#AksaraAgustus2017, #JumblingJuly2017, #NulisRandom2017

Evaluasi Menulis #JumblingJuly2017

Aku berjanji pada diriku sendiri untuk membuat sebuah tulisan evaluasi dan ucapan terima kasih sebagai penutup #JumblingJuly2017. Walaupun sudah dilanda rasa kantuk sejak sejam yang lalu, here I am. ūüėÜ

Aku nggak bisa menampik kalau aku masih nggak percaya bisa menulis rutin sebulan penuh. Eh, yah, minus dua hari bolong karena (benar-benar) lupa dan lelah. Selain itu, jika dilihat daei konsistensinya, bulan lalu jauh lebih baik karena aku hanya melewakan satu hari. Namun, kalau dilihat dari prodiktivitasnya, aku lebih produktif bulan ini karena dibandingkan bulan Juni yang menghasilkan 43 tulisan, bulan Juli ini aku menghasilkan 59 tulisan (jadi 60 kalau sama tulisan ini). Masih jauh lebih sedikit daripada partner menulisku. :”))

Tulisan kali ini adalah evaluasi serta ucapan terima kasih untuk berbagai pihak. Biar mantap djiwa kayak pidato Pak Lurah gitu‚Äēeh, Bu Lurah aja deh.

Continue reading “Evaluasi Menulis #JumblingJuly2017”

Advertisements
#JumblingJuly2017

Aku Ingin Begini, Aku Ingin Begitu

Ingin ini ingin itu banyak sekali~

Semua-semua-semua dapat kita wujudkan

dapat diwujudkan dengan usaha keras~

Yes. Ingin begini dan ingin begitu, tapi tanpa usaha jangan harap akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Garis bawahi, memuaskan. Ya, tanpa usaha keras, tetap ada kemungkinan berhasil. Namun, yang berhasil belum tentu memuaskan. Entah kini, entah nanti.

Resolusi, kata tersebut dapat mendefinisikan judul tulisanku kali ini. Aku ingin begini, aku ingin begitu. Aku ingin menerbitkan novel lagi, aku ingin menang lomba lagi‚Äēini versiku. Maknanya memang masih satu spesies dengan harapan karena resolusi muncul dari sebuah harapan. Namun, resolusi memiliki sifat spesial, yaitu adanya sesuatu yang mendorong kita untuk mewujudkan resolusi itu. Ada kontribusi kerja keras dalam mewujudkan resolusi, dan itu sudah tak terelakkan lagi.

Continue reading “Aku Ingin Begini, Aku Ingin Begitu”

#JumblingJuly2017, Hobi, Keluarga

Hobi Ujug-ujug

“Masa ini ceritanya serem,” kata Adikku suatu malam ketika rumah kami sedang kedatangan saudara. Aku langsung menoleh, dan melihatnya sedang membuka halaman awal sebuah novel misteri‚Äēartinya ia baru membacanya belum lama ini. Bukunya cukup tebal, dan itu adalah karangan Sir Arthur Conan Doyle.

Iya, itu penulis novel yang menciptakan tokoh detektif jenius Sherlock Holmes.

Sebagai seorang kakak yang tahu sekali kalau adik laki-lakinya yang satu itu nggak doyan baca buku dan lebih senang main game di ponsel, wajar kan ya kalau aku kaget? :”) “Ada apa ujug-ujug nih anak baca novel tebal terjemahan yang isinya huruf semua?” Kurang lebih itu yang pertama kali kupikirkan.

Continue reading “Hobi Ujug-ujug”

#JumblingJuly2017, Bahasa

Resolusi Awal Tahun

20181006_213621_00011246335751.png

Biasanya resolusi identik dengan dimulainya tahun yang baru. Menetapkan tujuan-tujuan baru yang ingin dicapai di tahun yang baru. Ada yang menuliskannya di kertas lalu ditempel di dinding, yang lebih canggih sedikit ada yang menuliskannya di notes ponsel, dan yang paling canggih adalah menyimpannya di dalam ingatan‚Äēdia pasti orang paling canggih sepanjang masa yang bisa menyimpan resolusi dalam pikiran dan mengingat semuanya hingga akhir tahun.

Namun, kupiki resolusi nggak musti dibuat di awal tahun baru. Bahkan kalau bisa, dibuat setiap pagi, mengabsen apa-apa saja yang akan kita capai hari ini.

Continue reading “Resolusi Awal Tahun”

#JumblingJuly2017

HabitGoals

20181006_214006_0001-1376981232.png

Aku ingin menjadikan kegiatan menulis ini sebagai kebiasaan, dan itulah resolusi pertama yang sudah kutetapkan sejak bulan ini.

