Hari-hari

Senin Kebasahan dan Sebab di Baliknya

Sore tadi hujan turun lagi, dengan pasukan bulir air yang lebih banyak dari biasanya. Parkir mobil dengan susunan paving block (aku tidak tahu penulisannya) digenangi air hingga mata kaki, selasar Gedung 8 hampir saja kebanjiran.

Aku bukannya benci hujan―justru menyukainya. Aku berharap punya jendela kamar yang bisa terkena tetesan hujan, lantas menempelkan pipi di permukaannya agar bisa merasakan dinginnya hujan. Oh, aku juga suka hujan karena makan mi dadak ketika hujan itu nikmat sekali!

Continue reading “Senin Kebasahan dan Sebab di Baliknya”

Advertisements
Islam · Opini

Apakah Shalat Kita Selama Ini Hanya Penggugur Kewajiban Belaka?

Judul di atas menjadi sebuah pertanyaan besar yang tentu harus dipikirkan oleh setiap muslim. 

Wow, kupikir ini adalah topik yang punya urgensi besar karena shalat adalah pondasi agama yang kita miliki, bahkan menduduki peringkat kedua dalam rukun islam setelah syahadat. Pernahkah kita mempertanyakan niat tersirat di setiap shalat kita (selain nawaitu sebelum takbiratul ihram)? Bagaimana shalat kita selama ini? Apakah selama hidup ini kita melaksanakan shalat sebagai bentuk menunaikan ibadah demi menyembah Allah, atau ternyata cuma pengguguran kewajiban saja?

source: https://pinterest.com/pin/364510163575380451/?source_app=android

Continue reading “Apakah Shalat Kita Selama Ini Hanya Penggugur Kewajiban Belaka?”

Jepang · Lainnya

Tabloid Halo! Jepang

“Kalian ada yang masih baca koran?” tanya salah seorang dosenku di kelas. 

Ingat dengan tabloid Halo! Jepang yang kumiliki (tabloid sama-sama surat kabar/koran, tapi berukuran lebih kecil), aku mengangkat tangan. Sang dosen melihat ke arahku (setidaknya itu yang kupikirkan), ia bertanya, tetapi ketika aku akan menjawab, malah teman yang di belakangku yang menjawab…. Sepertinya angkat tanganku tidak terlihat.

Oke, skip bagian mengenaskan itu.

Masih berhubungan dengan pertanyaan dosen, dulu eksistensi koran masih sangat kental. Ayahku saja pernah langganan koran Kompas setiap hari. Bahkan terkadang masih mau membeli koran lain ketika mampir ke kios kecil di pinggir jalan yang menjual majalah dan koran. Namun, ketika teknologi mulai datang secara nyata, kami sudah tidak pernah langganan koran lagi. Semua sudah pakai ponsel dan tablet pribadi. 

Mungkin itulah awal mulanya ada ‘tuduhan’ bahwa generasi milenial kini tidak lagi membaca koran asli. Jangankan membaca, bahkan menyentuh saja hanya ada segelintir anak muda saja yang melakukannya. Dan aku cukup amaze karena aku masuk ke dalam ‘segelintir anak muda’ yang baru saja kusebut. Semuanya karena tabloid Halo! Jepang yang selalu dikirim sebulan sekali ke rumah sejak dua tahun yang lalu.

Tabloid Halo! Jepang, jika mengutip tagline-nya, adalah titian informasi Indonesia – Jepang. Ada informasi tentang niaga, wisata di Jepang, tokoh inspiratif Jepang dan Indonesia, komunitas, pendidikan, budaya, kuliner, hingga tren terkini. Semua informasinya selalu yang berhubungan antara Indonesia dan Jepang.

Nah, bagian enaknya, aku tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk melanggannya (nanti akan kukasih tahu Cara Melanggan Gratis Tabloid Halo Jepang ).

