Jepang · Lainnya

Tabloid Halo! Jepang

“Kalian ada yang masih baca koran?” tanya salah seorang dosenku di kelas. 

Ingat dengan tabloid Halo! Jepang yang kumiliki (tabloid sama-sama surat kabar/koran, tapi berukuran lebih kecil), aku mengangkat tangan. Sang dosen melihat ke arahku (setidaknya itu yang kupikirkan), ia bertanya, tetapi ketika aku akan menjawab, malah teman yang di belakangku yang menjawab…. Sepertinya angkat tanganku tidak terlihat.

Oke, skip bagian mengenaskan itu.

Masih berhubungan dengan pertanyaan dosen, dulu eksistensi koran masih sangat kental. Ayahku saja pernah langganan koran Kompas setiap hari. Bahkan terkadang masih mau membeli koran lain ketika mampir ke kios kecil di pinggir jalan yang menjual majalah dan koran. Namun, ketika teknologi mulai datang secara nyata, kami sudah tidak pernah langganan koran lagi. Semua sudah pakai ponsel dan tablet pribadi. 

Mungkin itulah awal mulanya ada ‘tuduhan’ bahwa generasi milenial kini tidak lagi membaca koran asli. Jangankan membaca, bahkan menyentuh saja hanya ada segelintir anak muda saja yang melakukannya. Dan aku cukup amaze karena aku masuk ke dalam ‘segelintir anak muda’ yang baru saja kusebut. Semuanya karena tabloid Halo! Jepang yang selalu dikirim sebulan sekali ke rumah sejak dua tahun yang lalu.

Tabloid Halo! Jepang, jika mengutip tagline-nya, adalah titian informasi Indonesia – Jepang. Ada informasi tentang niaga, wisata di Jepang, tokoh inspiratif Jepang dan Indonesia, komunitas, pendidikan, budaya, kuliner, hingga tren terkini. Semua informasinya selalu yang berhubungan antara Indonesia dan Jepang.

Nah, bagian enaknya, aku tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk melanggannya (nanti akan kukasih tahu Cara Melanggan Gratis Tabloid Halo Jepang ).

Continue reading “Tabloid Halo! Jepang”

Advertisements
#JumblingJuly2017 · Jepang

Karcis Kereta

Karcis-Kereta

Karcis kereta. Kalau membicarakan Indonesia, karcis kereta lebih identik dengan perjalanan jarak jauh, seperti perjalanan mudik―karena kalau perjalanan dekat dengan Commuter Line, “karcis”-nya berbentuk kartu—tapi bukan itu yang ingin kubicarakan. Karcis kereta yang kubahas ini bukan dari Indonesia, apalagi dari kota tempatku tinggal, melainkan dari negeri nun jauh di sana yang dipisahkan oleh lautan.

Negeri Matahari Terbit.

Continue reading “Karcis Kereta”

#JumblingJuly2017 · Curhat · Jepang · SMA

Botol Manik-Manik

Botol-Manik-ManikKemarin aku menemukan sebuah benda yang memiliki cerita berkesan, yaitu botol kaca kecil berisi manik-manik tiga warna, dengan penutup kain kecil di atasnya, diikat dengan benang wol, dan dilengkapi dengan sebuah phone strap. Sebuah botol yang menyimpan memori masa lalu, tepatnya memori lima tahun yang lalu ketika aku masih kelas 10 SMA, dan sekolah kami sedang kedatangan kunjungan mahasiswa dari Universitas Chiba, Jepang.

Continue reading “Botol Manik-Manik”