Jepang · Lainnya

Tabloid Halo! Jepang

“Kalian ada yang masih baca koran?” tanya salah seorang dosenku di kelas. 

Ingat dengan tabloid Halo! Jepang yang kumiliki (tabloid sama-sama surat kabar/koran, tapi berukuran lebih kecil), aku mengangkat tangan. Sang dosen melihat ke arahku (setidaknya itu yang kupikirkan), ia bertanya, tetapi ketika aku akan menjawab, malah teman yang di belakangku yang menjawab…. Sepertinya angkat tanganku tidak terlihat.

Oke, skip bagian mengenaskan itu.

Masih berhubungan dengan pertanyaan dosen, dulu eksistensi koran masih sangat kental. Ayahku saja pernah langganan koran Kompas setiap hari. Bahkan terkadang masih mau membeli koran lain ketika mampir ke kios kecil di pinggir jalan yang menjual majalah dan koran. Namun, ketika teknologi mulai datang secara nyata, kami sudah tidak pernah langganan koran lagi. Semua sudah pakai ponsel dan tablet pribadi. 

Mungkin itulah awal mulanya ada ‘tuduhan’ bahwa generasi milenial kini tidak lagi membaca koran asli. Jangankan membaca, bahkan menyentuh saja hanya ada segelintir anak muda saja yang melakukannya. Dan aku cukup amaze karena aku masuk ke dalam ‘segelintir anak muda’ yang baru saja kusebut. Semuanya karena tabloid Halo! Jepang yang selalu dikirim sebulan sekali ke rumah sejak dua tahun yang lalu.

Tabloid Halo! Jepang, jika mengutip tagline-nya, adalah titian informasi Indonesia – Jepang. Ada informasi tentang niaga, wisata di Jepang, tokoh inspiratif Jepang dan Indonesia, komunitas, pendidikan, budaya, kuliner, hingga tren terkini. Semua informasinya selalu yang berhubungan antara Indonesia dan Jepang.

Nah, bagian enaknya, aku tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk melanggannya (nanti akan kukasih tahu Cara Melanggan Gratis Tabloid Halo Jepang ).

Continue reading “Tabloid Halo! Jepang”

Advertisements
Masak-masak

Long Time No Takoyaki

Dalam satu bulan, minimal aku akan memasak takoyaki untuk dimakan bersama dengan keluarga di malam hari. Untuk yang belum tahu, takoyaki adalah jajanan khas Jepang yang berbentuk bola. Rasanya sih kurang lebih sama kayak bakwan karena adonannya juga mirip.

Kebiasaan ini sempat vakum selama dua hingga tiga bulan karena aku disibukkan oleh tugas kuliah yang berkolaborasi dengan kerjaan dari dua kepanitiaan (sekarang masih sih tapi tidak sesibuk yang kemarin). Bahkan akhir mingguku pun dinodai kerjaan kepanitiaan kampus dan non kampus dari siang hingga malam, tidak jarang hingga dini hari karena begadang.

Itulah mengapa aku sangat senang ketika akhir minggu kali ini (Sabtu kemarin) tidak terlalu disibukkan banyak hal. Bahkan aku mengumumkan ke keluarga.

“Nanti malam aku mau bikin takoyaki. Ingetin, ya.”

Continue reading “Long Time No Takoyaki”

#Noctober2017 · Sajak (-sajakan)

Aku dan Secangkir Kopi

Dulu, ia yang menemaniku di tengah sepi. Ia juga yang menemaniku berkutat dengan tugas hingga dini hari.

Dulu, beberapa makan malamku adalah secangkir kopi dan sepotong roti. Tidak perlu makanan ala restoran itali, aku sudah tenang asal perut terisi.

Kini, ia pula yang menemaniku di tengah sepi. Menemaniku berkutat dengan paper dan proyek menulis hingga pukul dua pagi.

Kini, beberapa makan malamku tak lagi sepotong roti, bukan pula makanan ala restoran itali. Hanya makanan rumahan penghangat hati, dan terkadang diakhiri secangkir kopi.

Katanya, kopi itu bikin tidak sehat diri. Tapi, sayang, ia sudah menjadi adiksi.

#Noctober2017 · Keluarga · Nostalgia

Karaoke Keluarga di Akhir Minggu

Terima kasih untuk Mata Kuliah English for Information Professional yang dosennya dua dan memberi satu hari kosong sebagai tanda pergantian dosen setelah UTS. :”) Kalau bukan karena kelas pagi esok hari ditiadakan, mustahil jam segini aku masih melek. Menyempatkan nulis blog pula bukannya belajar buat UTS, hahaha. (jangan ditiru)

Karena aku mau refreshing lewat menulis blog. Dan prompt kali ini adalah … karaoke!

Ada masa ketika keluargaku pernah ketagihan karaoke keluarga seminggu sekali. Tapi, kini Sudah tidak lagi. Bahkan saking tidak pernah dilakukan lagi, aku hampir lupa pernah ada kebiasaan ini di keluargaku dulu.

Dan aku jadi ingin bernostalgia.

Continue reading “Karaoke Keluarga di Akhir Minggu”

#Noctober2017

Fungsi Es Krim

Menurut teoriku yang sebenarnya tidak perlu dipertimbangkan sama sekali, ada makanan dan/atau minuman yang dapat memberi pengaruh terhadap konsumennya. Salah satunya adalah kudapan dingin bernama es krim. Kudapan yang berstatus ambigu ini (karena tidak jelas tergolong makanan atau minuman) memiliki beberapa fungsi yang kemudian memberi dampak positif bagi konsumennya. Dan inilah hasil observasiku mengenai dampak positif mengonsumsi es krim.

Continue reading “Fungsi Es Krim”