Korespondensi

Tarif Prangko Kirim Surat & Kartu Pos

20181006_205018_0001-179692889.png

Dari sekian banyak summary pencarian di blogku tentang kirim surat dan kartu pos, tarif prangkolah yang paling sering dicari.

Maka dari itu, aku memutuskan untuk membuat tulisan khusus tentang ini. ✨

Sebelumnya aku pernah kok membagikan foto tarif prangko, tetapi berada di tengah-tengah tulisan panjang tentang Postcrossing. Karena kutebak pasti banyak yang terlalu males menggulirkan layarnya, mana tulisan itu juga panjang banget, kuputuskan untuk membuat tulisan khusus tentang tarif prangko. =)) Sekalian sih biar tulisanku nambah, hehe.

Tarif prangko sendiri sudah diatur, lo, oleh pemerintah. Bisa kita lihat melalui Peraturan Menteri Kominfo No. 29 Tahun 2013 tentang Tarif LPU (Layanan Pos Universal), atau bisa juga lihat di Tarif Pos dari Direksi PT POS Merujuk pada PerMen No. 29 Tahun 2013―di sini ada tabel daftar negara sesuai zonanya.

Aku pernah tanya ke akun Twitter resmi Pos Indonesia mengenai tarif prangko, lalu aku dikirimi foto ini:

Foto di atas berisi tarif prangko ke luar negeri, baik untuk mengirim kartu pos maupun mengirim surat. Untuk kartu pos bisa dilihat di tulisan POSTCARD, dan di sampingnya tertera tarif kirim kartu pos per zona belahan dunia yang kita inginkan.

Secara umum, tarif prangko untuk kartu pos ke luar negeri adalah sebagai berikut:

  • Tarif 3.000: Seluruh wilayah Indonesia
  • Tarif 6.000: Asia Zona I & II
  • Tarif 7.000: Asia Zona III, Eropa, Afrika
  • Tarif 8.000: Amerika

Kalau mau tahu negara apa saja yang masuk Asia Zona II, Asiaa Zona III, Amerika, dsb. biar cek pranala di Tarif Pos dari Direksi PT POS. Nanti akan merujuk pada file di Gdrive milikku.

Coba lihat lagi foto tarif barusan. Di atas biaya kartu pos, ada biaya prangko untuk kiriman surat yang tarifnya lebih beragam. Semakin berat suratnya, semakin meningkat harganya.

Awal berkecimpung di dunia ini, aku tembak rata memasang prangko 10.000 untuk kartu pos (kebetulan cuma ada prangko 5.000 juga soalnya). Waktu itu kirim ke Jerman, Rusia, dan Amerika―kartu saja, tanpa amplop. Kenapa aku mau memasang prangko mahal-mahal? Jujur, waktu itu kan pertama kali, jadi ada perasaan takut kartunya tidak sampai. Lantas aku berkesimpulan kalau biayanya lebih besar siapa tahu terjamin sampainya dan bisa lebih cepat―yang sebenarnya tidak berpengaruh sama sekali. Yang ada aku cepet bokek. 😂

Setelah mengetahui tarif dari pemerintah melalui Twitter Pos Indonesia, aku mulai coba memasang prangko sesuai tarif yang ada di PerMen Kominfo. Kelinci percobaannku adalah kartu pos ke Amerika, tarifnya 8.000. Agak deg-degan karena yang Rusia dkk. sebelumnya belum dikabarkan tiba. Alhamdulillah yang Amerika ini tiba dengan selamat, bahkan tiba lebih dulu dari ketiga kartu pos sebelumnya. =)) Sejak saat itu, aku selalu kirim dengan prangko sesuai tarif. Aku baru menempel lebih dari tarif kalau memang prangko yang kumiliki tidak ada yang pas. Intinya, aku tidak pernah mengirim di bawah tarif.