Continue reading “Tabloid Halo! Jepang”

Curhat · Keluarga

Family Quality Time + Refreshing

Tahun ini ayah tidak lupa memberi hadiah ulang tahun kepada ibu (dikasihnha lewat dari tanggalnya sih), dan kali ini hadiahnya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang selalu barang, yaitu menginap semalam di hotel di Bogor. Karena anak-anaknya pada jomblo semua, kami merecoki hadiah ibu dan ingin diikutsertakan dalam liburan kecil itu. Kebetulan anak-anaknya ini punya masalah yang sama, yaitu penat. Kami butuh piknik untuk refreshing.

Berkat kegigihan kami dalam merayu, akhir minggu ini pun resmi menjadi family quality time, hehe. Kami menginap semalam di sebuah hotel di Bogor.

Continue reading “Family Quality Time + Refreshing”

Curhat

Insiden Karcis Parkir

Ketika penat sudah di ujung tanduk, yang kubutuhkan hanyalah piknik. Dan ‘piknik’ versi Rifina adalah keliling toko buku sendirian lalu diakhiri dengan makan siang sendirian hingga mengundang tuduhan ‘jomblo’.

Beberapa hari yang lalu, akhirnya keinginanku untuk ‘piknik’ dapat terpenuhi. Di perjalanan menuju rumah, aku berbelok dan masuk ke toko buku terbesar di Depok. Sedikit kebingungan dengan pintu masuk yang lagi-lagi diubah oleh pihak toko, membuatku masuk ke dalam parkiran sambil berpikir dan tidak fokus ke jalan. Melajukan motor tanpa berhenti sama sekali ke basement hingga parkir di sebelah motor lainnya. Namun, ketika mencabut kunci, entah mengapa rasanya ada yang kurang. Aku berusaha memikirkan apakah ada yang belum kulakukan.

Detik itu juga, aku baru sadar kalau aku belum mengambil karcis parkir. 😱

Continue reading “Insiden Karcis Parkir”

Curhat · Islam · Opini

Allah Sudah Mengatur Rezeki Setiap Manusia

source: https://pinterest.com/pin/447826756673505663/?source_app=android

Siapa yang pernah mengalami ini?

Sedang puasa sunnah, tapi ada acara makan-makan atau ada makanan yang ingin dibeli di kantin, kemudian mendadak khawatir dan ragu, “Kalau puasa, nanti kesempatanku untuk makan X jadi hilang begitu saja kan? Aku gagal dapat rezeki dong…?”

Aku pernah mengalami dan menemukan hal sejenis itu. Bahkan, sejujurnya ada kejadian mirip-mirip seperti itu di hari ini. Kejadian yang menyimpan pesan berarti.

Continue reading “Allah Sudah Mengatur Rezeki Setiap Manusia”

Lainnya

‘Banci’ Lomba

Aku pernah dijuluki ‘Banci Lomba’ oleh teman karena sering banget ikutan lomba walaupun kalah berkali-kali. Semuanya bermula sejak aku dijadikan pemateri dadakan di sebuah grup kepenulisan, lalu aku disuruh membagikan cerita tentang sepak terjang menulisku.

Aku bosan membagikan cerita keberhasilan, lagian keberhasikan itu jumlahnya hanya sekian saja dari jumlah kekalahan yang kudapatkan. Sekaligus memberi tahu bahwa kalau mau berhasil, kita harus berusaha. Lalu, aku pun membagikan rekap jumlah kekalahan + jumlah kemenangan di tiap lomba menulis yang kuikuti setiap tahunnya. Saat itu masih 2017 awal, jadi aku hanya membagikan ini:

―melihat jumlah lomba yang kuikuti dan jumlah kekalahan yang kudapatkan, serta aku yang masih saja ikutan banyak lomba, lantas sebutan ‘banci lomba’ itu pun muncul dari salah satu anggotanya.
Aku tidak mengerti sih hubungannya ‘banci lomba’ sama ‘sering ikut lomba’ itu apa … mungkin karena kadang ada kejadian dikejar-kejar banci sehingga ada definis tak kasat mata bahwa banci = suka mengejar, dan banci lomba = suka mengejar lomba.

Oke, itu analisis ngawur yang kebetulan lewat saja di pikiran, hahaha.

Continue reading “‘Banci’ Lomba”