#Noctober2017 · UI

Es Krim di Kanhum FIB UI

Double vanilla!―nggak deng, sebenernya lagi kurang suka rasa yang satunya, hahaha.

Es krim!

Salah satu makanan (atau minuman?) favorit yang memiliki banyak fungsi, dari melepas hawa panas di dalam tubuh hingga menghibur hati yang penat. Dan di kampusku, lebih tepatnya di fakultasku, ada toko es krim sudah menjadi langgananku.

Continue reading “Es Krim di Kanhum FIB UI”

Advertisements
#AksaraAgustus2017 · Curhat · UI

Gelar Jepang UI 23 [Day 3]

[1]

bengkil² /beng·kil/ a, terbengkil-bengkil /ter·beng·kil-beng·kil/ a susah payah (melakukan sesuatu); ia berkayuh mudik menongkah arus itu dengan –.

***
[2]

pudat /pu·dat/ a penuh tumpat.

Seenggaksukanya aku dengan tempat panas, penuh, pudat, dan memiliki definisi menunggu, aku tetap saja nggak kapok, dan ini berlaku untuk acara Festival Kebudayaan Jepang yang tadi siang kukunjungi, yaitu GJUI.

Hari ini telah berlangsung hari puncak Gelar Jepang UI yang juga menginjak hari ketiganya. Dengan lokasi yang sedikit lebih luas serta booth merchandise, lembaga, dan komunitas yang lebih banyak dari dua hari sebelumnya, membuat hari ini menjadi hari terpudat bagi GJUI 23. Manusia tumpah ruah. Rasa-rasanya antrian sembako bisa kalah dari antrian kami yang hanya sedang menunggu giliran body checking dan masuk ke dalam area event.

Continue reading “Gelar Jepang UI 23 [Day 3]”

#AksaraAgustus2017 · UI

Gelar Jepang UI 23 [Day 2]

tumpat /tum·pat/ a 1 penuh padat (tt ruang, rongga, dsb); penuh krn terjejal; mampat: kamar itu pun — oleh buku; kota-kota sudah — oleh pengungsi; 2 ki tersuntuk akal (hilang akal, tidak tahu apa yg harus dikerjakan): pikirannya — krn kehilangan anaknya;

Sejak kemarin (Jumat), di kampusku sedang ada acara besar yang berasal dari program studi Sastra Jepang, yaitu Gelar Jepang Universitas Indonesia (selanjutnya disingkat GJUI). Kemarin aku nggak datang, tapi hari ini (Sabtu) aku datang. Acara Jepang ini bukan dari jurusanku memang, walaupun jurusanku juga punya acara nggak kalah menarik, tetapi kami berada dalam fakultas yang sama. Dan aku sudah cukup bangga dan senang karenanya.

Eh, ya, sedikit rasa sedih sih karena masuk Sastra Jepang adalah impianku sejak kelas 1 SMA, tapi gagal tercapai. :”)

Oke, skip. Kembali lagi ke GJUI.

Continue reading “Gelar Jepang UI 23 [Day 2]”

#JumblingJuly2017 · Ospek · UI

Emblem “Keluarga” Fakultas

Emblem Keluarga Fakultas

Kalau sebelumnya aku ngegosip OSPEK universitas, kali ini aku mau gosipin OSPEK fakultas (yang sempat disinggung juga), khususnya OSPEK Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.

“Ngapain bahas OSPEK setahun yang lalu? Nggak ada bahan tulisan lain, ya?”

Err … antara iya dan nggak sih, karena barang berkesan kali ini aku dapatkan dari perjuangan OSPEK fakultas. Continue reading “Emblem “Keluarga” Fakultas”

#JumblingJuly2017 · Ospek · UI

Jakun dan Perjuangannya

Jakun dan PerjuangannyaSetelah sedikit kalap di dua hari pertama, aku hampir menganggap bahwa “sudah nggak ada lagi yang bisa ditulis” karena merasa semua barang berkesanku sudah dibahas semua. Tapi, aku selalu mencoba berpikir bahwa “nggak ada yang nggak bisa ditulis” karena alasan sebelumnya itu bias antara kenyataan atau kemalasan yang tersembunyi.

Nyatanya, aku memang masih punya barang berkesan lainnya—yang mungkin kadar kesannya lebih rendah dari barang sebelumnya, tapi tetap saja punya makna sendiri. Dan benda kali ini adalah … jaket almamater, tepatnya jaket almamater kampus.

Continue reading “Jakun dan Perjuangannya”