Sejauh ini, kartu pos yang berhasil tiba adalah yang tujuan ke Bandung, Bekasi, Belanda, Jerman, Amerika, Cina, Taiwan, Ceko, Jepang, Lithuania, Rusia, Slovakia, dan Portugal. Ada beberapa kartu pos yang masih dalam perjalanan sejak Juli, yaitu kartu pos ke Medan dan Bekasi (lebih kepada belum dikabari, sih, entah mengapa), Cibinong (sejak 18 Agustus like, seriously), beberapa kartu ke Cina, Amerika, Malaysia, dan Lithuania (rinciannya bisa dibaca di sini).

Doakan ya semoga mereka cepat sampai karena ada beberapa dari kartu-kartu itu yang sudah hampir dua bulan. 😦

Nah, sekarang kita beralih ke topik surat.

Kalau di atas ini adalah tarif prangko untuk surat domestik (yang luar negeri ada di foto sebelumnya). Dikelompokan menjadi dua: AKDP (Antarkota dalam Provinsi) dan AKAP (Antarkota Antarprovinsi). Yang AKDP tentu cenderung lebih murah daripada AKAP. Tapi, kalau dibandingkan tarif ke luar negeri, tentu yang domestik ini jauh lebih murah.

Sama seperti kartu pos, untuk surat pun aku menyesuaikan tarif berdasarkan berat. Saat membungkus surat dan memasukkan berbagai printilan untuk sahabat pena, aku selalu menimbangnya dengan timbangan dapur digital yang ada di rumah. Kalau tidak punya timbangan digital, bisa minta ditimbangkan di kantor pos, biasanya selalu ada.

Aku sudah pernah kirim surat ke dalam dan luar negeri. Untuk dalam negeri, aku pernah kirim (dan sampai) ke Depok, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Sumatera Utara, Balikpapan, Sidoarjo, dan Sukoharjo. Yang belum sampai juga ada kok, surat yang tujuannya ke Yogyakarta (dua surat dan alamatnya sama, tapi waktu kirimnya beda) dan Balikpapan.

Untuk luar negeri, aku pernah kirim surat (dan sampai) ke Turki, Jepang, Tunisia, Cina, Malaysia, India, dan Belanda. Yang belum sampai juga ada, yaitu surat ke Turki (beda alamat), Slovenia, Belarus, dan Thailand (rinciannya bisa dibaca di sini).

Kurang lebih begitu! Semoga membantu. 😊


FAQ

“Apakah prangko sama dengan meterai?”

– Beda dong. =)) Maka dari itu, kalau kita ke kantor pos dan bilang mau beli prangko, kadang sering ditanya ulang, “Prangko atau meterai?” Biar kitanya yakin, pegawainya juga yakin. (?) Kan lucu kalau disuruh pasang meterai di surat perjanjian, malah kita tempeli prangko―atau sebaliknya. 😂

“Beli prangko di mana, ya?”

– Umumnya di kantor pos, tapi biasanya kalau cabang gitu (kata temenku yang parkirnya tidak bayar 😂) tidak dijamin selalu ada (bisa habis atau belum nyetok). Kantor pos besar (yang parkirnya bayar―red), biasanya selalu ada walau tidak dijamin desainnya beragam. Beli daring juga bisa, lewat situs filateli atau ke individu yang menjual secara mandiri (biasa lebih mahal, tapi kadang prangkonya keluaran lama dan tidak selalu ada di kantor pos).

“Kenapa ya prangko di kotaku desainnya itu-itu aja? Bosen. 😦

– Aku juga mempertanyakan hal yang sama. Pun aku bosan melihatnya. 😂 Ada yang memberitahuku kalau kantor-kantor pos di satu kota akan mendistribusikan prangko yang sama. Kalau mau prangko yang beragam, misalnya lagi di luar kota coba iseng mampir ke kantor pos, bisa juga ke kantor pos besar banget (di Jakarta dan Bandung), atau beli daring.

“Apakah boleh pasang prangko melebihi tarif di atas?”

– Boleh aja kalau kamu punya uang berlebih, atau misal seharusnya cuma butuh 7.000 tapi prangkomu 3.000 semua, berarti harus pasang 9.000 daripada kurang. Ya kan? 😅

“Kalau pasang prangko kurang dari tarif, boleh nggak?”