Terima kasih kepada pelopor Nulis Random 2017 yang kembali menghidupkan blogku yang sempat mati suri ini. Berkat kampanye menulis garapan Online Publishing Nulisbuku itulah aku bisa mendapatkan kebiasaan menulis setiap hari, minimal di blog ini‚Äēketika dulu aku selalu saja beralasan untuk lupa mengisi tulisan untuk blog sendiri.

Terima kasih juga untuk kamu yang mengajakku untuk tetap melangsungkan kampanye menulis rutin dan menginisiasi Jumbling July 2017 bersamaku. Semuanya berawal dari keinginan kita yang sama-sama ingin melanjutkan kebiasaan menulis ini sebagai rutinitas. Sebuah kampanye menulis dengan tujuan yang sama, tapi dengan tambahan tema-tema menarik setiap tiga harinya.

Resolusi dalam waktu dekat yang akan berlangsung jangka lamaku ini adalah … tetap menghidupkan kegiatan menulis apa pun, di mana pun, dan kapan pun, kemudian menjadikannya seperti kebiasaan yang permanen layaknya perut yang selalu menagih jatah makanan setiap harinya.

Bahkan kuharap kegiatan menulis ini tetap berlanjut hingga usia senja. Dengan tulisan-tulisan yang semakin berkembang, menginspirasi, juga menghibur.

.

.

rufindhi

Depok, 29 Juli 2017

#JumblingJuly2017, Curhat

Foto

20181006_214347_00011833804598.png

Ketika kini sebagian besar orang mengabadikan memori hidupnya dengan foto, aku justru nggak terlalu suka difoto. Foto selfie-ku bisa dihitung dengan satu jari tangan. Daripada menjadi objek foto, aku lebih suka jadi fotografernya saja. Maka, aku akan dengan senang hati menawarkan diri sebagai tukang foto ketika teman-temanku yang doyan foto itu butuh fotografer dadakan. Karena hampir semua temanku suka difoto, jadi nggak ada yang rela jadi fotografer. Takut nggak masuk frame, mungkin.

Walaupun begitu, bukan berarti aku nggak pernah difoto.

Continue reading “Foto”

#JumblingJuly2017, Menulis

Wattpad, FFn, dan AO3

Tiga kata di atas adalah nama website kepenulisan yang cukup digemari, baik sebagai lapak untuk menerbitkan tulisan maupun membaca cerita secara gratis. FFn sendiri merupakan singkatan dari FanFiction.net, sedangkan AO3 adalah singkatan dari Archive Of Our Own. Berbeda dengan Wattpad, FFn dan AO3 memiliki basic fanfiksi, sedangkan Wattpad memiliki cakupan yang lebih luas dan lebih umum. Ketiga website itu memiliki warna representasi yang berbeda: Wattpad warna oranye, FFn warna biru, dan AO3 warna merah.

Dan tulisan ini akan menceritakan kisahku (?) berkelana dan singgah di ketiga¬†website¬†kepenulisan tersebut. Continue reading “Wattpad, FFn, dan AO3”

#JumblingJuly2017, Curhat, Opini

Positive Thinking

Aku sangat bersyukur sejak kecil sudah sering dicekoki untuk selalu positive thinking oleh Ibu. Pola berpikir positif yang terkadang kusimpangkan menjadi positive “lazy” thinking ini cukup banyak membantuku melewati kejadian-kejadian nggak menyenangkan terasa lebih ringan, seenggaknya bisa terlewati tanpa harus menjadi beban. Aku selalu percaya, segala hal yang terasa “berat” pasti ada alasan di baliknya. Akan ada kabar bahagia, seperti ada pelangi setelah hujan.

Hal ini bahkan tertulis di salah satu ayat favoritku, Al Insyirah ayat 5 dan diulang di ayat 6.

“Maka sesungguhnya di balik kesulitan pasti ada kemudahan.”

Continue reading “Positive Thinking”

#JumblingJuly2017, Curhat

Delapan Jam di Atas Awan

20181006_214639_00011115282667.png

Kalau perjalanan darat paling lama yang pernah kurasakan memakan waktu hampir 40 jam, perjalanan udara paling lama yang pernah kurasakan adalah 8 jam. Dan ternyata, dengan perbedaan jenis kendaraan, dua-duanya sama-sama bikin tepos.

