Lainnya

Women Days 2017 – Girls Creative Competition

Women Days UI datang lagi tahun ini!

Sebelumnya, bagi yang penasaran apa itu Women Days, Women Days adalah acara kemuslimahan terbesar se-Universitas Indonesia yang dibuka dengan pre-event bersamaan dengan International Hijab Solidarity Day (IHSD) pada tanggal 4 September. Pre-event kami yang lainnya adalah membagikan kisah-kisah muslimah hebat pada zaman Nabi yang dipublikasikan setiap Rabu dan Ahad malam di akun Instagram Salam UI (@salam_ui). Sementara main event-nya ada lomba (Girls Creative Competition), tantangan (Hijab Challenge), dan seminar kemuslimahan dengan pembicara yang keren.

Nah, kabar gembira bagi muslimah yang suka menulis cerpen dan/atau menggambar! Tahun 2017 ini kami menyelenggarakan lomba menulis cerpen dan komik strip yang bertajuk:

[GIRLS CREATIVE COMPETITION]

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Q. S. Al Baqarah: 148)

Kita sebagai seorang muslimah tentunya memiliki berbagai keinginan untuk selalu tampil dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Nah, dalam kesempatan kali ini, Women Days 2017 menggelar perlombaan yang menarik dan istimewa untuk muslimah dengan tajuk Girls Creative Competition. Ada dua lomba seru yang bisa kalian ikuti:

1. CERPEN

Tema (pilih satu): 

(a) Aku berhijrah

(b) Bangga Menjadi muslimah

(c) Muslimah Inspire

(d) Hijab Tidak Menghalangi Potensiku

2. KOMIK STRIP

Tema: Hijab Tidak Menghalangi Potensiku

Periode lomba: 2 – 15 Oktober 2017

Pengumuman: 11 November 2017 di SEMUSIM (Seminar Muslimah) “To Be WoW”


“Biaya pendaftarannya berapa?”

GRATIS! Tidak dipungut biaya dan terbuka untuk muslimah di seluruh Indonesia. 😀 Ingat ya, mus-li-mah! Karena kami banyak mendapat pertanyaan dari ikhwan (laki-laki) yang ternyata sangat antusias dengan acara ini. =))

Silakan mengunduh file informasi lengkap terkait syarat dan ketentuan lomba pada tautan dibawah ini:

bit.ly/SyaratKetentuanGCC

Yuk, ikutan! Langsung saja daftar dengan mengakses form di bawah ini:

bit.ly/GirlsCreativeCompetition

Sebarkan ke teman, adik, kakak, sepupu, sahabat perempuan kalian dan ajak mereka berbagi kebaikan melalui lomba ini. =))

Jika ada pertanyaan, bisa menghubungi narahubung: 08976575752 (Deby)


Women Days 2017

“Show Your Crown, Show Your Act”
________________________

Facebook: Salam UI

Instagram: @salam_ui

Line: @salamui

Twitter: @salamui

Youtube: SalamTV
Salam UI 20: Share the Spirit!

Advertisements
Islam · Pojok Visual

Nikmat Allah yang Manakah yang Kamu Dustakan?

“Fabiayyi aalaaa irabbikumaa tukadzdzibaan.”

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Masih diizinkan bernapas.

Masih diberi akal yang baik.

Masih diberi hati yang bersih―bahkan waktu untuk membersihkannya jika kotor.

Masih diberi kesehatan.

Masih diberi rezeki berupa makanan, minuman, uang, dan lain-lain.

Masih diberi pengelihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa.

Dan masih banyak banyak banyak lagi.

Jadi, nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan?

.

.

Depok, 5 Oktober 2017

#Noctober2017 · Opini

Hujan: Musibah atau Berkah?

Apa arti hari hujan bagimu? Baik atau buruk?

Pernah mengeluh seperti ini?

“Duh, hujan lagi.”

“Yah, pakai hujan segala lagi. Basah deh ini sepatu baru dicuci.”

“Aku nggak suka hujan. Kalau naik motor suka kecipratan air gara-gara mobil!”

“Ini kenapa tiba-tiba hujan deh, jemuran masih di luar….”

“Hari ini jangan hujan dong, plis.”

“Yah, hujan. Batal deh rencana jalan-jalan outdoor kita.”

Sebenarnya, in my opinion, berpikir seperti itu manusiawi kok. Hujan yang mendadak bisa saja membatalkan rencana yang sudah disusun sejak jauh hari, atau bahkan membuat jemuran gagal kering berhari-hari.

Tapi, jangan lupa fakta bahwa hujan adalah salah satu sarana Allah untuk mengirim berkah dan rahmat kepada seluruh ciptaannya di bumi.

Continue reading “Hujan: Musibah atau Berkah?”

#Noctober2017 · Cerita Fiksi · Sajak (-sajakan)

Senyum Wanita Itu Seperti Sihir

Senyum wanita itu seperti sihir.

Satu senyum menyebar kebahagiaan;

dua senyum menularkan senyum;

satu tawa menerbitkan tawa bersama.


Sentuhan dari wanita itu seperti sihir.

Satu sentuhan menyiratkan rasa peduli;

dua sentuhan menyiratkan rasa afeksi;

satu pelukan menghapuskan gundah di hati.



