Korespondensi

Tipe Orang Berkirim Kartu Pos

Ada tiga tipe orang dalam berkirim kartu pos.

Tim #LangsungKartunya

kartu pos lebaran yang dikirim akhir Mei

Pertama, langsung kartunya aja.

Tanpa amplop atau plastik, prangko langsung ditempel di balik kartu dan dicap basah. Bahasa bekennya di dunia perkartuposan adalah written and stamped. Istilah tersebut sering digunakan saat melakukan direct swap atau bertukar kartu secara langsung (dalam konteks ‘mengajak’ dan ‘sama-sama pilih sendiri’).

Masih berhubungan dengan direct swap, biasanya teman bertukar kita ada yang lebih suka dikirim dalam bentuk kartunya langsung. Mereka akan meminta kita untuk mengirim kartu pos written and stamped (w/s).

Lantas, apa pertimbangan orang-orang memilih w/s? Hm … mungkin agar kartu posnya terasa lebih ‘hidup’, soalnya prangko, pesan, dan capnya asli. Lebih berasa ‘mengirim kartu pos’-nya kali ya? 😁

Tim #DimasukinAmplop

written postcard in envelope for Lilyan.

Kedua, kirim kartu pos pakai amplop.

Ini adalah salah satu opsi berkirim kartu pos. Pun di dalam direct swap ada yang lebih suka dikirim pakai amplop karena berbagai pertimbangan. Misalnya, agar kartu pos tidak kotor dan meminimalisir kemungkinan kartu pos tertekuk.

Kalau dalam direct swap, biasa pada nyebut written and in envelope (untuk yang mau kartunya ditulis dan dimasukkan ke dalam amplop). Ada juga yang minta kartu pos kosongan, jadi tidak kita tulisi apa-apa sehingga mau tidak mau dikirim pakai amplop. Biasanya mereka memang ada yang suka begitu, atau berniat dijadikan kartu barteran dengan orang lain. Banyak yang kurang suka mengirim kartu pos kosongan, kalau kamu berniat melakukannya sebaiknya hati-hati yaa.

Sisi positif dari opsi ini, tentu saja, kartu pos cenderung bersih. Kemungkinan kartu pos tertekuk juga lebih kecil, makanya suka dijadikan opsi semisal kartu yang dibarter adalah shaped postcard (kartu pos berbentuk). Namun, bukan tidak mungkin kartunya bakal tertekuk, ya.

Kalau mengirim lebih dari satu kartu, biaya prangkonya juga relatif murah dengan amplop. Tarif per kartu pos ke Jepang misalnya, kena Rp6.000 per kartu. Kalau dikirim pakai amplop, bisa masuk 3-5 kartu pos (mungkin lebih), dan kena Rp6.000 per amplop. Dengan catatan, berat amplop tidak lebih dari 20 gram. Tapi ya kembali lagi, ada yang suka ada yang tidak.

Bagi pengoleksi prangko, opsi ini kerap dipilih karena―kalau beruntung―teman bertukar kita akan mengirim dengan amplop berprangko. Tentu lebih mudah melepas prangko di amplop daripada di kartu pos, ‘kan?

Tim #DibungkusPlastik

shaped card untuk Shannon di Filipina.

Ketiga, dibungkus plastik!

Aku beberapa kali menerima kartu pos dibungkus plastik. Biasanya, kartu posnya tipe written and stamped alias ditulis, ditempel prangko, dan dicap basah. Kemudian dimasukkan ke plastik bening seukuran kartu pos. Jadi, bagi pecinta w/s tapi ingin kebersihan kartu pos tetap terjaga, cara ini bisa dijadikan opsi. Kartu-kartu yang kuterima dengan cara ini pun aman dari noda.

Walaupun terdengar tidak ramah lingkungan, kita bisa meminimalisir ketidakramahan itu dengan tidak membuang plastiknya. Kartu-kartu milikku yang dikirim dengan plastik pun masih terbungkus di dalam plastiknya. Kalaupun tidak suka, plastiknya bisa dilepas dan digunakan untuk hal lain.

“Terus, kamu tim yang mana, Pin?”

Aku? #TimSamainAja alias nyamain permintaan si pengajak barter kartu pos, hehe. Kalau mereka minta written and stamped, aku minta demikian pula. Kalau mereka mengirimkan kartu pos written in envelope, aku akan melakukan hal serupa. 😁

( halah, itu mah kamunya aja yang nggak bisa milih, pin )

.

Depok, 2 September 2019

Advertisements

10 thoughts on “Tipe Orang Berkirim Kartu Pos”

      1. Ku pernah ngirim postcard sekali ke bule wkwk. Aku lupa nama aplikasinya. Jadi dia bisa kayak nentuin harus kirim ke siapa

      2. Kalau diliat2, sebenernya udah lumayan banyak aplikasi kirim e-postcard. 🤔 Kalau yang kupakai waktu itu namanya Slowly, tapi cuma kumainin sebentar hehe.

  1. Kuliat liat prangkomu kok bagusbagus pin. Aku kalo beli prangko cm ada yg buah-buahan aja-_-

  2. kalo ngirim aku tim Langsung soalnya simpel, tp aku sukanya dikasih kartu pos dalam Amplop, sukanya kalo dibonusin prangko bekas atau stiker dll 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s