Curhat

Insiden Karcis Parkir

Ketika penat sudah di ujung tanduk, yang kubutuhkan hanyalah piknik. Dan ‘piknik’ versi Rifina adalah keliling toko buku sendirian lalu diakhiri dengan makan siang sendirian hingga mengundang tuduhan ‘jomblo’.

Beberapa hari yang lalu, akhirnya keinginanku untuk ‘piknik’ dapat terpenuhi. Di perjalanan menuju rumah, aku berbelok dan masuk ke toko buku terbesar di Depok. Sedikit kebingungan dengan pintu masuk yang lagi-lagi diubah oleh pihak toko, membuatku masuk ke dalam parkiran sambil berpikir dan tidak fokus ke jalan. Melajukan motor tanpa berhenti sama sekali ke basement hingga parkir di sebelah motor lainnya. Namun, ketika mencabut kunci, entah mengapa rasanya ada yang kurang. Aku berusaha memikirkan apakah ada yang belum kulakukan.

Detik itu juga, aku baru sadar kalau aku belum mengambil karcis parkir. 😱

Continue reading “Insiden Karcis Parkir”

Advertisements
Ilmu Perpustakaan · Kuliah

Alasan Memilih Jurusan Ilmu Perpustakaan

Judul di atas sering kali ditanyakan oleh orang-orang ketika tahu aku adalah mahasiswi jurusan Ilmu Perpustakaan, baik yang awam dan baru pertama kali dengar jurusan ini maupun yang sudah expert dan berkecimpung lama di jurusan ini seperti kakak tingkat di kampus atau dosen. Untuk yang kakak tingkat dan dosen, mereka menanyakan itu lebih karena penasaran kali, ya.

Jujur, kalau dibandingkan dengan jurusan ngehits lain di kampus, jurusan Ilmu Perpustakaan mungkin masih kalah beken. Dari namanya sepertinya juga memengaruhi ya, ‘perpustakaan’ tidak terlihat wow dan dipandang begitu hebat seperti hukum dan ekonomi. Perpustakaan diidentikkan dengan buku dan suasana yang kaku. Membosankan, katanya. Ditambah lagi masih ada stereotip masyarakat tentang orang yang gemar baca buku, yaitu kutubuku, cenderung kurang pergaulan, cupu, atau sering disebut nerd.

Nah, di sini aku bakal meluruskan itu semua, sekaligus menjabarkan alasanku (dan teman-temanku) memilih jurusan ini, bahkan hingga aku sampai dua kali memilih jurusan ini dan dua lolos di sini dalam SBMPTN 2016 dan 2017.

Continue reading “Alasan Memilih Jurusan Ilmu Perpustakaan”

Keluarga

Dialog Sushi

“Wah, ada sushi yang pakai ikan salmon!1!1!”* seruku antusias ketika melihat nigiri sushi salmon** di supermarket bagian seafoodAyah yang sedang berjalan denganku sambil melihat-lihat etalase pun teralih perhatiannya. Beliau tidak menanggapi, apalagi ikut-ikutan antusias. Hanya menoleh, tapi kemudian atensinya beralih penuh ke sushi itu.

Aku teringat dulu ayah cerita pernah makan nigiri sushi―nasi dibalut ikan yang di-fillet tipis di atasnya. Sejak saat itu, aku jadi penasaran bagaimana sih rasanya makan nigiri sushi alias sushi yang ada ikan mentahnya?

Continue reading “Dialog Sushi”

Masak-masak

Long Time No Takoyaki

Dalam satu bulan, minimal aku akan memasak takoyaki untuk dimakan bersama dengan keluarga di malam hari. Untuk yang belum tahu, takoyaki adalah jajanan khas Jepang yang berbentuk bola. Rasanya sih kurang lebih sama kayak bakwan karena adonannya juga mirip.