Perjalanan udaraku tentu saja dengan pesawat‚ÄĒnggak mungkin helikopter juga soalnya. Delapan jam perjalanan di udara itu adalah ketika aku dan keluarga hendak pergi umrah. Aku selalu amaze karena menuju negara bagian yang waktunya empat jam lebih lama dibanding Jakarta, serasa naik mesin waktu dan pergi ke masa lalu (?). Continue reading “Delapan Jam di Atas Awan”

#JumblingJuly2017, Keluarga

Mudik Rasa Touring

20181006_214708_0001-1838732024.png

Ada sebuah kebiasaan yang lama-lama terlihat seperti tradisi di Indonesia ketika hari Raya Idul Fitri (lebaran), yaitu mudik, atau biasa disebut sebagai pulang kampung. Sebagai anak dari orang tua yang dulu tinggal di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, kami pun mengikuti tradisi ini setiap tahunnya, kecuali tahun ini‚ÄĒsepertinya Ayahku sedikit trauma karena tahun lalu macetnya parah. Kami menggunakan kendaraan pribadi, yaitu sebuah mobil, dengan lima orang penumpang termasuk Ayah yang mengemudikan mobilnya.

Mudik itu memang nggak lengkap tanpa macet, dan nggak bisa disebut mudik kalau jaraknya cuma sejam dua jam. Sehari perjalanan itu baru mantap. Dan perjalanan mudikku menuju home base bisa memakan waktu hingga 38 jam untuk waktu normalnya.

Namun, mudikku bukan mudik yang dari kota asal X menuju kampung halaman Y, lalu kembali lagi ke kota X‚ÄĒmudik keluarga kami lebih terlihat seperti … touring. Continue reading “Mudik Rasa Touring”

#JumblingJuly2017, Curhat, Opini

Melihat ke Atas

Ada yang mengatakan bahwa kita harus senantiasa melihat ke bawah (bukan secara harfiah) sebab banyak orang yang hidupnya belum seberuntung kita. Melihat ke bawah adalah sebuah ajaran untuk mensyukuri hidup yang kita miliki saat ini, terlepas dari segala dukanya karena hidup pasti memiliki suka dan duka.

Namun, kupikir kita juga jangan melulu lihat ke bawah. Sesekali melihat ke atas. Ada lho hal yang bisa kita syukuri ketika melihat ke atas.

Seperti ketika kita bisa melihat bintang yang bersinar terang di langit malam–sebuah kenikmatan yang jarang kudapatkan di antara¬†kenikmatan¬†lainnya.

.

.

rufindhi

Banjarbaru, 23 Juli 2017

#JumblingJuly2017

Banjarbaru, Kalimantan Selatan

20181006_214807_00011464664225.png

Rasanya baru kemarin membuka prompt Ruang Tamu untuk #JumblingJuly2017, tapi sekarang sudah ganti prompt baru lagi. Tiga hari ternyata cepat berlalu, ya. Dan hari ini #JumblingJuly2017 memulai prompt Perjalanan Jauh. Bahkan aku terlambat sehari karena kemarin pas ngetik tiga kalimat langsung diterjang rasa kantuk yang disebabkan rasa bosan luar biasa.

Oke, itu cuma alibi di balik ‚Äúlupa‚ÄĚ sih. Hehe.

Perjalanan jauh. Sebenarnya aku nggak pernah mengingat-ingat perjalanan jauh yang pernah kulakukan, tapi prompt kali ini membuatku kembali berpikir dan lebih peka dengan segala hal yang pernah kulakukan, contohnya ya … perjalanan yang jaraknya nggak sedekat rumah ke kampus.

Sebenarnya sudah seminggu ini aku nggak berada di rumah. Seminggu yang lalu, tepatnya hari Sabtu tanggal 15, aku pergi ke luar Pulau Jawa menuju pulau tempat aku dilahirkan, yaitu Pulau Kalimantan. Jauh kan ya, dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan, kalau naik becak sampainya tahun depan. Namun, kali ini aku bukan mau mengunjungi kota kelahiran, Pontianak di Kalimantan Barat, tetapi ke Banjarbaru di Kalimantan Selatan. Continue reading “Banjarbaru, Kalimantan Selatan”

#JumblingJuly2017

Ruang Tamu Pagi Buta

20181006_215111_0001-1842460255.png

Selain mengfungsikan ruang tamu sebagai ruang pencari sinyal teroke di rumah, aku juga melakukan hal lain di ruang tamu yang menjadi kebiasaan sejak bulan lalu.

Bukan, bukan mencemili makanan di toples untuk tamu, tapi mengetik.

Selepas subuh, aku yang nggak tidur lagi itu pergi ke ruang tamu sambil membawa laptop, duduk di sofa bersandarkan bantal kursi yang besar, lalu menyelonjorkan kaki. Biasanya aku ditemani oleh ponsel yang beralih fungsi menjadi pemutar musik dengan earphone. Namun, ada satu hal yang istimewa di pagi buta itu: Angin subuh yang masuk melalui pintu rumah yang terbuka.

Continue reading “Ruang Tamu Pagi Buta”