Curhat

Bye, LINE Today!

Lupa sejak kapan persisnya―mungkin bulan April―fitur berita di aplikasi LINE aku nonaktifkan. Percayalah, itu salah satu keputusan terbaik yang kulakukan di tahun 2020. 

Sebelum membaca lebih jauh, ini bukan mendiskreditkan LINE Today, ya. Hanya user experience di lapangan. Boleh-boleh saja kan? Bisa jadi evaluasi jika bijak membacanya, hehe.

Sejak jadi mahasiswa tahun 2015, LINE adalah aplikasi yang kerap kubuka-tutup. Semua informasi terkait kelas, tugas, hingga organisasi dan kepanitiaan acara ada di aplikasi hijau muda itu. Aku lupa sejak kapan persisnya, tapi aplikasi ini meluncurkan sebuah fitur berita. Namanya LINE Today. Sangat informatif untuk aku yang jarang nonton berita di televisi.

Namun, perlahan aku merasa ada konsep yang dibentuk di sana. Penggiringan opini. Atau justru seluruh portal media massa yang melakukan penggiringan itu? Karena isi LINE Today toh diambil dari portal-portal berita di Indonesia. Opini yang digiring adalah kebencian, tepatnya terhadap agama Islam. Bukan tanpa alasan. Banyak sekali buktinya. Bahkan setahun yang lalu aku pernah menulis hal ini di sini sebelumnya. Ternyata makin parah dong, sampai aku gerah. Apalagi tahun 2020 ini pandemi datang. Sudahlah khawatir dengan COVID-19, skripsi belum kelar, ini lagi berita-berita pemicu keributan diangkat melulu. Alih-alih tetap memasang menu LINE Today, kuganti saja dengan menu riwayat telepon masuk. Fitur berita itu pun resmi kunonaktifkan.

Yang terjadi setelahnya adalah hidupku jadi tentram banget. Asli!

Sempat merasa hampa karena terbiasa menggeser layar ke LINE Today dan menyelami berita-beritanya. Ternyata lama-lama jadi terbiasa. Aku mulai jarang membuka LINE karena memang hampir tidak ada keperluan di sana. Urusan skripsi juga sudah dialihkan ke WhatsApp. Damai sekali LINE-kuuu. 🤗

Namun, walau tidak ada fitur berita, LINE sesekali memberikan tautan otomatis untuk berita trending atau breaking news di bagian atas layar chat. Tidak terhindarkan, tetapi bisa kita tutup. Untungnya tidak terlalu sering muncul. Seingatku paling cuma 10 kali, atau malah kurang dari itu. Hanya beberapa saja yang kuklik, dan tanggapanku saat melihat berita daring setelah lama menonaktifkannya adalah…

wow, atmosfer kolom komentarnya buruk sekali. Di setiap sudut aku hanya melihat kebencian. Super negatif. Sangat tidak baik untuk jiwa. Yang positif biasanya paling banyak dapat downvote. 😂 Hidup ini sudah terbalik ya.

Saranku, nonaktifkan saja fitur berita di LINE ini kalau mau hidupmu sedikit lebih tenang. Hidup sudah sulit, tidak perlu sengaja menambahnya rumit dengan membaca berita pengadu domba seperti itu. 😉 Hitung-hitung juga menimilasir berita hoaks yang masuk ke otak kita.

Tapi, kalau enggan menonaktifkannya, bebas saja untuk tetap memasangnya. Mungkin saja hidupmu terlalu monoton dan butuh yang menggugah emosi, atau jangan-jangan kamu salah satu buzzer-nya?

Eh. 😅

Advertisement

7 thoughts on “Bye, LINE Today!”

      1. Indozone banyak haters sekarang gara-gara suka nyebar fitnah dan gk penting banget,

  1. Untung nggak punya Line, untuk update berita sejauh ini aku dapatkan dari Twitter sih,soalnya jarang nonton berita di TV juga, tapi karena pernah kemakan hoax di Twitter, kalau ada trending, bener2 ku pastikan dg buka berbagai portal berita 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s