– Jangan, ya! Karena sudah ada aturannya, lebih baik dipatuhi daripada tidak bisa dikirim. Sayang banget kan? 😦

“Apakah kirim kartu pos harus pakai amplop?”

– Tidak harus, bahkan normalnya dikirim langsung kartunya saja―awalnya mungkin terlihat aneh, tapi itu sangat wajar, kok! 😊 Walau begitu, kamu juga boleh kok kirim kartu pos pakai amplop, dengan syarat harus mengikuti tarif surat yang disesuaikan dengan beratnya, ya!

“Kiriman prangko bisa dilacak nggak?”

– Sayangnya tidak. 😦 Tapi aku punya tips untuk kamu, dan bisa dibaca di sini. Kalau kamu main Postcrossing, sudah ada ‘pelacak’-nya di sistem berupa tanggal kirim (kita request address) dan tanggal tiba (penerimanya me-register kartu kita).

“Aku mau kirim surat, tapi pas tanya tarifnya ke petugas di kantor pos, harganya jauh dari tarif di atas dan super mahal! Itu kenapa bisa begitu?”

– Kemungkinan besar kamu diberitahu biaya kirim menggunakan layanan pos lain, seperti EMS, yang bisa dilacak kirimannya―dan biayanya memang cenderung mahal. Itu salah satu opsi untuk berkirim surat, kalau kamu tidak masalah dengan harga yang lebih mahal tapi bisa dilacak, silakan pakai EMS (bukan prangko). Tapi, kalau kamu mau mengirimkan suratnya dengan prangko, bilang saja mau kirim dengan prangko. 😊

“Aku sudah pasang prangko sesuai tarif, tapi tidak bisa dikirim karena katanya prangkonya kurang. Bagaimana solusinya?”

– Kalau sudah menempel sesuai tarif di atas (PerMen Kominfo No. 29 tahun 2013) dan masih dibilang kurang, coba kamu cetak dokumen di atas dan tunjukkan saat ingin mengirim kiriman pos berprangko. 😊

“Sudah ditunjukkan tabel itu, pegawainya tetap bilang prangkonya kurang.”

– Itu sudah terhitung ‘kantor pos nakal’, sih, hehe. Saranku, coba ke kantor pos lain. Semoga saja di tempat lain itu tidak terjadi hal yang sama. 😅


Kalau ada yang mau ditanyakan, silakan lempar ke komentar! Nanti akan aku angkat ke bagian FAQ di atas. 😊

Semoga membantu, ya!

.

Depok, 12 September 2018

Ditulis sambil menghabiskan waktu 2 jam menunggu kelas siang dimulai.

67 thoughts on “Tarif Prangko Kirim Surat & Kartu Pos”

  1. Salah satunya aku, Pin, yang berulang kali ngescroll postingan lamamu demi liat harga, hehehe. //nak

      1. (((( kasian ))))
        Kan udah ada di grup mbak, mhehehe //yha
        Bingung euy mau tempel di mana, aku kan kerjanya nomaden kek manusia purba //GAGITU

      2. ((( kayak manusia purba )))
        Rana pithecanthropus. /GAK

        Ditempel di bungkus(?) tempat Rana naruh prangko? Karena kalau mau nempel prangko pasti bawa2 tempatnya kan? .w.

      3. Ranacanthropus sapiens ih //DILANJUTIN

        Hmmmm benar ugha. Pintar rifina. //yha

  2. Selamat malam…..mau tanya kemaren sy kirim surat pakai prangko 5000 pada tanggal 10 agustus 2018, dan sampai saat ini belum sampai. Bagaimana Cara mengeceknya karena ini tdk tertulis, sy bingung sekali ini. Oh ya pengirimannya dr kota tangerang ke bandar lampung, terimakasih.

    1. Selamat malam, Mbak Masayu. ^^

      Sebelumnya, maaf sekali karena saya nggak bisa ngasih solusi pasti terkait ini. Saya juga tidak tahu-menahu nasib kiriman berprangko, apalagi ketika sudah kita kirimkan lewat kantor pos. Ini memang salah satu risiko kiriman berprangko karena tidak bisa dilacak, pun beberapa kiriman pos saya juga ada yang bernasib sama sejak Februari 2018.

