Korespondensi, Lempar Prompt Bareng Rana (Februari 2019)

Prangko Indonesia Favorit

Alhamdulillah kembali tau bagaimana rasanya mengejar deadline tugas dan tayang tulisan blog hari ini dalam waktu yang berdekatan. :”) Kali ini masih seputar korespondensi, yaitu tentang prangko Indonesia.

Yang namanya favorit biasanya cuma satu, ‘kan ya? Tapi berhubung Rifina memang suka prangko dan sulit memilih satu, akhirnya agak diakal-akalin biar banyak. Hehehe.

Terantik

Entah mengapa aku merasa prangko ini antik banget. Ini set prangko edisi 150 Tahun Prangko di Indonesia, terbit tahun 2014. Prangko ini kubeli Juli 2018 lalu saat berkunjung ke Kantor Pos Asia Afrika (KP AA) di Bandung. Aku cuma beli dua set, satu set kupakai (yang sebenarnya agak terpaksa) san satu set sisanya kusimpan. Warnanya kesukaanku banget, cokelat vintage, dan semakin menunjukkan keantikannya. 👌

Terekonomis

Ini prangko dengan ukuran paling ekonomis yang sangat kusukai! Sangat cocok untuk menemani kartu pos ke luar negeri karena biayanya sudah ≧6.000 dan yang tidak makan tempat ya prangko ini. Sayangnya, tidak semua nominalnya ekonomis, wankawan. Jadi aku hanya sanggup memiliki beberapa keping dari setnya. Yang kiri dikasih sahabat penaku yang baik hati, yaitu Kak Sa! Yang kanan aku beli sendiri dan sengaja kusimpan. Sebenarnya ada dua lagi dan masih menempel di surat sahabat pena, yaitu keping nominal 5.000 dan 3.000.

sumber: stampworld.com

Di atas ini set lengkapnya dengan total enam keping prangko berbagai nominal. Aku belum punya yang 2.500 dan 4.500. 😦 Oh iya, prangko ini edisi Layanan Pos Indonesia dan diterbitkan tahun 2013. Sama seperti prangko antik sebelumnya, aku pertama kali mengetahui prangko ini saat mampir ke KP AA Bandung.

Terjadul

Oke, janji deh ini prangko terakhir. 😂

Sebenarnya prangko ini bukan milikku, tapi milik ibu (yang kemudian dihibahkan padaku). Prangko ini juga bukan yang paling jadul dari koleksi hibahan ibuku karena ada prangko dari tahun 1992 juga. Hanya saja ini prangko jadul favoritku, edisi Cerita Rakyat yang dikeluarkan dua kali tahun 1998 (nominal 300) dan 1999 (nominal 500) dengan ilustrasi yang berbeda.

sumber: stampworld.com
sumber: stampworld.com

Yang menarik dari prangko ini, dalam satu lembar penuhnya ada empat set prangko. Nah, tiap setnya merepresentasikan satu cerita rakyat Indonesia, seperti Sangkuriang dan Danau Toba. Jadi gambarnya nyambung gitu, keren deh! Kayak baca komik singkat tanpa dialog, tapi semua unsur pentingnya dapet!

Begitulah kurang lebih~ Kalau boleh jujur, sebenarnya aku suka semua prangko Indonesia karena menurutku prangko itu lucu. Jangan tanya kenapa, pokoknya lucu. 🙊 Ke depannya, aku berharap semoga prangko Indonesia makin variatif, dan yang paling penting, ukurannya makin diekonomiskan.

Harapan lainnya, aku ingin usatu hari nanti ilustrasiku bisa jadi prangko, baik prangko resmi keluaran Pos Indonesia maupun prangko PRISMA yang custom. 😄

.

Depok, 12 Februari 2019 | 23.30 WIB

Lempar Prompt Bareng Rana: Prangko Indonesia Favorit.

Advertisements

10 thoughts on “Prangko Indonesia Favorit”

    1. Wah, sayang sekali! Kegiatan pindah rumah memang berpotensi menimbulkan kehilangan barang, ya. Sama seperti nasib buku diari ibu yang sempat disimpan sampai beliau merantau ke Kalimantan. Padahal aku penasaran banget sama isinya. 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s