Kebiasaan ini sempat vakum selama dua hingga tiga bulan karena aku disibukkan oleh tugas kuliah yang berkolaborasi dengan kerjaan dari dua kepanitiaan (sekarang masih sih tapi tidak sesibuk yang kemarin). Bahkan akhir mingguku pun dinodai kerjaan kepanitiaan kampus dan non kampus dari siang hingga malam, tidak jarang hingga dini hari karena begadang.

Itulah mengapa aku sangat senang ketika akhir minggu kali ini (Sabtu kemarin) tidak terlalu disibukkan banyak hal. Bahkan aku mengumumkan ke keluarga.

“Nanti malam aku mau bikin takoyaki. Ingetin, ya.”

Continue reading “Long Time No Takoyaki”

Curhat · Islam · Opini

Allah Sudah Mengatur Rezeki Setiap Manusia

source: https://pinterest.com/pin/447826756673505663/?source_app=android

Siapa yang pernah mengalami ini?

Sedang puasa sunnah, tapi ada acara makan-makan atau ada makanan yang ingin dibeli di kantin, kemudian mendadak khawatir dan ragu, “Kalau puasa, nanti kesempatanku untuk makan X jadi hilang begitu saja kan? Aku gagal dapat rezeki dong…?”

Aku pernah mengalami dan menemukan hal sejenis itu. Bahkan, sejujurnya ada kejadian mirip-mirip seperti itu di hari ini. Kejadian yang menyimpan pesan berarti.

Continue reading “Allah Sudah Mengatur Rezeki Setiap Manusia”

#Noctober2017 · Sajak (-sajakan)

Aku dan Secangkir Kopi

Dulu, ia yang menemaniku di tengah sepi. Ia juga yang menemaniku berkutat dengan tugas hingga dini hari.

Dulu, beberapa makan malamku adalah secangkir kopi dan sepotong roti. Tidak perlu makanan ala restoran itali, aku sudah tenang asal perut terisi.

Kini, ia pula yang menemaniku di tengah sepi. Menemaniku berkutat dengan paper dan proyek menulis hingga pukul dua pagi.

Kini, beberapa makan malamku tak lagi sepotong roti, bukan pula makanan ala restoran itali. Hanya makanan rumahan penghangat hati, dan terkadang diakhiri secangkir kopi.

Katanya, kopi itu bikin tidak sehat diri. Tapi, sayang, ia sudah menjadi adiksi.

Lainnya

‘Banci’ Lomba

Aku pernah dijuluki ‘Banci Lomba’ oleh teman karena sering banget ikutan lomba walaupun kalah berkali-kali. Semuanya bermula sejak aku dijadikan pemateri dadakan di sebuah grup kepenulisan, lalu aku disuruh membagikan cerita tentang sepak terjang menulisku.

Aku bosan membagikan cerita keberhasilan, lagian keberhasikan itu jumlahnya hanya sekian saja dari jumlah kekalahan yang kudapatkan. Sekaligus memberi tahu bahwa kalau mau berhasil, kita harus berusaha. Lalu, aku pun membagikan rekap jumlah kekalahan + jumlah kemenangan di tiap lomba menulis yang kuikuti setiap tahunnya. Saat itu masih 2017 awal, jadi aku hanya membagikan ini:

―melihat jumlah lomba yang kuikuti dan jumlah kekalahan yang kudapatkan, serta aku yang masih saja ikutan banyak lomba, lantas sebutan ‘banci lomba’ itu pun muncul dari salah satu anggotanya.
Aku tidak mengerti sih hubungannya ‘banci lomba’ sama ‘sering ikut lomba’ itu apa … mungkin karena kadang ada kejadian dikejar-kejar banci sehingga ada definis tak kasat mata bahwa banci = suka mengejar, dan banci lomba = suka mengejar lomba.

Oke, itu analisis ngawur yang kebetulan lewat saja di pikiran, hahaha.

Continue reading “‘Banci’ Lomba”