      Kalau boleh saya menyarankan, mungkin bisa diingat lagi, apakah kirimannya dipasang prangko sesuai aturan biaya per ukuran beratnya? Kalau sudah benar, mungkin bisa ditanyakan ke kantor pos tempat Mbak mengirim dan kantor pos yang area antarnya melingkupi alamat tujuan Mbak. Saran lain yang bisa dicoba, bisa hubungi call center Pos Indonesia dan tanyakan bagaimana tindak lanjut mengenai kiriman prangko yang tidak kunjung tiba.

      Semoga sedikit membantu, dan semoga ketibaan kirimannya hanya masalah waktu saja, mengingat salah track record saya, dari Jabar ke Jatim, pernah mencapai 2 bulanan. ^^”

  3. Tadi saya baca “printilan untuk sahabat pena”
    Printilan disini maksudnya apa ya kak??
    Kita boleh nyelipin barang lain selain surat gitu/gimana??

    Makasih kak

    1. Halo, Rei! Aku jawab pertanyaan keduamu dulu yaa. 😁 Iya, kira boleh kok nyelipin barang lain selain surat, entah apa aja (tapi kalau bisa yang flat gituu). Nah, printilan itu barang-barang lain yang diselipin selain surat ituuu. 😂 Kayaknya ini tuh bahasa jawa gitu, biasanya printilan ukurannya kecil2. (?)

  4. iihhini cucok bangeet… kmrn aku juga ditanyain sama bapaknya 2 kali, mau beli perangko atau materai. wkwk.
    thank artikelnya yahh… sangat membantu dan aku tahu aku telah ditipu sama beberapa kantor pos. dengan tarif kemahalan. wkwk
    sini kak. kirim alamat biar kita bisa postcrossing an hihihi…
    makasiiihh bangeett artikelnyaaa…

    1. Hahaha, semacam pertanyaan template ya kayaknyaa. xD Aku juga udah sering beli pun kalau beli sama petugas kantor pos yang baru pasti ditanya gitu lagii, wkwkwk.

      Senang kalau tulisanku bisa bermanfaat! ❤ Yuk, tukeran kartu pos! Hubungi aku lewat email ajaa (soalnya lagi uninstall IG selama UAS). 😁

  5. Waa thankyou infonya yaa
    Selama ini kirim paket kecil2 gt pakai RLN :(.. ntar mau coba prangko ah hhahaha

  6. salam kenal Rifihana, saya isna, dulu sempat aktif di KPI dan Postcrossing, lalu karena alasan kerjaan dan keluarga sempet off, sekarang baru mau mulai kirim2 lagi di Postcrossing 🙂 Saya lagi nyari2 tarif perangko dan akhirnya terdampar kesini, terimakasih ya infonya…

    1. Salam kenal juga, Mas Isna. Senang bisa memberi informasi yang Mas dibutuhkan. Selamat datang kembali di Postcrossing; dari saya yang sebenarnya pendatang baru, hahaha. 😁

      1. wkwkwkw… jaman dulu seingat saya kirim kemanapun 5 ribu perak, terus nanya2 temen KPI katanya udah naik :pp langsung deh saya nge-guling, eh gugling

        gak papa, saya seneng makin banyak yg tertarik menekuni dunia filateli dan kartupos, sesuatu yg mungkin dianggap kuno sama anak jaman now 🙂

      2. Wah, asyik tuh ke mana pun cuma 5000 perak. Tapi yah harga pada zamannya yaa. 😂 Saya juga sedang dan sudah menghasut beberapa teman untuk menekuni dunia ini juga. Menurut saya sih ini hobi yang seru dan menarik! Saya malah menyesal baru menekuni hobi ini sejak awal tahun lalu. 😅

  7. Maaf mbak mau nanyak kalau ngrim surat dari postcrossing itu di kantor post untuk kiriman ke luar negri bayar ga??

    1. Halo! Pasti bayar dong, hehe. Tapi kalau kirimnya pakai prangko, sesuaikan aja dengan tarif sama tujuan negara yang ada di tulisan ini. 😊 Oh iya, Postcrossing itu basisnya kirim kartu pos, ya. Bukan suratt, hehe.

