Kuliah, UI

Ada Nilai Kosong di SIAK-NG?

Beberapa minggu lalu aku diharuskan memperbaiki nilai yang kosong. Setelah inisiatif mencari informasinya di internet, hasilnya nihil. Bahkan, di buku pedoman yang bisa diunduh di internet pun tidak menuliskan tentang ini. Aku tidak tahu apakah informasi ini dilarang disebar (but why?) atau memang belum ada yang berinisiatif menuliskannya.

Jadi, demi memudahkan kalian yang mungkin bernasib sama, aku bakal menceritakan tahap-tahap yang kulakukan selama memperbaiki nilai kosong di SIAK-NG. 馃挴

Continue reading “Ada Nilai Kosong di SIAK-NG?”

Advertisements
Hari-hari, Postcrossing, UI

Tentang Kartu Pos ke Rusia dan Rapat Pukul Lima

Barusan aku mendapat kabar gembira.

Kartu pos terakhirku yang berkelana lebih dari sebulan itu akhirnya tiba di Rusia.

Continue reading “Tentang Kartu Pos ke Rusia dan Rapat Pukul Lima”

UI

Kansas FIB Hilang?

Masih ada kok. Tenang, saudara-saudara.

(( emangnya siapa yang rusuh, wkwk ))

Kansas, alias Kantin Sastra, yang ngehits di FIB UI, saat ini memang ‘hilang’ untuk sementara alias tidak beroperasi seperti biasanya. Semester ini, kantin yang khas dengan atap kerucutnya itu lagi direnovasi. Kurang tahu sih kelarnya kapan, bisa jadi baru beroperasi lagi semester depan, tapi yang jelas masih ada kok.

Terus, anak FIB pada jajan di mana dong?

Continue reading “Kansas FIB Hilang?”

UI

Vending Machine di FIB UI

Berbeda dengan Jepang, keberadaan vending machine di Indonesia masih terbilang jarang. Hanya ada di tempat-tempat ‘eksklusif’ (seperti bandara), atau minimal menjadi tempat berlalu-lalang orang asing (seperti Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya yang memiliki banyak mahasiswa asing).

Mengetahui ada vending machine di FIB, aku jadi tertarik untuk mencobanya.

Continue reading “Vending Machine di FIB UI”

#Noctober2017, UI

Es Krim di Kanhum FIB UI

Double vanilla!鈥昻ggak deng, sebenernya lagi kurang suka rasa yang satunya, hahaha.

Es krim!

Salah satu makanan (atau minuman?) favorit yang memiliki banyak fungsi, dari melepas hawa panas di dalam tubuh hingga menghibur hati yang penat. Dan di kampusku, lebih tepatnya di fakultasku, ada toko es krim sudah menjadi langgananku.

Continue reading “Es Krim di Kanhum FIB UI”

#AksaraAgustus2017, Curhat, UI

Gelar Jepang UI 23 [Day 3]

[1]

bengkil虏 /beng路kil/ a, terbengkil-bengkil /ter路beng路kil-beng路kil/ a susah payah (melakukan sesuatu); ia berkayuh mudik menongkah arus itu dengan –.

***
[2]

pudat /pu路dat/ a penuh tumpat.

Seenggaksukanya aku dengan tempat panas, penuh, pudat, dan memiliki definisi menunggu, aku tetap saja nggak kapok, dan ini berlaku untuk acara Festival Kebudayaan Jepang yang tadi siang kukunjungi, yaitu GJUI.

Hari ini telah berlangsung hari puncak Gelar Jepang UI yang juga menginjak hari ketiganya. Dengan lokasi yang sedikit lebih luas serta booth merchandise, lembaga, dan komunitas yang lebih banyak dari dua hari sebelumnya, membuat hari ini menjadi hari terpudat bagi GJUI 23. Manusia tumpah ruah. Rasa-rasanya antrian sembako bisa kalah dari antrian kami yang hanya sedang menunggu giliran body checking dan masuk ke dalam area event.

Continue reading “Gelar Jepang UI 23 [Day 3]”

#AksaraAgustus2017, UI

Gelar Jepang UI 23 [Day 2]

tumpat /tum路pat/ a 1 penuh padat (tt ruang, rongga, dsb); penuh krn terjejal; mampat: kamar itu pun — oleh buku; kota-kota sudah — oleh pengungsi; 2 ki tersuntuk akal (hilang akal, tidak tahu apa yg harus dikerjakan): pikirannya — krn kehilangan anaknya;

Sejak kemarin (Jumat), di kampusku sedang ada acara besar yang berasal dari program studi Sastra Jepang, yaitu Gelar Jepang Universitas Indonesia (selanjutnya disingkat GJUI). Kemarin aku nggak datang, tapi hari ini (Sabtu) aku datang. Acara Jepang ini bukan dari jurusanku memang, walaupun jurusanku juga punya acara nggak kalah menarik, tetapi kami berada dalam fakultas yang sama. Dan aku sudah cukup bangga dan senang karenanya.

Eh, ya, sedikit rasa sedih sih karena masuk Sastra Jepang adalah impianku sejak kelas 1 SMA, tapi gagal tercapai. :”)

Oke, skip. Kembali lagi ke GJUI.

Continue reading “Gelar Jepang UI 23 [Day 2]”

#JumblingJuly2017, Ospek, UI

PSA-MABIM FIB UI dan Emblem “Keluarga” Fakultas

Emblem Keluarga Fakultas

Kalau sebelumnya aku ngegosip OSPEK universitas, kali ini aku mau gosipin OSPEK fakultas (yang sempat disinggung juga), khususnya OSPEK Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.

鈥淣gapain bahas OSPEK setahun yang lalu? Nggak ada bahan tulisan lain, ya?鈥

Err … antara iya dan nggak sih, karena barang berkesan kali ini aku dapatkan dari perjuangan OSPEK fakultas. Continue reading “PSA-MABIM FIB UI dan Emblem “Keluarga” Fakultas”

#JumblingJuly2017, Ospek, UI

Rangkaian OSPEK UI: Jakun dan Perjuangannya

Jakun dan PerjuangannyaSetelah sedikit kalap di dua hari pertama, aku hampir menganggap bahwa 鈥渟udah nggak ada lagi yang bisa ditulis鈥 karena merasa semua barang berkesanku sudah dibahas semua. Tapi, aku selalu mencoba berpikir bahwa 鈥渘ggak ada yang nggak bisa ditulis鈥 karena alasan sebelumnya itu bias antara kenyataan atau kemalasan yang tersembunyi.

Nyatanya, aku memang masih punya barang berkesan lainnya鈥攜ang mungkin kadar kesannya lebih rendah dari barang sebelumnya, tapi tetap saja punya makna sendiri. Dan benda kali ini adalah … jaket almamater, tepatnya jaket almamater kampus.

Continue reading “Rangkaian OSPEK UI: Jakun dan Perjuangannya”