Surat dari Muezza

Hap!

Good meowning!

Kenalin, namaku Muezza. Aku lahir bareng empat saudaraku yang lain, dan aku yang paling ganteng. 😎 Sekain ganteng, aju juga paling beda, buluku (kayaknya) goldenred tabby sendiri, padahal mbak-mbakku yang lain bulunya black tabby(?) dan hitam….

Continue reading “Surat dari Muezza”

Advertisements

Pola Tidur Baru

Saat liburan semester ganjil kemarin, aku selalu tidur lewat tengah malam, sampai-sampai aku sendiri mengkhawatirkan pola tidurku yang berantakan itu. Aku bahkan lupa melatih pola tidur yang baik dan benar (baca: di bawah pukul 12 malam) selama minimal seminggu sebelum liburan usai. Bahaya kan kalau kebawa sampai masuk kuliah, masih hobi bergadang lalu kurang tidur saat kelas.

Sayangnya, sampai H-1 masuk kuliah, aku bahkan masih tidur di atas pukul 12 malam.

Continue reading “Pola Tidur Baru”

Cerita di Ujung Malam

Belakangan ini ayah lagi ‘hobi’ mengajak kami sekeluarga pergi menginap di akhir pekan. Dibilang hobi karena baru berselang 2-3 minggu dari acara menginap sekeluarga yang sebelumnya sudah mengajak menginap lagi. Mungkin penat dengan rutinitas kantornya ya. Ibu yang sama-sama kerja di kantor mungkin juga penat, makanya pas diajak ya hayu-hayu saja.

Tapi, sebelum ‘hayu-hayu saja’, sebenarnya kami tidak bisa menolak sih karena sudah dipesankan lebih dulu. Ayah memang paling jago kalau urusan kejutan. 😅

Continue reading “Cerita di Ujung Malam”

Godaan Stationery dan Penangkalnya

Aku lemah kalau sudah melihat barang-barang stationery. Itu tuh, kayak pulpen yang bentuknya lucu, notes-notes dengan cover aesthetic yang menggugah kekhilafan, day hingga year planner elegan yang harus merogoh saku dalam-dalam demi membelinya―untuk kemudian dibiarkan kosong karena sayang diisi (duh), sticker post-it yang berwarna indah, washi-tape lucu yang bikin anak kos puasa lima hari, dan maaasih banyak lagi.

Continue reading “Godaan Stationery dan Penangkalnya”

Sabtu Kuyup

Sore hari ini adalah salah satu sore di mana hujan menjadi temanku pulang. Kuyup, pakaian tak lagi terselamatkan.

Padahal sejak pagi cuaca cerah-cerah saja. Aku bahkan masih ingat matahari yang tidak malu-malu berbagi panas saat aku berjalan dari Stasiun Bogor ke Museum Zoologi di Kebun Raya Bogor.

Bukan. Bukan jalan-jalan. Mengerjakan proyek akhir UAS salah satu mata kuliah, tepatnya.

Continue reading “Sabtu Kuyup”

Senin Kebasahan dan Sebab di Baliknya

Sore tadi hujan turun lagi, dengan pasukan bulir air yang lebih banyak dari biasanya. Parkir mobil dengan susunan paving block (aku tidak tahu penulisannya) digenangi air hingga mata kaki, selasar Gedung 8 hampir saja kebanjiran.

Aku bukannya benci hujan―justru menyukainya. Aku berharap punya jendela kamar yang bisa terkena tetesan hujan, lantas menempelkan pipi di permukaannya agar bisa merasakan dinginnya hujan. Oh, aku juga suka hujan karena makan mi dadak ketika hujan itu nikmat sekali!

Continue reading “Senin Kebasahan dan Sebab di Baliknya”