  8. Kak, saya mau nanya di luar perangko boleh? Kalau penpal saya mau ngirim surat ke indo, itu saya ngasih alamatnya pake bahasa inggris atau indonesia aja kak? Misal dusun tamansari, desa sari, kecamatan besuki, kabupaten tulungagung, jatim, indonesia. Itu ditulis kaya gitu aja atau ditranslate ke Tamansari homlet, Sari Village, blabla. Mohon bantuannya kak

    1. Tulis alamatnya pakai bahasa Indonesia aja karena yang ngirim ke rumah kita tuh pak pos indonesia, hehe. Pastikan ada nama negara kita di alamatnya karena itu jadi patokan pak pos di negara lain. 😁👌

  9. waktu itu aku udah nunjukin tabel nya, terus mbak nya malah bilang “ini udah beberapa tahun yang lalu, sekarang harganya udah beda.” mau ga mau aku ikutin mbak nya. sebenernya nguras kantong juga sih, kayak yang org lain harusnya bisa kirim dengan harga segitu, aku malah 2kali lipat nya. waktu itu aku kirim ke Amerika sekitar 25ribuan. aku mau coba ikutin yang kayak kakak, tapi cara beli perangko ya gmn ya? trs taro suratnya kemana? karna biasanya aku cuma ngomong “mbak mau kirim surat pake prangko, ke bla bla..” kasih uang, trs dia yang tempel dan ga ngerti lagi sama dia di taro kemana. hehehe

    1. Wah, aku ikut sedih dan miris dengernya. :”)) Aku punya saran niiih
      (1) coba ke kantor pos lain yang terjangkau juga dari rumah kamu,
      (2) stok prangko di rumah, beli di kantor pos dan ditempel langsung di rumah, jadi pas di kantor pos tinggal kasih dan pergii hahaha.

      Beli prangko tinggal tanya pegawainya aja. Kalau ada, beli sesuai yang kamu butuhkan. Harga prangko = nominal yang tertera di prangko yaa, catet! 😁 Kalau di surat, tempel di sisi yang sama dengan alamat penerima. Aku biasa nempel prangko dari rumah. Jadi pas di kantor pos tinggal kasih dan pulang. :)) Semoga membantuuu!

  10. Halo ka, numpang nanya ya. Kebetulan temenku minta aku buat kirim surat pakai prangko ke rumah dia. Tapi aku belum pernah kirim surat pakai prangko, apakah beli perangko harus sesuai alamat yang dituju ka? Perangkonya di jual langsung di kantor pos kan? Setelah dapet perangko dengan alamat dituju, bisa langsung dikirim tanpa biaya2 kiriman lainnya kan ka?
    Segitu dulu ka pertanyaannnya maap kalo terlalu banyak 🙂

    1. Halo!
      Iya, beli prangkonya di kantor pos. Prangko tuh nggak ada ketentuan musti sesuai alamat kok. Yang penting nominal prangkonya sesuai aturan di atas (disesuaikan berat surat dengan biaya prangkonya). 😁 Fungsi prangko udah semacam ongkir, jadi kalau udah ditempel di surat tinggal dikasih aja ke pegawai posnya dan pulang, hehe.

      Semoga menjawab! ✨

  11. halooo! kalau prangko itu harus dibeli di kantor pos saja kah? karena saya liat di online juga ada, tapi apakah itu resmi dan bisa dipakai?

    ohiya, kalau mau kirim kartu pos seperti postcrossing gitu, berarti biayanya hanya di prangko itu saja ya? tidak ada biaya apa2 lagi? terimakasih 🙂

    1. Wah, maaf ya komentarnya terlewat dibalas. 😭 Halo juga! Prangko bisa dibeli online dan bisa digunakan selama prangko itu belum pernah dicap pos. Intinya prangko baru.

      Untuk kirim kartu pos, iya, biayanya prangko itu aja. 😀

  12. Saya sering dapat kiriman dari rusia, pembelian via ebay, di paketnya pas dampe banyaaaaaak bgt perangko, paketnya kurang lebih 1kg an lah, nah pertanyaan nya apakah bisa? Kalo kita juga kirim paket yg kurang dr 1kg pake perangko? Tarif yg diatas berlaku juga gak?