Sebenarnya, ia bukanlah seorang penyihir.

Namanya Ibu, dan ia adalah wanita yang selalu mengasihi kita sepanjang masa. Tidak pernah pamrih, tidak pula meminta balas budi. Asal kita senang, maka ia akan ikut senang.

Namun, ada satu hal yang perlu kamu tahu. 

Sihir miliknya punya batas waktu. Batas yang tidak dapat ditawar―dan lebih menakutkannya, batas itu tidak dapat diterka.

Akan ada masanya ketika sihir itu meredup semakin usianya menyenja.

Lalu sihirnya akan hilang ketika ia dijemput oleh-Nya.

.

.

Depok, 2 Oktober 2017

#Noctober2017 #Noctober2017Day02

#Noctober2017 · Cerita Fiksi · Opini

Menggantungkan Harapan pada Lampu Jalanan

Bagi semua orang, lampu jalanan mungkin hanya bermanfaat sebagai penerang jalan. Tidak sampai ke tengah, terkadang hanya pinggirnya saja. Bahkan rasanya kebermanfaatannya kurang terasa karena menyinarkan lampu temaram. Tidak pernah membuat nyaman seorang wanita yang melewati jalan itu sendirian.

Namun, bagi dia, lampu jalanan adalah harapannya.

Continue reading “Menggantungkan Harapan pada Lampu Jalanan”

Opini · Pojok Visual

Berbagi Kebaikan

Berbagi kebaikan itu punya berbagai definisi. Turun langsung sebagai relawan di lokasi bencana alam itu kebaikan. Mengirim donasi melalui bank elektronik di ponsel juga salah satu definiai kebaikan yang lain.

Tidak ada alasan untuk saling nyinyir. Tapi, sayangnya entah mengapa kecanggihan teknologi membuat kegiatan nyinyir ini menjadi mudah dilakukan dan banyak yang melakukannya tanpa berpikir panjang.

“Ah, dia enak mentang-mentang duitnya banyak, bantuinnya nyumbang doang.”

“Halah, paling relawan itu cuma cari muka.”

Stop.

Hari gini masih nyinyir? Duh.

Mari introspeksi diri. Sudahkah kita berbuat kebaikan juga? Sudahkah kita meluangkan waktu seperti relawan itu? Dan sudahkah kita ikhlas menyisihkan sebagian harta kita untuk orang yang membutuhkan?

Kamu yang tahu jawabannya.

Dan bentuk berbagi kebaikan versi aku, sebagai mahasiswa yang masih berusaha mencari uang sendiri dari karya, adalah menyumbang kebaikan dalam bentuk karya juga. =)

.

.

Depok, 30 September 2017

p.s. dua komik strip di atas adalah bentuk kontribusiku untuk event #untuksemua, yaitu satu komik strip = satu paket buka puasa untuk anak jalanan pada bulan Ramadhan lalu, yang diadakan ciayo.com.

Pojok Visual · Sajak (-sajakan)

Jangan Lupa Bahagia

···

Hidup memang tidak mudah dilalui,

masalah kerap datang silih berganti,

tapi, sudahkah kita berbahagia hari ini?

Bertemu teman, ketawa-ketiwi.

Masih bernapas; adalah nikmat yang tidak bisa kita dustai.


Jangan terlalu tenggelam dalam kesibukan diri,

lantas lupa membahagiakan diri sendiri.

Berikan senyummu pada dunia,  minimal lima senti.


Jadi,

jangan lupa bahagia!

(Dan jangan lupa pula bersyukur kepada Sang Illahi, karena kita masih bisa hidup hingga hari ini)

.

.

rufindhi

Depok, 28 September 2017

#ScrivenSeptember · 30 Days Of Literature · September 2017

Rabu Kelabu

Pagiku tadi disambut sayup-sayup suara hujan dari pintu ruang tamu yang terbuka. Aku bisa mengukur kederasannya dari suara hujan yang jatuh mengenai asbes di langit-langit kamar mandi di dalam kamar tidur. Suaranya menggema. Menghasilkan kesimpulan bahwa hujan sedang deras.

Hari ini ada kelas pagi, kuis pula. Tidak ada alasan untuk bandel dan mangkir kuliah walaupun kelas siang tidak ada.

Continue reading “Rabu Kelabu”

#ScrivenSeptember · Nostalgia

Surat untuk Masa Depan

Rekam memori itu tidak selalu berupa foto, tetapi juga bisa melalui tulisan. Contohnya adalah surat.

Zaman sekarang memang sudah serba teknologi. Apa-apa teknologi. Hingga eksistensi surat pun mulai memudar. Padahal aku tertarik untuk mengirimi surat kepada seseorang, seperti teman pena … eh, sahabat pena, ya? Nah, sayangnya aku tidak ada teman yang bisa dikirimi surat begitu. Ada keinginan untuk mencari sahabat pena ke luar negeri, tapi masalah biaya kirim membuatku berpikir ulang.

Kemudian, tercetuslah ide yang konyol tapi seru.

Kenapa aku tidak mengirim surat ke diriku sendiri saja?

Continue reading “Surat untuk Masa Depan”