#AksaraAgustus2017 · Curhat · Kutipan · Opini

Arti Lelahmu

lejar /le·jar/ ark a sangat penat; sangat capai.

ayal /a·yal/ a 1 lambat; laun: datanglah segera jangan — lagi; 2 bimbang; ragu-ragu: tak — lagi, ia memang guruku;

berayal-ayalan /ber·a·yal-a·yal·an/ v berlambat-lambat; bertangguh-tangguh

Ada kalanya ketika aku lejar dengan realita yang kuhadapi. Lantas kemudian mengeluhkan kesah pada teman. Sekadar melepaskan penat, lalu menjadi sedikit lebih baik dari sebelumnya.

Baru beberapa jam yang lalu aku mengumbar rindu pada teman. Teman menulis yang kukenal di media sosial, tiga tahun lebih muda. Selepas mengumbar rindu, aku mengadu tentang jiwaku yang sedang lejar.

Lantas ia berkata:

“Kalau lelah, berarti sedang memperjuangkan sesuatu. Keep your head up.

Continue reading “Arti Lelahmu”

#AksaraAgustus2017 · Opini

Kejemuan dalam Rutinitas

jemu /je·mu/ a sudah tidak suka lagi (makan, melihat, dan sebagainya) karena terlalu sering dan sebagainya; bosan: saya sudah — dengan keadaan seperti ini;

— jelak; kenyang sekali;

menjemukan /men·je·mu·kan/ v membosankan; menyebabkan jemu: gaya pidatonya —;

jemuan /je·mu·an/ n 1 hal-hal yang menjemukan; 2 cepat jemu;

kejemuan /ke·je·mu·an/ n perasaan bosan; kebosanan: bekerja tanpa kegairahan akan cepat menimbulkan –.

“Aku lagi nggak mood belajar, kira-kira harus ngapain ya biar ada motivasi?” tanya Adikku suatu malam.

Pernah mengalami hal yang sama seperti yang Adikku rasakan? Aku pun pernah. Jika kita melakukan sesuatu yang sama secara terus-menerus tentu akan muncul fase jenuh. Itu adalah fase di mana kita mulai kehilangan motivasi, sesuatu untuk bersandar dan bertahan. Contoh mudahnya, sekolah, bekerja, atau belajar.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan rasa jemu itu?

Continue reading “Kejemuan dalam Rutinitas”

Curhat · Opini

Positive Thinking

Aku sangat bersyukur sejak kecil sudah sering dicekoki untuk selalu positive thinking oleh Ibu. Pola berpikir positif yang terkadang kusimpangkan menjadi positive “lazy” thinking ini cukup banyak membantuku melewati kejadian-kejadian nggak menyenangkan terasa lebih ringan, seenggaknya bisa terlewati tanpa harus menjadi beban. Aku selalu percaya, segala hal yang terasa “berat” pasti ada alasan di baliknya. Akan ada kabar bahagia, seperti ada pelangi setelah hujan.

Hal ini bahkan tertulis di salah satu ayat favoritku, Al Insyirah ayat 5 dan diulang di ayat 6.

“Maka sesungguhnya di balik kesulitan pasti ada kemudahan.”

Continue reading “Positive Thinking”

Curhat · Opini

Melihat ke Atas

Ada yang mengatakan bahwa kita harus senantiasa melihat ke bawah (bukan secara harfiah) sebab banyak orang yang hidupnya belum seberuntung kita. Melihat ke bawah adalah sebuah ajaran untuk mensyukuri hidup yang kita miliki saat ini, terlepas dari segala dukanya karena hidup pasti memiliki suka dan duka.

Namun, kupikir kita juga jangan melulu lihat ke bawah. Sesekali melihat ke atas. Ada lho hal yang bisa kita syukuri ketika melihat ke atas.

Seperti ketika kita bisa melihat bintang yang bersinar terang di langit malam–sebuah kenikmatan yang jarang kudapatkan di antara kenikmatan lainnya.

.

.

rufindhi

Banjarbaru, 23 Juli 2017

#JumblingJuly2017 · Curhat · Kuliah · Nostalgia · Opini

Dukamu Bukan Dukaku

Bagi mahasiswa yang kuliahnya merantau ke luar kota atau pulau, banyak yang memutuskan untuk tinggal indekos. Aku termasuk yang pernah (terpaksa) indekos selama setahun. Tepatnya tahun 2015-2016 karena aku tinggal di Depok dan kampusku di Jatinangor (Sumedang). Bolak-balik naik angkot + bus saja bisa tiga jam, itu kalau nggak macet. Kalau macet ya … bisa dua sampai tiga kali lipatnya. Untuk alasan yang sangat masuk akal itu, aku nggak mungkin kuliah pulang-pergi dan memutuskan untuk indekos.

Ada sebagian mahasiswa baru yang sepertinya sangat mengimpikan kehidupan kuliah rasa indekos, bahkan rasanya nggak sedikit yang rumahnya di kota sebelah tapi ia indekos di dekat kampus. Alasannya ada dua: Nggak sanggup menerjang kemacetan (biasanya dia sudah pengalaman pulang-pergi naik kendaraan sendiri/umum tapi akhirnya lelah juga) atau pingin saja.

Iya, pingin. Banyak yang ingin merasakan kebebasan indekos karena jauh dari orang tua.

Continue reading “Dukamu Bukan Dukaku”

Curhat · Opini

Menunggu

Siapa yang senang menunggu?

Kegiatan ini sering dianggap hal yang menyebalkan. Apalagi menunggu yang tidak pasti. Menunggu yang pasti saja kadang suka diberi harapan palsu.

Tapi, menunggu tidak selamanya menjadi kegiatan yang menyebalkan. Kupikir, kegiatan menunggu ini akan menjadi menyenangkan atau tidaknya tergantung kita akan menganggapnya seperti apa. Menunggu, disadari atau tidak, mengajarkan kita banyak hal. Kita belajar arti kesabaran yang sering terasa tidak nikmat tapi suka tiba-tiba memberi kejutan bagi orang-orang yang bersabar. Dari menunggu, kita juga mengetahui rasa rindu. Yang namanya rindu itu hanya dirasakan oleh mereka yang sedang menunggu, bukan?

Continue reading “Menunggu”

Curhat · Islam · Opini

Transformasi

Mungkin aku adalah sebagian orang yang beruntung karena melalui hijrah yang cukup mulus, nggak melalui jalan berliku. Hijrah dalam KBBI artinya perubahan (sikap, tingkah laku, dan sebagainya) ke arah yang lebih baik―yang dalam konteks Islam berarti lebih mendekatkan diri pada Allah. Setiap orang memiliki ceritanya sendiri. Dengan suka dan duka yang nggak pernah sama.

Hijrah hanyalah kata serapan bahasa Arab karena dalam bahasa Indonesia artinya berubah menjadi lebih baik. Dalam konteks umum, siapa pun tentunya harus berubah menjadi lebih baik. Namun, kali ini perkenankan aku untuk membahas perubahan diri untuk menjadi lebih baik ini dengan sedikit menyinggung konteks religi.

Continue reading “Transformasi”