Opini

Kuliah Sarjana Lagi?

sumber: pixabay

“Kalau sudah lulus S1, cobalah kuliah S1 lagi. Tapi bidang lain. Hukum, ekonomi. Apa saja.”

Kurang lebih begitulah kata seseorang di tempatku PKL, Juli 2019 lalu. Beliau seorang pustakawan dan dosen. Bukan pustakawan aktif, melainkan lebih seperti pembimbing atau pembina para pustakawan. Seseorang yang dihormati di perpustakaan tersebutโ€•oh, bahkan di bidang ilmu ini. Sudah banyak buku tentang ilmu perpustakaan yang beliau tulis, lantas dijadikan buku teks kuliah. Dengan melihat sosoknya saja sudah otomatis membuat kita merasa segan. Aku tidak tahu usianya, tetapi rambutnya sudah memutih. Suaranya sedikit serak. Walaupun begitu, beliau masih segar bugar.

Saat PKL kemarin, aku dan temanku diberi ksempatan untuk berbincang sedikit dengannya. Karena kami tidak begitu mengenalnya, tadinya kami menganggap pertemuan itu biasa saja. Namun, setelah mengetahui betapa hebatnya beliau, aku bersyukur bisa memiliki kesempatan untuk mengobrol walau hanya sebentar. Ada satu pesan yang dia sampaikan dan langsung teringat dalam benakku. Beliau menganjurkan kami untuk kuliah lagi setelah lulus di jurusan ilmu perpustakaan ini. Sarjana lagi, apa pun itu.

“Sudah kuliah empat tahun, masa kuliah lagi? S1 pula?”

Sebenarnya, itu tidak aneh sih. Masih terhitung wajar, apalagi untuk jurusanku. Bisa dibilang ilmu perpustakaan ini cakupannya luas. Masih umum gitu, karena dasarna belajar tentang manajemen informasi (koleksi perpus, arsip, dsb.). Semisal nantinya menjadi pustakawan, akan lebih “uwow” jika seorang pustakawan memiliki satu atau lebih bidang ilmu yang dia kuasai (di luar ilmu perpustakaan). Misalnya, ilmu hukum, ekonomi, dan kedokteran. Kalau punya satu ilmu tambahan, kita bukan hanya menjadi pustakawan biasa, tetapi pustakawan spesialis. Bahasa kerennya: specialist librarian. Kita tidak hanya ahli dalam ilmunya, tetapi juga ahli dalam teknik pencarian dan pengelolaan informasinya (di sini nilai plus-nya).

Itulah mengapa beliau menyarankan kami untuk kuliah lagi. Tidak perlu kuliah formal yang harus tatap muka, katanya. Kuliah online juga oke. Beliau pun menyarankan kami untuk mencoba kuliah di Universitas Terbuka (UT).

Kalau aku pribadi, jujur, tertarik sih. Pada dasarnya aku memang kepoan, selalu ingin tahu hal baru, hehe. Tanpa disarankan pun sebenarnya sudah sempat terlintas di pikiran. Namun, setelah dianjurkan begitu ya jadi makin kepikiran. Why not, pikirku. Ide yang menarik.

Tapi, yah, mari fokus ke masa kini dulu. Skripsi aja belum jalan, hahaha. Pun, sepertinya setelah lulus nanti akan mencari kerja dahulu karena anjuran orang tua. ๐Ÿ˜€

.

๐ŸŽ“ Depok

15 thoughts on “Kuliah Sarjana Lagi?”

    1. Iyaa. Bisa juga S2 ke jurusan yang berkaitan, gaspol sampe S3. ๐Ÿ˜€ Tapi, saat ini aku pribadi belum berminat, hehe.

  1. Saya juga pernah Mbak. Tapi rada halu : pingin lanjut kuliah terapan psikologi padahal S1 hukum. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Saya kalo bisa ilmu kloning psati bakal ngampus di segala jurusan yang menarik perhatian. Jadi master of everything. Sekarang : just nothing ๐Ÿ˜ข

    1. Kalau bisa mah gas aja, Mbak. Atauu alternatifnya ya otodidak, alias baca2in jurnal di internet aja. :3 Wah, samaaa. Kalau bisa kagebunshin, aku juga mau begitu, wkwkwk.

  2. Semangat. Semoga segera terlaksana. Banyak kok jaman sekarang beasiswa untuk bisa lanjut kuliah lagi. Btw, semangat skripsinya juga rifihana ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s