bukan kezel yak wkwkw xD)

        trus tanya2 belio tips biar lulus konferensi ke jepang.. dia konferensi apa studi banding gitu.. pokoknya kayanya semingguan lebih gitu. aku tba2 lupa ingatan wkwkw xD

      2. Iya bener kakkk. xD Eh nggak usah gapapa kok kak~ Nggak urgent banget kok, masih mau fokus ke yang lain duluu, hehe. xD Makasih lho sebelumnya! ๐Ÿ’›

  2. Ipin, tulisan kamu menarik dan enak dibaca. Rasanya aku pgn berlangganan, tp masih ragu wkwkwk

    Btw, aku suka cara kamu bermimpi. Lanjutkan. Mimpi emg harus gede dan beyond. Kalo kesampean ya alhamdulillah kalo ga, ya namanya juga mimpi. Nggak harus jadi kenyataan kan. Hoho. Demen nih bahasan yg kaya gini. Good job!!

    1. Kenapa masih ragu. ๐Ÿ˜ฆ Ayo buru follow!
      Nanti aku bomin notif karena aku lagi nulis tiap hari, wkwkwkwk.

      Kalau nerusin mimpi, berarti tidur mulu gitu ya? Asik dong. ๐Ÿ˜€ /pin

      1. Yaaa ragu karena notifnya itu lo wkwkwk

        Iya bener. Tidur trs aja gausah bangun:))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s