Curhat · Islam · Keluarga

Kekuatan Doa Ibu

Jika disebutkan bahwa 80% orang menganggap hari Senin adalah mimpi buruk dan paling tidak ditunggu-tunggu, aku salah satu yang berada dalam golongan 20% lainnya. Bagiku, hari yang menyeramkan dan tidak kunanti kehadirannya itu bukan hari Senin, bukan pula malam Jumat, tapi hari Selasa―yup, hari ini.

Continue reading “Kekuatan Doa Ibu”

Advertisements
Islam · Pojok Visual

Nikmat Allah yang Manakah yang Kamu Dustakan?

“Fabiayyi aalaaa irabbikumaa tukadzdzibaan.”

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Masih diizinkan bernapas.

Masih diberi akal yang baik.

Masih diberi hati yang bersih―bahkan waktu untuk membersihkannya jika kotor.

Masih diberi kesehatan.

Masih diberi rezeki berupa makanan, minuman, uang, dan lain-lain.

Masih diberi pengelihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa.

Dan masih banyak banyak banyak lagi.

Jadi, nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan?

.

.

Depok, 5 Oktober 2017

Curhat · Islam · Opini

Keputusan

Membuat keputusan itu selalu sulit untuk seorang aku―atau mungkin juga kamu, dia, dan mereka―karena di balik setiap keputusan selalu ada risiko yang harus kita hadapi. Suka tidak suka; senang tidak senang.

Dan sebagai seorang muslim, tentu saja aku mencoba untuk selalu membuat keputusan berdasarkan ajaran Islam. Sederhananya, jika aku ingin melakukan sesuatu, semuanya selalu kucoba diniatkan untuk Allah swt.

saved from pinterest

Continue reading “Keputusan”

30 Days Of Literature · Curhat · Islam · Opini · September 2017

Perkara Salam dan Salim

Kalau orang Thailand bersalaman dengan saling mengatupkan kedua tangannya dan orang Jepang dengan membungkukkan badannya, orang Indonesia akan mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan. Budaya salaman ini memang sudah sangat melekat di dalam diri orang Indonesia. Bahkan karena umat Muslimnya mayoritas, jadi timbul budaya “salim” yang sering kita lakukan ketika pamit dengan Ibu setiap hendak berangkat sekolah dengan meraih tangan orang yang lebih tua dan ditempelkan ke hidung.

Dulu, aku merasa salaman atau saliman ini bukanlah hal yang musti dikhawatirkan. Toh, ini adalah bentuk dari rasa hormat kepada yang lebih tua, seperti kita yang menyalami guru, orang tua, kakek, nenek, paman, bibi, hingga teman dari orang tua kita sendiri. Namun, lambat laun aku mulai berpikir, menghubungkannya dengan hukum agama yang semakin kupahami, dan teringat ada larangan non muhrim untuk bersentuhan.

Saat itu juga aku tersadar. Ayahnya teman kita kan non muhrim, teman laki-laki Ayah atau Ibu juga non muhrim, termasuk guru laki-laki di sekolah. Itu artinya, aku tidak boleh salim dengan mereka semua dong?

Continue reading “Perkara Salam dan Salim”

Curhat · Islam · Kutipan

Alasan Bertahan

Bersabar tidak selalu terasa manis, pun bertahan tidak selalu terasa ringan.

Aku selalu mencoba bertahan dari segala masalah dan tantangan. Walaupun harus mengorbankan momen-momen tak tergantikan, banyak waktu tersita, pun menguras air mata; aku selalu mencoba bertahan. Berusaha memandang beban bukan sebagai beban, tetapi sebagai ujian berhadiah ilmu atau pelajaran hidup.

Ada sebuah kalimat ajaib yang membuatku memutuskan untuk tetap bertahan di ujung keputusasaan:

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

– Al Baqarah, 286

.

.

Depok, 8 September 2017

Curhat · Islam

9 Hal Menarik di Tanah Suci

Sampai hari ini aku masih mengingat perasaan empat bulan yang lalu ketika pertama kali menginjakkan kaki di tanah suci Madinah dan Mekkah. Pun dengan panasnya yang ekstrem, tetapi itu nggak serta-merta menyurutkan jamaah umrah untuk tawaf mengelilingi Kakbah di bawah sinar terik matahari.

Selama tujuh hari di sana aku menemukan hal-hal yang menarik dan mungkin baru kurasakan terutama di Mekkah dan Madinah―yang selanjutnya akan kusebut Arab saja.

Nomor satu sampai sembilan, semuanya bikin tercengang! 😀

Continue reading “9 Hal Menarik di Tanah Suci”

Curhat · Islam · Opini

Transformasi

Mungkin aku adalah sebagian orang yang beruntung karena melalui hijrah yang cukup mulus, nggak melalui jalan berliku. Hijrah dalam KBBI artinya perubahan (sikap, tingkah laku, dan sebagainya) ke arah yang lebih baik―yang dalam konteks Islam berarti lebih mendekatkan diri pada Allah. Setiap orang memiliki ceritanya sendiri. Dengan suka dan duka yang nggak pernah sama.

Hijrah hanyalah kata serapan bahasa Arab karena dalam bahasa Indonesia artinya berubah menjadi lebih baik. Dalam konteks umum, siapa pun tentunya harus berubah menjadi lebih baik. Namun, kali ini perkenankan aku untuk membahas perubahan diri untuk menjadi lebih baik ini dengan sedikit menyinggung konteks religi.

Continue reading “Transformasi”