#AksaraAgustus2017 · Curhat

Di Balik Sebuah Kausa

kausa /kau·sa/ n sebab yg menimbulkan suatu kejadian: secara kriminologis dikatakan bahwa kemiskinan merupakan faktor yg mendorong, tetapi bukanlah — yg menentukan.

Terkadang, aku sering mempertanyakan dari mana saja para followers yang muncul di notifikasi media sosialku itu berasal. Dan yang paling membuatku penasaran adalah:

“Apa kausa mereka hingga ujug-ujug memutuskan untuk ‘mengikuti’-ku?”

Continue reading “Di Balik Sebuah Kausa”

Lainnya · #AksaraAgustus2017

Indonesian Fanfiction Awards 2017

komplimen /kom·pli·mén/ n penghargaan; pujian.

Indonesian Fanfiction Awards, atau biasa disingkat IFA, adalah sebuah ajang penghargaan bagi fanfiksi berbahasa Indonesia. Dengan mengusung slogan “Majukan fanfiksi berbahasa Indoneaia”, IFA hadir untuk memberi komplimen berupa visual dan sertifikat dengan nama pena serta judul karya yang lolos. Saat ini cakupan penilaiannya masih di tiga website saja: Fanfiction.NetArchive Of Our Own, dan Infantrum.

Sebelum membahas IFA lebih jauh, mungkin aku bakal menyinggung sedikit tentang fanfiksi.

Continue reading “Indonesian Fanfiction Awards 2017”

#AksaraAgustus2017 · Curhat · Kutipan · Opini

Arti Lelahmu

lejar /le·jar/ ark a sangat penat; sangat capai.

ayal /a·yal/ a 1 lambat; laun: datanglah segera jangan — lagi; 2 bimbang; ragu-ragu: tak — lagi, ia memang guruku;

berayal-ayalan /ber·a·yal-a·yal·an/ v berlambat-lambat; bertangguh-tangguh

Ada kalanya ketika aku lejar dengan realita yang kuhadapi. Lantas kemudian mengeluhkan kesah pada teman. Sekadar melepaskan penat, lalu menjadi sedikit lebih baik dari sebelumnya.

Baru beberapa jam yang lalu aku mengumbar rindu pada teman. Teman menulis yang kukenal di media sosial, tiga tahun lebih muda. Selepas mengumbar rindu, aku mengadu tentang jiwaku yang sedang lejar.

Lantas ia berkata:

“Kalau lelah, berarti sedang memperjuangkan sesuatu. Keep your head up.

Continue reading “Arti Lelahmu”

#AksaraAgustus2017 · Curhat · Pojok Visual

Menghibur Diri Sendiri

sporadis /spo·ra·dis/ a 1 Bio keadaan penyebaran tumbuhan atau penyakit di suatu daerah yg tidak merata dan hanya dijumpai di sana sini; 2 tidak tentu; kadang kala; kadang-kadang: secara — kedua sahabat lama itu masih bertemu.

Aku sering menebar fakta di banyak tulisanku bahwa aku suka menulis. Bahkan, rasa sukaku itu terlihat jelas dengan betapa berusahanya aku mengisi blog ini sehari satu tulisan―walaupun ada yang bolong sih, hehe. Saking seringnya, aku sampai jarang menyinggung bahwa aku juga suka menggambar.

Tidak sebesar rasa sukaku dengan menulis memang, tapi aku suka dan bisa menggambar. Sejujurnya, aku lebih dulu suka menggambar daripada menulis.

Continue reading “Menghibur Diri Sendiri”

#AksaraAgustus2017 · Opini

Kejemuan dalam Rutinitas

jemu /je·mu/ a sudah tidak suka lagi (makan, melihat, dan sebagainya) karena terlalu sering dan sebagainya; bosan: saya sudah — dengan keadaan seperti ini;

— jelak; kenyang sekali;

menjemukan /men·je·mu·kan/ v membosankan; menyebabkan jemu: gaya pidatonya —;

jemuan /je·mu·an/ n 1 hal-hal yang menjemukan; 2 cepat jemu;

kejemuan /ke·je·mu·an/ n perasaan bosan; kebosanan: bekerja tanpa kegairahan akan cepat menimbulkan –.

“Aku lagi nggak mood belajar, kira-kira harus ngapain ya biar ada motivasi?” tanya Adikku suatu malam.

Pernah mengalami hal yang sama seperti yang Adikku rasakan? Aku pun pernah. Jika kita melakukan sesuatu yang sama secara terus-menerus tentu akan muncul fase jenuh. Itu adalah fase di mana kita mulai kehilangan motivasi, sesuatu untuk bersandar dan bertahan. Contoh mudahnya, sekolah, bekerja, atau belajar.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan rasa jemu itu?

Continue reading “Kejemuan dalam Rutinitas”

#AksaraAgustus2017 · Curhat · UI

Gelar Jepang UI 23 [Day 3]

[1]

bengkil² /beng·kil/ a, terbengkil-bengkil /ter·beng·kil-beng·kil/ a susah payah (melakukan sesuatu); ia berkayuh mudik menongkah arus itu dengan –.

***
[2]

pudat /pu·dat/ a penuh tumpat.

Seenggaksukanya aku dengan tempat panas, penuh, pudat, dan memiliki definisi menunggu, aku tetap saja nggak kapok, dan ini berlaku untuk acara Festival Kebudayaan Jepang yang tadi siang kukunjungi, yaitu GJUI.

Hari ini telah berlangsung hari puncak Gelar Jepang UI yang juga menginjak hari ketiganya. Dengan lokasi yang sedikit lebih luas serta booth merchandise, lembaga, dan komunitas yang lebih banyak dari dua hari sebelumnya, membuat hari ini menjadi hari terpudat bagi GJUI 23. Manusia tumpah ruah. Rasa-rasanya antrian sembako bisa kalah dari antrian kami yang hanya sedang menunggu giliran body checking dan masuk ke dalam area event.

Continue reading “Gelar Jepang UI 23 [Day 3]”