#AksaraAgustus2017 · Keluarga

Senjata Makan Tuan

cerap /ce·rap/ a acuh; memperhatikan: kurang –; tidak –;

/men·ce·rap/ v 1 memperhatikan; menaruh minat kpd; 2 menerima sesuatu dl hati (mengambil inti sari dr suatu kejadian dsb) dng indra (spt penglihatan, pendengaran); menanggap;

/ter·ce·rap/ v dapat dicerap dng indra;

/ce·rap·an/ n sesuatu yg dicerap atau yg diterima dng indra; tanggapan: ~ penglihatan thd suatu benda mengakibatkan timbulnya kata: panjang, pendek, besar, kecil, dsb;

/pen·ce·rap·an/ n proses, cara, perbuatan mencerap.

Jangan remehkan kehebatan daya cerap anak kecil, atau kamu akan senjata makan tuan.

Continue reading “Senjata Makan Tuan”

Hobi · Keluarga

Hobi Ujug-ujug

“Masa ini ceritanya serem,” kata Adikku suatu malam ketika rumah kami sedang kedatangan saudara. Aku langsung menoleh, dan melihatnya sedang membuka halaman awal sebuah novel misteri―artinya ia baru membacanya belum lama ini. Bukunya cukup tebal, dan itu adalah karangan Sir Arthur Conan Doyle.

Iya, itu penulis novel yang menciptakan tokoh detektif jenius Sherlock Holmes.

Sebagai seorang kakak yang tahu sekali kalau adik laki-lakinya yang satu itu nggak doyan baca buku dan lebih senang main game di ponsel, wajar kan ya kalau aku kaget? :”) “Ada apa ujug-ujug nih anak baca novel tebal terjemahan yang isinya huruf semua?” Kurang lebih itu yang pertama kali kupikirkan.

Continue reading “Hobi Ujug-ujug”

Cerita Selingan

Jatuh

Ibu: Mana oleh-oleh kain sasirangan* yang Mama titip waktu itu?

Aku: Nih. Bahannya semi sutra gitu, jadi jatuh.

Ibu: Ohh, bahannya jatuh, ya. Eh, jatuh. *pura-pura kainnya jatuh*

Aku: … aku baru pulang lho ini.

*Kain Sasirangan: Kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan

#JumblingJuly2017 · Keluarga

Mudik Rasa Touring

Ada sebuah kebiasaan yang lama-lama terlihat seperti tradisi di Indonesia ketika hari Raya Idul Fitri (lebaran), yaitu mudik, atau biasa disebut sebagai pulang kampung. Sebagai anak dari orang tua yang dulu tinggal di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, kami pun mengikuti tradisi ini setiap tahunnya, kecuali tahun ini—sepertinya Ayahku sedikit trauma karena tahun lalu macetnya parah. Kami menggunakan kendaraan pribadi, yaitu sebuah mobil, dengan lima orang penumpang termasuk Ayah yang mengemudikan mobilnya.

Mudik itu memang nggak lengkap tanpa macet, dan nggak bisa disebut mudik kalau jaraknya cuma sejam dua jam. Sehari perjalanan itu baru mantap. Dan perjalanan mudikku menuju home base bisa memakan waktu hingga 38 jam untuk waktu normalnya.

Namun, mudikku bukan mudik yang dari kota asal X menuju kampung halaman Y, lalu kembali lagi ke kota X—mudik keluarga kami lebih terlihat seperti … touring. Continue reading “Mudik Rasa Touring”

Curhat · Keluarga

Sepekan di Banjarbaru

Satu mingguku di Banjarbaru ini berawal dari niat untuk menemani Tante beserta anak-anaknya pulang sekalian aku liburan. Sampai hari ini, aku masih belum tahu akan pulang kapan, kemungkinan minggu depan. Liburan kali ini memang nggak terlalu direncanakan kapan aku pulang. Selain karena aku masih libur kuliah sampai akhir Agustus, Ibu bahkan sempat menceletuk, “Berapa bulan kamu di sana?” Padahal sebagus apa pun tempat liburan, home always being home sweet home.

Kutipan apaan tuh, ngarang aja. Lol. Continue reading “Sepekan di Banjarbaru”

#JumblingJuly2017 · Keluarga

Disfungsi Ruang Tamu

Daripada membahas fungsi asli ruang tamu, aku lebih senang mengeksplorasi fungsi nggak biasa yang sering keluargaku lakukan di ruang tamu.

Pada dasarnya, keluargaku lebih sering menghabiskan waktu di ruang tengah karena lebih lapang, bisa sambil nonton televisi, dan lesehan di karpet. Alasan lainnya mungkin karena ruang keluarga lebih terasa kekeluargaannya, dan ruang tamu terasa lebih formal karena mindset “ruang tamu ya ruang untuk menjamu tamu”. Padahal, aku sering mendisfungsikan ruang tamu itu sendiri. 😂

Continue reading “Disfungsi Ruang Tamu”

Cerita Selingan

Singkatan dari SD

Tadi siang mampir ke SD untuk menjemput adik sepupu yang kelas 1 SD bersama ibunya―tanteku. Karena harus menunggu sebentar, si Tante membeli mainan untuk anaknya yang paling kecil di Abang-abang mainan depan sekolah.

Tante N: Kok aku jadi pingin beli mainan juga.

Aku: Ih, nggak inget umur….

Tante N: Lhoo, aku kan masih SD.

Aku: Iya iya, SD … Sudah Dewasa.