    1. Halo! Setau saya bisa. Kalau mengacu ke daftar tarif di atas, pengiriman dengan prangko bisa dilakukan sampai 2kg. ✨ Daaan, tentu saja semakin berat semakin mahal, hehe. Contohnya, untuk ukuran 0.5 sampai 1kg ke Eropa kena tarif prangko 216.000. Tapi, dibandingkan jasa kirim lainnya, harganya masih masuk kategori terjangkau.

      Kalau opini saya pribadi sih kurang disarankan (apalagi kalau untuk jualan). Soalnya kirim dengan prangko nggak bisa dipastikan 100% sampai dengan selamat. Nggak terlacak juga. 😅

      1. Saya rencana kirim gak lebih dari 500gr dari sini ke ausie, kira2 brp ya biayanya? Asia pasifik region brp?

        Rencana mau di tempel aja, langsung tinggal pergi, males berdebat ama tukang pos nya

      2. Australia ikut di tarif Asia zona II, yaaa. 😁 Hahaha, iya emang enakan gitu. Saya juga biasanya udah ditempel di rumah (kebetulan ada timbangan juga). Jadi pas ngasih langsung ditinggal, hehe.

      3. Brarti asal sesuai tarif tabel pasti sampe ya? Soalnya td sempet browsing small package juga, makanya pake gramasi, gak mungkin kan kalo paket doang beratnya nyampe 2kg hahhaa

        Ya Paling aku lebihin deh prangkonya deh, ok thx ya penjelasannya

      4. Yap, asal sesuai tarif tabel, “pasti dikirim”. Kalau pasti sampainya sih nggak bisa menjamin, hehe…. 🙈 Bisa juga pakai layanan RLN atau EMS. Ini yang pakai resi gitu, tapi yah cuma bisa dilacak sampai sebelum paketnya terbang dari Indonesia sih. 😁 Oh, dan lebih terjamin sampai, sepertinya.

        Kembali! Senang bisa membantu. x)

  13. Jika kita sudah memakai prangko dengan tarif yang benar, apakah ada biaya ongkos kirim yang lainnya ?

  14. Hai aku mau tanya. Aku baru mau swap post card ke US apakah biaya kirim di atas masih berlaku sampai hari ini? Dan apakah kita kirim postcardnya itu pake amplop or nggak yah?
    Makasih sebelumnya dan ditunggu balasannya 🙏🏼

    1. Halo!
      Iya, masih berlaku kok. Berarti kirim kartu pos ke US prangkonya 8 ribu yaa. ✨ Kirim kartu pos boleh dengan/tanpa amplop, tapi umumnya nggak pake. Rasanya agak aneh kalau baru pertama, tapi itu wajar kok. 😁

  15. Makasih banget kak infonya, ngebantu pisan 😀 Sebelumnya aku udah uring uringan, bingung kudu gimana v: udah 5 kantor pos yg gabisa ngirim surat pake prangko keluar negri di daerah aku. Besok aku mau nyoba ngirim suratnya ke kantor pos yg kalau markir kudu bayar wkwkwk v: semoga aja bisa hehe

    1. Kembali kasih! 💛 Wah, masa 5 kantor pos nggak bisa? Sayang banget ya. :”) Sebenernya yang parkirnya nggak bayar juga harusnya bisa siih. Tapi semoga nanti di kantor pos yang kudu bayar parkir bisa yaa. 😁

      1. iya ka, mereka bilangnya “wah sekarang mah udah gabisa de, bisanya pake EMS” dalem hati auto ngomong *ndasmu* orang udah puluhan artikel yang aku baca, dan udah nanya ketemen temen penpal indo, masih bisa ngirim pake prangko kok. Dan akhirnya nemu artikel ini dan bikin hati lega wkwk v: Alhamdulillah kemarin bisa kirim ke kantor pos yang parkirnya bayar v: langsung aku kirim 7 surat aja tuh mwehehe

