UI · #Noctober2017

Es Krim di Kanhum FIB UI

Double vanilla!―nggak deng, sebenernya lagi kurang suka rasa yang satunya, hahaha.

Es krim!

Salah satu makanan (atau minuman?) favorit yang memiliki banyak fungsi, dari melepas hawa panas di dalam tubuh hingga menghibur hati yang penat. Dan di kampusku, lebih tepatnya di fakultasku, ada toko es krim sudah menjadi langgananku.

Continue reading “Es Krim di Kanhum FIB UI”

Advertisements
Curhat · Kuliah

Libur Usai, Kuliah Mulai

Sedang kehilangan motivasi? Butuh membentuk semangat baru? Mungkin kamu berada di tempat yang tepat! ☻

Setelah melewati libur panjang yang baru pertama kali kurasakan, hilangnya semangat kuliah itu kupikir hal yang wajar. Apalagi hari ini adalah hari pertama dimulainya semester baru.

Nah, sebagai mahasiswa yang kehilangan semangat itu, aku tentu butuh motivasi. Dan ada satu hal yang membuatku semangat berangkat ke kampus hari ini.

Nasi padang kansas.

Continue reading “Libur Usai, Kuliah Mulai”

Ospek · Unpad

FIKOM Unpad: Dedikasi 2015

Setelah OSPEK universitas, sekarang OSPEK fakultas! Berhubung aku berada di FIKOM (Fakultas Ilmu Komunikasi), jadi bahasan ini aku berfokus ke OSPEK FIKOM saja, yaitu Dedikasi 2015.

OSPEK ini kalau nggak salah berlangsung sekitar 3-4 hari (oke, lagi-lagi aku lupa). Langsung lanjut setelah OSPEK universitas selesai tanpa ada jeda hari untuk istirahat. Sayangnya, mungkin karena agak drop juga (plus homesick, maybe?), jadinya untuk rangkaian intinya aku cuma hadir hari pertama dan terakhir. Satu hari sakit, satu hari penyembuhan. Jadi … aku agak clueless dengan rangkaian OSPEK dan juga teman kelompokku. 😅

Dan di sinilah aku, kembali mengingat kisah mengenaskan dua tahun yang lalu, ketika baru pertama kali merasakan yang namanya OSPEK fakultas.

Continue reading “FIKOM Unpad: Dedikasi 2015”

Ospek · Unpad

PRABU UNPAD 2015

Prabu Unpad adalah nama OSPEK atau rangkaian penerimaan mahasiswa baru di Universitas Padjadjaran. Sudah menjadi rahasia umum kan ya kalau OSPEK di universitas itu ada tiga? OSPEK universitas, fakultas, dan jurusan. Nah, Prabu ini OSPEK tingkat universitasnya.

Sebenarnya aku sudah lama mau nulis tentang ini, tapi … entah kenapa nggak jadi melulu dan baru jadi sekarang. 😂

Continue reading “PRABU UNPAD 2015”

Unpad

Jatinewyork, Jatinanger, dan Jatinangor

Dari sini, mungkin aku akan memulai rangkaian nostalgia dua tahun yang lalu. Ketika aku pertama kali melangkahkan kaki, masuk ke dunia kuliah.

Tahun 2015 aku lulus dari semua SMA swasta islam terpadu di Kota Depok. Namun, ternyata aku justru ditakdirkan untuk melanjutkan studi di sebuah kecamatan di Kota Sumedang. Mungkin sulit dibayangkan kalau disebut “kampus di Kota Sumedang”, tapi kalau kusebut “kampus di Jatinangor” pasti ada sebagian besar dari kalian yang menyadarinya.

Jatinangor sering diplesetkan menjadi Jatinanger (nanger-nya dibaca seperti ranger di Power Ranger) atau Jatinewyork. Setahun di sana nggak lantas membuatku tahu asal-usul plesetan itu. Pada kenyataannya, Jatinangor hanya sebuah kecamatan dan dipadati jasa sewa indekos. Tidak heran kalau banyak anak rantau di dalamnya yang umumnya mahasiswa karena ada deretan empat kampus di Jatinangor, yaitu IKOPIN, IPDN, ITB, dan Unpad. Aku sendiri sempat mencicip studi selama satu tahun di kampus yang terakhir, yaitu Unpad.

Continue reading “Jatinewyork, Jatinanger, dan Jatinangor”

#AksaraAgustus2017 · Curhat · UI

Gelar Jepang UI 23 [Day 3]

[1]

bengkil² /beng·kil/ a, terbengkil-bengkil /ter·beng·kil-beng·kil/ a susah payah (melakukan sesuatu); ia berkayuh mudik menongkah arus itu dengan –.

***
[2]

pudat /pu·dat/ a penuh tumpat.

Seenggaksukanya aku dengan tempat panas, penuh, pudat, dan memiliki definisi menunggu, aku tetap saja nggak kapok, dan ini berlaku untuk acara Festival Kebudayaan Jepang yang tadi siang kukunjungi, yaitu GJUI.

Hari ini telah berlangsung hari puncak Gelar Jepang UI yang juga menginjak hari ketiganya. Dengan lokasi yang sedikit lebih luas serta booth merchandise, lembaga, dan komunitas yang lebih banyak dari dua hari sebelumnya, membuat hari ini menjadi hari terpudat bagi GJUI 23. Manusia tumpah ruah. Rasa-rasanya antrian sembako bisa kalah dari antrian kami yang hanya sedang menunggu giliran body checking dan masuk ke dalam area event.

Continue reading “Gelar Jepang UI 23 [Day 3]”

#AksaraAgustus2017 · UI

Gelar Jepang UI 23 [Day 2]

tumpat /tum·pat/ a 1 penuh padat (tt ruang, rongga, dsb); penuh krn terjejal; mampat: kamar itu pun — oleh buku; kota-kota sudah — oleh pengungsi; 2 ki tersuntuk akal (hilang akal, tidak tahu apa yg harus dikerjakan): pikirannya — krn kehilangan anaknya;

Sejak kemarin (Jumat), di kampusku sedang ada acara besar yang berasal dari program studi Sastra Jepang, yaitu Gelar Jepang Universitas Indonesia (selanjutnya disingkat GJUI). Kemarin aku nggak datang, tapi hari ini (Sabtu) aku datang. Acara Jepang ini bukan dari jurusanku memang, walaupun jurusanku juga punya acara nggak kalah menarik, tetapi kami berada dalam fakultas yang sama. Dan aku sudah cukup bangga dan senang karenanya.

Eh, ya, sedikit rasa sedih sih karena masuk Sastra Jepang adalah impianku sejak kelas 1 SMA, tapi gagal tercapai. :”)

Oke, skip. Kembali lagi ke GJUI.

Continue reading “Gelar Jepang UI 23 [Day 2]”

#AksaraAgustus2017 · Ospek

Maba Rawan Terpica

Setelah mengarungi KBBI di ponsel juga bantuan dari Om Gugel, akhirnya aku memilih kata pica sebagai kata pertama untuk membuka #AksaraAgustus2017 di sini. Ternyata agak sulit juga ya, terlebih aku harus paham cara memakai kata tersebut dalam sebuah kalimat. 😂

Nah, menurut hasil salin-tempel dari KBBI, pica atau terpica bermakna lengah, lalai, atau meleng. Dan entah kenapa sejak satu tahun yang lalu aku membuat hipotesis bahwa maba (mahasiswa baru) itu rawan terpica.

Continue reading “Maba Rawan Terpica”