Buku

‘The Man Who Plays Piano’ Sudah Ada di Toko Buku!

Akhirnya, ‘anak keduaku’ ini muncul juga di toko buku, tepatnya di Gramedia Depok! ๐Ÿ˜†

Kunjunganku ke toko buku tadi sore tidak lebih dari iseng. Iseng yang terlampau niat memang. Selepas bertemu dosen di kampus tadi sore, aku menyempatkan mampir ke Gramedia di perjalanan pulang. Niat awalku adalah memeriksa novel keduaku yang dikabarkan terbit bulan Juni ini, dan alhamdulillah sudah ada di toko buku! Karena di Gramedia Depok saja sudah ada, dugaanku sih di Jakarta juga sudah ada. =))

Untuk sinopsisnya, ini dia:

Sebelum kalian menduga apakah ini tulisan blog harian sekalian promosi, jawabannya: yap, betul sekaliii, hahaha. Parah sih aku mah wacana nulis setiap hari, tapi ada aja alasan lupa nulis. ๐Ÿ˜…

Jadiii, kasih tau teman dan saudara kalian tentang buku ini, yaaa. Terus, kalau lihat buku ini di toko buku, jangan lupa dibawa pulang!

Tapi sebelum itu dibayar ke kasir dulu, ya. ๐Ÿ˜‚

.

Depok, 29 Juni 2018

Advertisements
Buku

The Man Who Plays Piano: Close PO, Publish Very Soon!

Pre-Order (PO) novel keduaku yang berjudul The Man Who Plays Piano sudah ditutup tanggal 2 Juni kemarin, lho! Siapa yang kemarin ikutan PO-nya? ๐Ÿ˜

Buat yang ketinggalan PO, tenang aja, walaupun PO-nya sudah tutup, insyaAllah bukunya akan segera terbit dan hadir di toko buku se-Indonesia! Kali ini jangan sampai kehabisan, ya!

Berikut ini sinopsisnya:

Dan ini penampakan dummy buku dari penerbitnya:

Kalau suatu saat nanti(?) lihat buku itu, jangan lupa bawa ke kasir dan boyong ke rumahmu, ya! Kasih tahu teman, saudara, kakak, adik kalian juga! โœจ

Arsip Karya, Buku

The Man Who Plays Piano: Open Pre-Order!

Novel keduaku akhirnya buka Pre-Order, wankawan!

Harganya Rp53.600 (dari harga normal Rp67.000). Masih cukup ‘terjangkau’ untuk ukuran novel masa kini yang harganya udah pada selangit. ๐Ÿ˜…

Periode Pre-Order dibuka dari tanggal 9 Mei sampai 2 Juni 2018. Dapet bonus Dreaming Pen! Bisa dipesan melalui akun Instagram @Twigorashop atau melalui Whatsapp di 085880095599.

Jangan lupa beli, ya! Sebarin ke teman-teman kalian juga. =))

Dan di bawah ini penampakan dummy-nya. ๐Ÿ˜†

Buku

Book: The Man Who Plays Piano (coming very soon!)

Setelah proses pembuatan yang terhitung singkat dan ngebut, lalu proses di penerbit yang cukup memakan waktu walaupun tergolong cepat, akhirnya selesai juga.

‘Anak’ keduaku, The Man Who Plays Piano, will coming very soon. ๐Ÿ˜€

Kalau boleh jujur (boleh kan ya? Wkwk), sinopsisnya dibuat oleh pihak penerbit. Walaupun gaya bahasanya agak beda, aku lumayan suka sama sinopsisnya. Bahkan, kayaknya kombinasi diksi di sinopsisnya lebih variatif daripada tulisanku sendiri. :”)

(mulai deh ‘negative thinking sama diri sendiri’-nya, hahaha)

Oh ya, sebelum disebar ke toko buku, buku ini akan (segera) buka Pre Order di akun Instagram resmi penerbitnya (@twigora). Untuk informasi lanjutan (dan sampingannya) insyaAllah akan kuusahakan selalu di-update di sini!

Yah, doakan saja aku tidak lupa dan mangkir lagi. :”)

.

.

Buku, Nostalgia

Doraemon dan Nostalgia

Siang tadi, aku pergi ke toko buku di dekat kampus bersama seorang teman. Awalnya dia kuajak karena aku mendapat promo makan bakso gratis mi ayam di retail restoran bakso yang ada di dalam toko buku tersebut, tetapi … yah, namanya juga sudah di toko buku, kurang lengkap rasanya kalau tidak berkeliling di bagian buku dan alat tulis.

Saat itulah, ketika berkeliling di rak-rak komik, kami berhenti di rak komik yang mengenang masa kecil kami, yaitu Doraemon.

Continue reading “Doraemon dan Nostalgia”

#JumblingJuly2017, Arsip Karya, Buku, Curhat

Novel Pertama

Novel-PertamaBagaimana bisa aku melewatkan salah satu benda yang menyimpan kesan paling besar di dalam hidupku ini? Benda itu adalah sebuah buku, novel fiksi untuk remaja muda yang sedang dalam masa pencarian jati diriโ€”pun aku ketika sedang menggarap naskah novel itu.

Dan, ya, buku itu adalah novel pertamaku.

Continue reading “Novel Pertama”

#NulisRandom2017, Arsip Karya, Buku

Antologi: Fragmentasi Ciuman di Bawah Hujan”

Sebelumnya, tolong jangan berburuk sangka dulu dengan judul antologinya. Judulnya memang agak vulgar ya, tapi isinya nggak kayak judulnya kok. Serius. :”)

Ini buku antologi pertama yang ada karya tulisku (cerpen) di dalamnya. Rasanya bangga banget, apalagi ini cerpen pertama yang lolos sekian terbaik setelah berulang kali kalah lomba. Ditambah lagi, ini penghibur di kala aku saat itu (2011) lagi nunggu naskah novel yang masih digantungin. :”) Aku benar-benar bersyukur punya sedikit sifat keras kepala, terutama dalam mencapai suatu goal.

Continue reading “Antologi: Fragmentasi Ciuman di Bawah Hujan””