      2. (( ndasmu )) 😂 Maafkan diriku yang receh ini, wkwk. Alhamdulillah udah bisa kirim~ Jauh dari rumah nggak kantor posnya? Hehehe

      3. oiya sama mau nanya lagi, kalau mau beli prangko dimana ya? Ada website khususnya ga? Terus kalau kita udah prangko-in dari rumah, kita langsung simpen di loketnya aja? Kalau ternyata prangkonya kurang begimana? Soalnya kemarin juga udah aku itung itung dirumah ngirim 7 surat itu totalnya 41k, tapi pas udah nyampe disana ternyata 61k, pedahal aku ngirimnya dikit

      4. Aku biasa beli di KP (kantor pos) tempat aku ngirim (kalau bisa ngirim kemungkinan mereka jual prangko juga), tapi biasanya lebih banyak variasi di KP yang parkirnya kudu bayar hehe. Aku juga suka nitip temen di bandung kalau dia mampir ke KP Asia Afrika. Btw, kamu tinggalnya di mana?

        Hmm, total 41k terus nyampe di sana ternyata 61k itu gimana maksudnya? Aku masih kurang paham nih. Kalau berat surat udah sesuai sama tarif dari kementerian harusnya nggak usah khawatir lagii. Hati2 juga kadang suka ada oknum KP yang suka nakal, ngemahal2in tarif. 😦

  16. kpnya lumayan jauh mba kalau dari rumah, tapi aku nyarinya yg deket sekolah. Biar pas baliknya langsung kesana, ya walaupun jalan ke kp sama rumah berlawanan:’) aku rumah di kab bandungnya, nanti niatnya mau ke kp asia afrika pas udah masuk sekul. Kalau sekarang aku ga dikasih uang v’: ga kesekolah soalnya~ #nasibanaksekolah
    Kalau yang tarif itu, aku sebelumnya waktu dirumah udah ngitung tarifnya. Yang antar provinsi kan cuma 3k, tapi pas disana aku dikasih prangkonya yg 5k. Terus yg ke russia, turki, uk yg seharusnya 7k, malah jadi 8k. Isinya dikit, teh yg aku kirim pun beratnya cuma 2g:’) terus yg ke us yg seharusnya 8k malah jadi 14k, dan yg ke HK yang seharusnya 6k jadi 13k. Ya memang sih yg dua ini isinya lebih banyak dari yg lain, jadi aku percaya percaya aja. Tapi yg lainnya itu loh, walaupun beda tipis, kalau ngirim suratnya banyak mah tekor aku v’: Kalau masalah ketersediaan nominal prangko, ga termasuk deh. Soalnya mba mba kasirnya ngasih nominal prangkonya macem macem, dari 3k sampe 5k ada. Tapi yoweslah rapopo, soalnya rasa “kesel”-nya keganti sama “seneng” pas ngirim surat-suratnya hihi

    1. Oalah, paham paham. Strategi yang bagus, aku juga gitu. Ngirimnya di kantor pos di dalem kampus, padahal ribet harus parkir motor lagi. 😂

      Wah, berarti kena tambahan tarif ya? Harusnya nggak gitu. Surat maksimal 20gr ke HK ya 6k, kalau 21gr kena 11k (kadang kalau lebih segram mah gapapa juga 6k). Emang sih ‘sedikit’, tapi kan lumayan ya bisa untuk ngirim kartu/surat lain. 😦 Untuk mengatasi tarif uang yang berbeda, biasanya aku timbang surat dan tempel prangko dari rumah. Jadi pas di sana tinggal kasih aja, kabur. Wkwkwk. /heh/ Tapi kalau nempelnya jujur mah gapapa kan kasih langsung kabur. :p

      Tips lain, bisa tunjukin tarif di atas ke pegawai posnya. Itu peraturan kementerian kok. Sangat resmi dan masih berlaku. Aku dikasih dari twitter resmi Pos Indonesia.

  17. hi, rifina. masih suka kirim-kirim postcard ngga? tarif yang di atas apa masih berlaku? soalnya aku tadi abis ngirim postcard ke us & europe tapi tarifnya 10k, ke china 6k, dan ke malaysia malah cuman 5k. jadi agak bingung juga. trus prangko tuh ada masa berlakunya ga yah? kan kalo meterai ada expirednya tuh.

    1. Halo! Masih suka nih, Kak. 😄

      1. Tarif di atas masih berlaku. ✨ Kalau sudah ganti tarif, insyaAllah bakal aku update infonya, hehe. Masalah tarif yang suka beda di tiap kantor pos, sebenarnya aku juga mempertanyakan itu, Kak. Seharusnya kan sudah disosialisasikan ya dari pusatnya. Saran aku, kalau udah beda tarif (apalagi lebih mahal), mending pidnah kantor pos lain aja, Kakk.

      2. Prangko nggak ada masa berlakunya kok, Kak. Kalau punya prangko 1.000 keluaran tahun 1995, asal bukan prangko bekas (pernah dipakai/ada bekas cap pos), itu bisa dipakai. Aku udah pernah coba kok, sekalipun nominalnya recehan. Yang penting tarifnya bener, Kak, hehe. 😁

  18. Kak mau tanya nih,emang kalo mau kirim surat ke luar negeri harus paket prangko ya? . Kalo kirim surat ke Jepang kira kira ongkirnya berapa ya kalo paket RLN? Tolong jawab ya kak,ini penting

  19. Huaaa sehabis baca tulisan dan kolom komentar kamu, aku merasa tertipu 😦
    Aku baru kirim 3 kartupos lewat kantor pos Grogol (Jakarta Barat) untuk tujuan Amerika Serikat, Polandia, dan Rusia. Tarifnya masing-masing 15rb. Padahal kalau merujuk Tarif Layanan Pos Universal, tarifnya hanya setengah harga dari yang aku bayarkan :”

    1. Ikut sedih dengernya. :”))) Semoga untuk kartu yang selanjutnya nggak ada kejadian serupa, ya! Dan semoga kartu-kartunya sampai dengan selamat. ✨ Baru pertama kali kirim kartu atau gimana nih? 😁

      1. Lain kali aku bawa selembaran kertas tarif itu, deh! :’D
        Hiyaaa ini kali pertamaku kirim kartupos. Aku baru tau soal “Postcrossing” dan kayaknya bakal menekuni kegiatan ini hihihi 🙂
        Tulisan-tulisanmu sangat membantu. Terima kasih yaaa! ❤

      2. Iyaa, ditunjukin fotonya juga gapapaa. Bilang aja itu dikasih sama akun twitter resminya Pos Indonesia. Sejauh ini belum ada perubahan kok. 😁

        Selamat datang di dunia postcrossing~ ✨ Senang bisa membantu, dan jangan sungkan kalau mau ngepoin sesuatu. Biar aku bisa bantu lagi ke depannya. xD 💛

  20. Hi kak. Aku kan mau kirim surat ke temen aku di US.
    Aku tuh pernah pake RL N karena aku ga tau beli perangkonya gimana, asa males nanya juga kan.
    Soalnya kantor pos di kota aku crowded parah, gabisa nanya-nanya deh.
    Kalo kakak anter suratnya ikutan ngantri di loketnya juga kah? Aku soalnya kudu ngantri dan panjang banget.
    Gak ada box gitu ya? Atau antrian khusus?

    1. Halo!
      Kalau mau beli prangko, tetap di loket kok. Nanti bilang aja ke petugasnya mau beli prangko. 😄 Kalau aku ke KP yang ramai, iya aku ikut ngantri karena sama-sama disampaikan lewat loket. Mau kirim pakai RLN pun lewat loket, ‘kan? Sama aja kok. 😁

      Kadang kalau suratnya udah kutempeli prangko, aku tinggal kasih lalu pergi. Kalaupun ngantri, habis ngantri bisa langsung kasih, terus pergi deh, hehe.

      Sebenernya bisa lewat bis surat, tapi sayangnya bis surat di Indonesia nggak semuanya berfungsii. Kalau di KP-nya ada bis surat, mungkin bisa dimasukin ke sana. Atau bisa tanya ke petugas/satpamnya. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s